Kamis, 31 Desember 2015

Nano-nano cerita SANLAT SD123

Assalamualaikum

Cerita Kaka tentang sanlat

Bagaimana akhirnya Kaka dengan sukarela mau ikut sanlat? Ceritanya di SANLAT Alternatif Pengisi Liburan Sekolah 


Penginapan akhwat
"Ikut sanlat mahal-mahal, kan sama aja isinya belajar ibadah, mending di rumah aja."

Wah kalau saya sih sederhana saja, sama seperti tujuan saya saat mengajak anak ke museum atau tempat wisata seperti gunung, pantai dsb yaitu mengenalkan dan menambah wawasan anak sekaligus berpetualang. Jadi hitung-hitung wisata rohani, jika wisata rohani biasa anak hanya melihat kegiatan ibadah di sini anak praktik langsung. selain itu dengan ikut sanlat saya membayangkan anak ikut berpetualang; bersama teman baru, lingkungan baru dan suasana baru dengan mandiri.

Tapi berbeda pendapat itu biasa jangan dibawa baper hehhe. Yang pasti saat ikut sanlat anak di tuntut lebih mandiri dan berani, orangtua pub belajar melepas dan memberi anak kepercayaan.

Kemarin saya menjemput Kaka sanlat, senyumnya langsung menyambut pertemuan kami (tepatnya dia nyengir hehehe).
Saya memeluknya dan jadi pengen nangis, harap maklum setelah tidak kerja, baru kali ini saya berpisah berhari-hari dengan Kaka, waktu kerja sudah biasa Azka menginap di Bandung sama Utinya.
“Seneng gak?”
“Seneng.” Masih sambil nyengir. "Aku mau ikut sanlat lagi nanti. Soalnya seru."
Setelah itu, selama perjalanan menuju rumah Kaka tidak berhenti cerita keseruan sanlat yang di alaminya.

Selasa, 29 Desember 2015

SANLAT alternatif pengisi liburan sekolah

suasana

Seingat saya sanlat untuk anak sekolah (pesantren kilat selama 4 hari 3 malam – kegiatan belajar dan bermain berbasis agama dan dikemas sesuai usia anak) yang di adakan di Daarut Tauhid (DT) sudah ada sejak saya masih kuliah, dan selain DT  majelis Percikan Iman asuhan ust. Aam Amirudin juga rutin mengadakan, tapi untuk saat ini saya kurang tahu apa Majelis Percikan Iman masih mengadakan sanlat atau tidak. Lebih detail mengenai program kegiatannya bisa di lihat di www.sanlatmq.com.

Selain akhir tahun sanlat ini juga di adakan saat liburan sekolah menjelang Idhul Fitri, di sebutnya sanlat ramadhan.

Sanlat serupa tentunya tidak hanya ada di Bandung juga di kota lain dan bukan hanya majelis Daarut Tauhid yang mengadakan. Untuk Daarut Tauhid selain di Bandung diadakan juga di Jakarta.

Senin, 28 Desember 2015

Melepas penat di Grand Zuri Jababeka



Assalamualaikum 
Sebelumnya hanya mendengar cerita saja, mudik dan mengalami macet berjam-jam dari teman yang mudik ke daerah Jateng, Jatim, atau Tasikmalaya, tapi kini saya mengalaminya sendiri.  10 jam perjalanan dari Serpong ke km 19 tol Cipularang!

Saat hendak meluncur ke Bandung (24/12/2015) kami berangkat siang dari rumah dan tidak cek info lalin dari medsos atau situs lalin, karena biasanya selalu lancar, kalaupun ada kemacetan hanya padat merayap dan itu pun tidak berjam-jam. Saat di tengah jalan barulah Adik mengabari, jika perjalanan ke Bandung dari kemarin 12 jam! Dan saat cek lalin via hp baru tahu kondisi jalan menuju Bandung hari itu macet.

Sampai di tol kampung rambutan ada niat untuk putar arah, balik lagi ke rumah dan menunda perjalanan hingga tengah malam atau besok paginya tapi anak-anak menolak karena kadung antusias bertemu Uti, Akung dan sepupunya di Bandung. 

Rabu, 23 Desember 2015

(bukan) kejutan di Hari Ibu

Assalamualaikum

Beberapa minggu sebelum hari Ibu, sepulang sekolah Kaka membawa pulang dua bunga mawar handmade dari kertas.

Katanya, beli di sekolah seharga seribu satu tangkai.
“Jadi gak jajan donk?” tanya saya, karena bekal sekolah Kaka hanya 3000 ribu rupiah.
“Ga apa-apa. Ma, sebentar lagi Hari Ibu ya?”
“iya, tahu dari mana?”

“Dari Bu Guru. Aku mau bikin hadiah akh buat Hari Ibu. Ma, punya dus gak?”
Singkat kata, Kaka membungkus dus bekas sepatu dengan kertas kado yang dibelinya sendiri di warung dengan naik sepeda. Dan hari itu juga, Kaka saya lihat menulis  surat yang tidak boleh saya intip. Sore hari kado untuk Hari Ibu selesai.

Saya di wanti-wanti tidak boleh membuka atau membaca isi suratnya sampai tiba Hari Ibu.
Hari berlalu, Kaka seperti lupa kapan Hari Ibu. Tapi siapa sangka pas tanggal 22 Desember siang Kaka bertanya,”Ma, ini Hari Ibu ya?” setelah saya iyakan, dia memberikan kado Hari Ibunya. Haru.

Love U to Kaka


Terima kasih Nak, karenamu Mama belajar sabar dan ikhlas.

Bagi saya, Hari Ibu hanya penanda, karena saya yakin setiap anak mengingat Ibunya setiap saat, menyematkan doa untuk Ibu dan Bapaknya pada setiap doa yang dia panjatkan, selalu bertekad membalas jasa kedua orangtuanya dengan membuatnya bahagia, walaupun sangat mungkin sang Ibu tidak pernah mengharapkan balasan sedikitpun.

Bagi saya, Hari Ibu adalah pengingat. Mengingatkan saya untuk merenung dan intropeksi diri dengan peran saya sebagai anak dan Ibu.







Jumat, 18 Desember 2015

Ini lho wish list akhir tahun saya :)

Nggak sabar nih  nunggu cuci gudang akhir tahun di MatahariMall.com. Berharap produk wish list saya yaitu laptop  diskon cukup besar di event cuci gudang akhir tahun ini.

si lapi kesayangan

Cerita Si Lapi
Berat hati sebenarnya mau ganti si lapi (panggilan untuk laptop hitam saya), karena sudah terlanjur sayang. Sayang, karena cukup banyak cerita bersamanya. Cerita pegal bahu dan punggung karena  menggendong si lapi bolak balik Jakarta Bogor sambil berdiri di KRL, sampai malamnya harus di pijitan si mbak. Setia menemani me time sepulang kantor (waktu jaman masih kerja) di pojokan food court untuk beresin tulisan pesanan. Dan tentu saja si lapi membantu  menyelesaikan semua tulisan yang menghasilkan uang atau berhadiah, salah satu hadiah yang paling berkesan  adalah liburan sekeluarga berupa kemping.  Si lapi juga setia menemani  saya ngeblog dan menjalin persahabatan dengan banyak teman.

Dan yang paling berkesan dari semuanya, keluarga kecil kami terekam lengkap di laptop ini dari foto, video  hingga cerita. It’s priceless thing.

Dan bukan hanya saya yang sudah terlanjur sayang, juga anak-anak, karena si lapi jadi salah satu media belajar mereka.

Tapi umur memang tidak bisa berbohong, di usianya yang hampir 5 tahun, si lapi kesayangan ini sering hang jika di pakai membuka beberapa program, salah satu colokan usb nya rusak dan tidak bisa membaca semua cd/dvd, entah kenapa. 

Jadi mau tidak mau harus di ganti, dengan laptop performa baru dan bagus, harapannya saya lebih produktif menulis, lebih  mobile  dan melanjutkan banyak cerita keluarga kecil kami, untuk menjadi kenangan suatu hari nanti.

My wish list
Dari ratusan pilihan laptop yang ada di MatahariMall.com, saya kerucutkan wish list  menjadi tiga pilihan. Alasannya, merk-merk wish list saya ini tidak sama dengan merk si lapi terdahulu begitupun warnanya. Saya tidak  mau laptop berwarna hitam lagi. Kesannya  monoton hehehe.

HP warna putih 

Acer pinky

Toshiba putih


Mana dari ketiga  pilihan yang saya mau ini yang terpilih, akan didiskusikan dengan Pak suami karena dia lebih mengerti soal spesifikasi laptop.

Wish list kedua, kamera, karena kamera saku saya rusak. Besarnya seukuran kamera saku tapi kualitas fotonya bagus.

kecil tapi mantap


Kenapa di MatahariMall.com?
Pilihan belanja online akhir tahun di MatahariMall.com selain karena harga promo cuci gudangnya juga karena pilihannya cukup banyak. Sebagai situs belanja online no.#1 dan terbesar di Indonesia, MatahariMall.com banyak kemudahan transaksi, seperti transfer antar bank, pembayaran dengan kartu kredit tanpa bunga, O2O (online-to-offline) yaitu membayar, mengambil dan pengembalikan produk pesanan di ratusan lokasi di seluruh Indonesia, dan COD (cash on delivery) yaitu pembayaran di lakukan saat barang di terima di tempat.

Selain itu bebas ongkir untuk area Jabodetabek untuk produk dan nilai pembelanjaan tertentu. Laptop pilihan saya termasuk bebas ongkir untuk area Jabodetabek.


Nah, wish list teman-teman apa nih di cuci gudang MatahariMall.com tahun ini? 


noted : 420 kata

Jumat, 11 Desember 2015

Boleh hujan-hujanan asal....#idemain #stimulasi

Obsesi masa kecil
Awalnya mengijinkan anak hujan-hujanan (waktu si sulung masih balita) karena ‘dendam’ pribadi. Iya karena waktu kecil selalu di larang hujan-hujanan kecuali terpaksa yaitu saat pulang sekolah hujan. Habis itu biasanya di omelin Ibu, katanya, harusnya nunggu  di jemput baru pulang atau kalau hujan reda.
main hujan-hujanan itu seru!

Kamis, 10 Desember 2015

Pilih rumah atau apartemen?

ruang kecil tetap nyaman dengan desain tepat
(gambar diambil dari google)
Beberapa waktu lalu seorang teman menawarkan apartemennya yang akan di jual di grup chat. Pertanyaan pun bermunculan. Kenapa di jual, kan sayang? Kenapa tidak disewakan saja?

Singkat kata,  teman saya ini ingin mengganti apartemennya dengan rumah.

Sebaliknya, suami cerita kalau teman kantornya mencari apartemen di Jakarta yang dekat dengan kantornya untuk di tinggali, karena bolak-balik Jakarta – Bogor sudah tidak memungkinkan, semakin hari jalan tol yang menghubungkan Jakarta – Bogor makin padat sama halnya dengan penumpang krl.

Minggu, 06 Desember 2015

Be a Little Chef in One Day #idemain

Assalamualaikum...

Walaupun sering bantu Mama di dapur dan pernah praktik membuat pizza, Kaka tetap pengen ikut saat teman-teman di rumah mengajaknya praktik membuat pizza di  Domino’s Pizza.

keseruan anak-anak 
Ide awalnya datang dari mamanya salah satu teman main Azka di rumah yang juga tetangga, katanya untuk seru-seruan dan membuat permainan bareng yang beda. Oh ya saya tinggal di perumahan yang penghuninya hampir seumuran, jadi usia anaknya juga tidak jauh beda. Setiap sore mereka bermain bersama di taman yang letaknya pas di tengah-tengah blok kami.

Jumat, 04 Desember 2015

Sale HarBolNas di Zalora

Assalamualaikum teman..

Alhamdulillah akhir tahun. Apa sih yang di tunggu di akhir tahun? Dari obrolan dan menyimak obrolan beberapa teman di grup chat dan tetangga, ternyata ada dua hal yang di tunggu setiap akhir tahun. Pertama,karena bertepatan dengan anak liburan sekolah dan tanggal merah yang berdekatan antara natal dan tahun baru, bisa membuat para orangtua yang bekerja mengambil cuti panjang, akhir tahun adalah saatnya  liburan, entah  ke rumah Kakek atau Nenek atau sengaja berlibur ke luar kota. Saya sendiri siap-siap ke Bandung nih, berlibur ke rumah Mamah. Can’t wait!

Kalau diskon 70% lumayan kan 

Rabu, 25 November 2015

Memilih perabot dapur multifungsi

Ternyata bukan hanya saya, yang betah berlama-lama, melototi perabot dapur  saat belanja offline atau online. Ini salah satu efek  ‘keisengan’ di dapur bertambah, nyoba resep ini itu dan motret untuk posting di Blog atau IG hehehe.

Sebelumnya gak pernah tuh kepikiran pengen punya perabot dapur ini itu. Cukuplah lungsuran dari Mamah dan nenek,  hadiah beli produk (piring, mangkuk dan gelas hadiah beli detergen), hadiah ngumpulin stamp dari supermarket, hadiah nulis dan itu yang penting-penting saja. Sekarang, pengen punya printilan dapur karena butuh buat moto juga  dan biar dapur eye catching hehehe.

Agar tahan daroi godaan beli perabot dapur – apalagi dengan alasan sekedar pajangan atau prop foto saja alias tidak di pakai sehari-hari, saya punya tipsnya nih,

Pilih barang berkualitas dengan harga sesuai kemampuan
Bukan sekali dua kali membeli perabot dapur dengan pertimbangan karena murah lalu akhirnya kecewa. Pernah beli whisk terus karatan padahal jarang di pake dan di simpan dalam keadaan kering. 

Dari kejadian itu saya belajar, jika beli perabot dapur yang pemakaiannya tidak tiap hari dan berbahan stainless steel, pilih stainless steel yang berkualitas, agak mahal tapi awet.

Untuk cetakan kue panggang langsung di atas api, saran saya beli yang stainless steel tebal seperti ini, tidak karatan dan saat di pake tidak repot dengan pengaturan apinya. Versi lebih mahalnya ada yang anti lengket tapi mahal untuk ukuran kantung saya hahaha. Untuk saya model begini aja lebih dari cukup.

Kekurangan cetakan ini, bawahnya tidak rata, jadi saat digunakan di atas kompor gas, lepas alas tungkunya dan ganti dengan kawat yang biasa di pake untuk alas panci atau wajan panas. Harga kawat ini 5000 an.

camilan kesukaan, kue pukis :))

Waktu saya post di IG banyak teman yang nanya beli di mana? Dulu saya beli di pasar tradisional tapi sekarang saya liat banyak di jual secara online di tokopedia. Harga kisaran 60 sampai 70 ribu.

Perabot dengan kesan tema tertentu dan desain bagus
Alasannya, agar tidak mudah tergoda dengan model perabot baru. Kalau saya, karena beberapa perabot dapur di dapatkan dari lungsuran Ibu dan nenek dengan model yang kesannya klasik dan vintage, jadi sekarang kalau beli perabot dapur yang temanya itu biar (sok) seragam. Dan manis kalau untuk foto makanan hehehe

Oh ya perabot dapur kekinian dengan kesan klasik dan vintage yang harga di bawah 30 ribu lumayan banyak. 
  
Warna eye catching
Katanya kalau melihat warna terang dan cerah, suasana hati  bisa ikut cerah, jadi menaikkan untuk menaikkan moody memasak.

Recycle perabot lama atau tidak terpakai
Perabot rusak jangan langsung di buang. Banyak ide bisa di ambil di IG atau Pinterest.
Nah, ini talenan hasil ngePIN. Talenan bulukan di decopage. Fungsinya bisa untuk props foto atau menulis pesan/resep singkat di dapur.

cara membuatnya secara singkat bisa di lihat di www.catatanperiuk.blogspot.co.id


papan pesan di dapur

Wajan anti lengket yang lapisan anti lengketnya sudah ngelupas di sana-sini jangan di buang. Kabarnya sobekan anti lengket ini bahaya jika termakan. Tips dari saya kelupasin sekalian lapisan anti lengketnya yang berwarna hitam sampai bersih.  Jadi deh wajan biasa tapi tidak lengket lho, asal sebelum di pake panaskan dengan minyak sampai rata. Wajan ini jadi cetakan Pancake andalan hehehe.

Oh ya wajan anti lengket bekas juga bisa di sulap jadi hiasan dapur, di decopage sama seperti talenan, cat dengan cat akrilik, tempele hiasan kertas atau quote. Saya belum sempat mencoba bikin, tapi ada niat karena punya wajan anti lengket bekas dua.




Jumat, 20 November 2015

Orang biasa dalam sejarah luar biasa*

Niatnya mau posting tulisan ini tepat tanggal 10 kemarin, sebagai tulisan persembahan hari pahlawan tapi eh tapi baru beres kelar hari ini.

Era pahlawan mengangkat senjata memang sudah lewat tapi melalui tulisan yang saya kutip dari buku Zaman Perang nya Hendi Jo,  saya mau mengajak  flash back sejenak, mengingat kembali bagaimana negara ini dulu diperjuangkan. Duh, kesannya jadi serius begini ...

Tepat pukul 06.00 pada 10 November 1945 – hari yang tidak akan terlupakan dalam sejarah panjang negara bernama Indonesia – tentara Inggris membombardir Surabaya hingga tengah malam. Akibatnya, ribuan orang (mayoritas rakyat sipil) tewas seketika. “Wajar bila hari pertama saja sudah ribuan. Di pasar Turi saja saya menyaksikan gelimpangan mayat berjumlah hingga ratusan,” ungkap Letkol (Purn) Moekajat. Ribuan pejuang tewas dan sekitar 200.000 rakyak sipil mengungsi dari neraka Surabaya. (hal 102)

Rabu, 18 November 2015

Buah manis menabung

Tantrum heboh
Sekitar setahun lalu, Azka pernah tantrum di mall gara-gara pengen beli lego yang harganya 500 ribu. Sudah saya rayu untuk beli lego kecil agar murah tapi keukeuh pengen yang itu. Saat itu usianya 6 tahun jadi kebayang kehebohan tantrumnya. Malu bangetlah pokoknya.

Selain tak ada dana untuk beli mainan seharga itu, saya dan Abinya pun berprinsip jangan memberikan anak sesuatu gara-gara tantrum nanti jadi kebiasaan dan tantrum di jadikan senjata untuk mendapatkan sesuatu.

Jadilah Abinya membopong Azka yang gigih meronta. Batal deh rencana makan siang. Sepanjang keluar mall menuju parkiran kami jadi bahan tontonan.

Ini bukan tantrum Azka yang heboh pertama kalinya lho,  dua kali tantrum sebelumnya di keramaian juga yaitu  di pameran dan mall lain. Dan tindakan kami sama, membopong paksa Azka untuk pulang. Itu belum termasuk tantrum di rumah.

Saya kira, adiknya akan mengalami hal sama, ternyata tidak. Khalif jarang tantrum kalau pun tantrum tak seheboh Azka.

Kami sebagai orang tua belajar konsisten dengan aturan, Azka juga belajar menahan diri dan tahu bahwa semua hal bisa di dapat secara instan, tidak semua yang diinginkan bisa mudah di dapatkan begitu saja.

Sisi positif tantrum
Beruntung saya pernah membaca buku pengasuhan mengenai tantrum, yang bukan hanya berisi tips menghadapi anak  tantrum  juga efek positif dari tantrum jika orang tua mengelolanya dengan baik.

Anak mengamuk karena ingin sesuatu dan tetap memaksa walaupun kita larang, artinya dia memiliki keinginan kuat (kalau istilah orang sunda mah keukeuh) jadi katanya kelolalah sisi ‘keukeuhnya’ agar kelak anak memiliki sikap gigih  saat ingin mencapai tujuan. 

Jadi kami tidak memukul atau mencerca Azka karena tantrumnya tapi di biarkan sampai capek hahaha. Setelah tenang beri pengertian. Tidak cukup sekali tapi dengan jeda waktu lama. Terus saya dan Abinya bilang, bahwa  lego mainan mahal jadi kalau ingin beli Azka harus menabung dulu.

Karena kasian, untuk menurutkan keinginan legonya, saya download game lego di hp. Agar tidak addick main game, saya downloadnya yang game lego junior.

Sifat keukeuh Azka mulai nampak sekarang, tanpa tantrum tentunya. Jika dia menginginkan sesuatu berusaha gigih mencapainya dan suka mensugesti dirinya sendiri.  

Menabung
Tapi rupanya lego game tidak membuat keinginan Kaka memiliki lego dalam bentuk fisik luntur. Bahkan saya pernah haru, karena setiap mengisi celengan ayamnya, dia selalu bilang buat beli lego dan mengajak adiknya untuk melakukan hal yang sama.

Minggu lalu tabungan di pecah dan jadilah kami membelikannya lego. Dan ternyata eh ternyata bukan hanya anak-anak yang keasikan main lego, emak bapaknya juga. Saya jadi tidak heran ada orang yang koleksi mainan  lego karena memang mengasikkan. Jadi pengen beli seri ini itu hahaha. Tapi tetap ya harus konsisten,  menabung dulu. 


Sabtu, 07 November 2015

Feel Like Home di Hotel Grand Zuri BSD City

Berbicara mengenai tempat wisata di Jakarta, pasti yang pertama kali di sebut adalah tempat wisata yang menjadi ikon kota Jakarta, sebut saja misalnya TMII, Ancol, Dufan, dan Monas. Tempat wisata yang selalu jadi kunjungan ‘wajib’ anak sekolah.

Padahal tempat wisata di Jakarta banyak lho, museum saja ada 66. Hah 66? Museum apa saja? Untuk mencari tahu, kita kenalan dulu sama Jakarta Corners.

Beberapa waktu lalu saya mengikuti blogger gathering sekaligus launching Jakarta Corners dan  talk show bertema Telisik Unik Sudut Kota Jakarta  dengan narasumber traveler writer kondang mas Teguh Sudarisman, bertempat di Hotel Grand Zury BSD.

Sebelum bicara soal wisata atau traveling rasanya tidak lengkap jika tidak  ngobrolin tempat penginapan yaitu  hotelnya, karena satu kesatuan. Terlebih menginap di hotel saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, untuk mencari suasana baru. Yap, menginap di hotel tak harus ke luar kota dulu.

Hotel Grand Zuri  BSD, Feel Like Home
Bagi beberapa orang nama Hotel Grand Zuri mungkin sudah familiar karena hotel ini bukan hanya ada di BSD (Bumi Serpong Damai), di Jakarta sendiri sudah ada di  daerah Mangga Dua, di kawasan Jababeka dan beberapa kota besar di Indonesia seperti Pekan Baru, Padang, Yogyakarta, Bali,  dan Palembang.

Alamat tepatnya, berikut kontak untuk reservasi di Jln. Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk Blok CBD lot.6 BSD City, Banten - Indonesia.

Telepon +622129404955 Faks +622129404966
Email reservation.bsd@grandzuri.com
Website www.grandzuri.com

Hotel Grand Zuri BSD satu dari sekitar  18 yang di kelola Zuri Hotel Management.  Sebuah hotel bintang empat yang memiliki moto  layanan We Khow How To Please You.  Dengan moto itu pula Hotel Grand Zuri BSD mengemas pelayanan, mendesain kamar dan fasilitasnya agar pengunjung merasa feel like home, cozy dan nyaman, yang tentunya menimbulkan rasa betah dan menjadi hotel pilihan utama ketika akan menginap.

Ini adalah foto penampakan samping depan Hotel Grand Zuri BSD, foto saya pinjam dari google karena saat ke sana tidak sempat foto bagian depannya.




Sabtu, 24 Oktober 2015

Pipis

Para mama pasti sempat  merasakan masa-masa di mana si kecil suka sekali menahan pipis, hingga saat dia bicara ingin pipis artinya pipisnya sudah tidak bisa lagi di tahan. Nah itu juga yang sering terjadi pada kedua si kecil saya terutama si sulung sampai berumur enam tahun.

Sudah berkali-kali saya nasehati untuk tidak menahan pipis, tetap saja di lakukan. Akibatnya pernah pipis di celana saat berjalan menuju toilet di sebuah mall. Sering mampir ke minimarket atau fast food sekedar untuk pipis, biar ga malu dan terlalu mencolok numpang pipis, terpaksalah jajan.

Kebelet pipis di busway, di mobil saat melaju di flyover tol kota, saat macet....pokoknya heboh dan bikin panik. 

Dan cerita itu di muat di rubrik gado-gado femina edisi 42, yang terbit hari kamis lalu (24 oktober)

Punya pengalaman menarik dan unik juga? Yuk kirim ke rubrik gado-gado, 3 halaman spasi 2 ke kontak@femina.co.id.





Kalau di muat lumayan lho honornya heheh

Oh ya satu lagi, menahan buang air kecil itu berbahaya, bisa Anyang-anyangan.


Jumat, 23 Oktober 2015

Tips rencana keuangan ala keluarga karyawan

Hidup sejahtera impian semua orang, pun sejahtera dalam arti yang sangat sederhana, yaitu cukup makan, cukup tempat bernaung, cukup untuk biaya pendidikan anak-anak, sehat dan tak bingung ketika sakit yang kedatangannya kerap tak terduga,  karena memiliki dana darurat atau asuransi. Sejahtera sampai menutup usia dengan husnul khotimah.

Mungkin itu juga maksud ibu saya ketika selepas kuliah dulu selalu mendorong untuk ikut tes cpns ini itu dan  di doakan jadi pns, yaitu karena memiliki uang pensiun, jadi tak bingung ketika usia tua. Tak perlu membanting tulang saat usia tua, tinggal menikmati. Kedua orangtua saya bukan pns jadi mungkin meraka merasakan dan membayangkan, enaknya punya uang pensiun :D.

Tapi harapan orangtua tidak terkabul, saya menjadi karyawan swasta yang kemudian memutuskan resign dan menjadi pekerja lepas. Suami saya pun karyawan  swasta.

Dengan  melek info (membaca), kami jadi tahu karyawan swasta pun bisa punya pensiunan. Caranya kelola keuangan dengan baik  selagi kami bisa produktif seperti sekarang, menabung, investasi dan atau asuransi.  

Menurut artikel yang saya baca di brighterlife.co.id, ada 3 rencana penting atau rencana garis besar dalam mengelola keuangan yaitu investasi, rencana keuangan sehari-hari secara keseluruhan yang meliputi biaya hidup, cicilan rmh dsb, dan yang terakhir rencana dana pensiun.

Dari referensi lain, yang saya baca seperti ini % alokasi penghasilan bulanan.

*Zakat, infak, sedekah = 5%
*Dana darurat dan premi asuransi = 10%
*Biaya hidup rutin = 50%
*Tabungan untuk kebutuhan dalam setahun = 10%
*Investasi jangka menengah dan panjang = 15%
*Biaya senang-senang dan gaya hidup = 10%

Jujur saya, bagi saya hitung-hitungan di atas agak membingungkan,

Minggu, 18 Oktober 2015

Wisata malam di JungleFest

Bisa di bilang ini sambungan dari tulisan saya sebelumnya yang di posting sekitar seminggu lalu, yaitu saat liburan di Bogor dan menginap di Padjadjaran Suites Resort (dapat voucher gratis sebagai blogger  jadi ya semacam job review hehehe).  Sekitar 500 meter dari hotel ini terdapat tempat wisata yang pastinya di sukai anak-anak yaitu JungleFest, sedangkan water park The Jungle terletak sekitar 1 km dari sini. Dan untuk masuk ke JungleFest ini pihak hotel memberikan voucher diskon sebesar 50%, lumayan kan...

ikon JungleFest

Arena wisata ini masih terbilang baru, jadi masih gersang, belum ada tumbuhan besar efeknya jadi panas. Untuk weekend tempat ini buka sampai jam 10 malam jadi sangat nyaman jika berkunjung ke sini dari sore hingga malam. Tak perlu khawatir soal tempat sholat dan makan, karena di sini ada dua mushola cukup besar dan food court yang nyaman.

Karena semua wahana menggunakan listrik untuk keamanan jika hujan, semua wahana off alias dimatikan. Jadi jangan kemari saat musim hujan ya teman.

Oh ya jika ke JungleFest dari sore  hingga malam  atau sengaja datang malam hari jangan lupa bawa kamera yang cukup bagus untuk foto-foto malam hari. Background lampu-lampunya bagus untuk foto-foto. Tak perlu ngedadak beli kamera DLSR untuk kemari, kamera saku juga ok. Eh, kamera handphone juga sekarang udah canggih, ada yang cukup bagus untuk foto-foto malam hari walaupun hasilnya kurang maksimal .

kalau pake kamera prof pasti kece badai nih hasilnya 

Sabtu, 17 Oktober 2015

Empat hal penting dalam membeli rumah

sumber foto dari pinterest.com
Setelah menikah saya menjalani hubungan LDR alias long distance relationship karena kami bekerja di kota berbeda, saya di Bandung, suami di Jakarta. Dengan harapan suami dapat kerjaan di Bandung jadi punya rumah dekat orangtua *enaknya*.  Kalau suami ke Bandung suka  iseng-iseng mencari rumah di jual di Bandung. Tapi yang terjadi sebaliknya saya keterima kerja di Bogor. Jadilah kami membeli rumah (nyicil KPR maksudnya hehehe) di Bogor, dengan pertimbangan dekat dengan tempat kerja saya, suami ngalah, pulang pergi Jakarta – Bogor naik krl. Siapa sangka, lima tahun berikutnya kami memutuskan pindah ke Tangsel dan hunting rumah di sini.

Cari rumah itu gampang-gampang susah, tergantung rejeki, begitu kata orang. Tapi memang benar, ada cerita teman beli rumah seken harganya murah padahal pasaran di perumahan itu sudah mahal. Ada juga yang sebaliknya, kecele alias beli rumah kemahalan.

Keliling Tangsel, masuk dari perumahan satu ke perumahan lain, ketemu broker, ngobrol sama sales rumah, dan saya mendapat point-point penting ini, tips membeli rumah.

Pertama, jika akan membeli rumah bekas, pastikan ada sertifikatnya dan bukan rumah sengketa. Dan bagaimana bentuk sertifikatnya, hak guna bangunan atau hak milik. Membeli rumah tanpa sertifikat sangat beresiko karena bisa di klaim orang lain yang memiliki sertifikat.

Jika membeli rumah baru, pastikan kita tahu, setelah lunas apa bentuk sertifikatnya hak milik atau HGB. Dan jika sertifikat hak milik apa bisa langsung di ganti nama kita saat cicilan berjalan.

Kamis, 15 Oktober 2015

Dendeng Balado citarasa Minang yang mendunia

Satu nama beda ‘rasa’
Walaupun bukan orang Padang boleh donk ya menulis soal kuliner Padang, daerah asal Pak Suami. Masakan yang kini di gemari si sulung terutama rendang dan gulainya. Masakan yang beberapa resepnya sudah saya kuasai.

Saya mau menulis soal dendeng balado, masakan Padang yang sedikit banyak mengingatkan saya pada dendeng khas orang sunda yang biasa di sebut gepuk. Sama-sama ptongan daging tipis, tapi rasanya berbeda. Gepuk berbumbu gula merah, asam, ketumbar, merica, jahe,bawang merah dan putih, laos lalu di goreng saat akan disajikan. Rasanya manis asam beraroma ketumbar dan sedikit pedas dari merica. Sedangkan dendeng balado disajikan dengan sambal jadi rasanya pedas.

Perkenalan pertama dengan kuliner Padang
Menikahi orang Sumbar membawa pengalaman baru  yaitu menikmati kuliner dari Rumah makan (RM) Padang ke RM Padang lainnya. Dari suami saya jadi tahu kalau judul RM Padang umumnya tidak sekedar judul tapi biasanya membawa nama daerah mereka berasal atau suku. Misal RM Lembah Anai, menunjukan pemiliknya dari Lembah Anai.

Mungkin itu salah satu sebabnya, rasa dan tekstur beberapa masakan padang di RM satu dengan lain berbeda.

Bicara RM Padang, setuju donk kalau saya bilang, RM ini paling mudah di temui di Indonesia, di Jabodetabek sendiri mungkin paling banyak, dari yang RM model kaki lima hingga restoran. Selain karena orang Minang banyak yang merantau juga karena masakan Padang di gemari banyak masyarakat Indonesia. Gurih dari santan, dipadu rasa pedas dan aroma rempah yang sedikit banyak menyumbang rasa lezat.  

Tak heran jika beberapa masakan khas Padang sudah mendunia salah satunya rendang yang di nobatkan CNN sebagai sebagai makanan terenak di dunia.

Dendeng Balado
Untuk saya yang  awam soal kuliner dan baru menjajaki masakan Padang di RM Jabodetabek, secara kasat mata hanya mengenal dua jenis dendeng Padang yaitu dendeng balado basah dan kering.

Saya sebut dendeng balado kering karena dendeng di sajikan kering alias tanpa kuah dengan bumbu cabe yang di letakkan di atasnya. Dendeng jenis ini yang umum di temui di banyak RM Padang Jabodetabek. karena saya baru menjelajah RM Padang di jabodetabek dan Bandung, semoga suatu saat bisa di RM Padang yang ada di Sumbar.

Dendeng balado basah, sedikit berkuah minyak, karena di masak dengan cara di rebus bumbu cabai sampai bumbu cabe mengisakan kuah minyaknya saja.

Pertama kali mengenal dendeng balado  basah, saat saya di ajari tante suami memasak masakan padang  (selain rendang) beberapa minggu setelah nikah. Katanya ini sebagai bagian mewariskan resep keluarga.

Ini penampakan dendeng balado basah buatan saya :) 

dendeng balado basah

Dendeng jenis ini jarang saya temui di RM Padang tapi justru dendeng ini yang sudah di jual dengan cara di kemas seperti yang saya baca beberapa waktu di sebuah majalah yang mengangkat profil pengusaha wanita yang mengemas dendeng balado, beberapa pembeli khusus membeli untuk bekal traveling ke luar negeri, berhaji atau  umrah, karena makanan ini cukup tahan lama. Sudah mulai mendunia bukan? Merk saya tutup karena ini bukan iklan :)

dendeng balado kemasan 

Setelah saya membaca-baca artikel kuliner tulisan pakar kuliner Bondan Winarno, saya menjadi tahu ternyata ada 4 jenis dendeng yang ada  di Sumatra Utara, yaitu dendeng balado, dendeng batokok, dendeng lambok dan dendeng baracik.

Nah termasuk dendeng balodo manakah dendeng balado basah resep keluarga suami?

Dendeng balodo adalah irisan daging tipis yang di goreng garing lalu di siram sambal berwarna merah. Proses pembuatannya, irisan daging mentah di bumbui cabai lalu di jemur sampai kering, kemudian di goreng saat akan di sajikan. Tekstrurnya garing dan renyah.

Dendeng batokok adalah dendeng khas Bukitinggi. Istilah batokok diambil dari cara memasak dendeng ini yang dengan cara  di tokok-tokok atau di pukul-pukul. Jadi daging mentah di rendam bumbu lalu di iris tipis, setelah itu di pukul-pukul batu atau cobek agar seratnya pecah, lebih tipis dan lebar, bumbu pun ikut meresap. Daging ini kemudian di bakar setelah matang,  dilumuri dengan minyak tanak dan bumbu cabai.

Dendeng Lambok, nah dendeng ini yang paling mendekati dendeng balado resep keluarga pak suami. Irisan daging sapi yang direbus dengan bumbu balado sampai menyisakan kuah minyak. Tapi tidak menggunakan santan jadi kuahnya berasal dari minyak. Ciri khas lain dari dendeng balado basah ini bumbunya pedas asam karena di tambahkan tomat.

Dendeng Baracik. Ini adalah dendeng khas Minangkabau. Dendeng ini dibuat dari potongan tebal bagian dada sapi kemudian di jemur agar layu setelah dilumuri bumbu. Proses pelayuan berlanjut di dapur yang panas dan penuh asap. Dendeng ini disajikan dengan mengiris dari bongkahan daging layu itu kemudian digoreng dan dibumbui bumbu cabai bertomat.

Tapi setelah menjajaki beberapa RM Padang di Jabodetabek dari yang kaki lima sampai restoran jarang sekali saya menemukan dendeng yang sama persis walaupun namanya sama, misalnya dendeng batokok. Dendeng disajikan dengan variasi dan citarasa berbeda, ada yang berbumbu cabai merah, ada yang cabai hijau, ada yang dengan tomat ada yang tanpa tomat. Mungkin karena dalam dunia kuliner tidak ada SNI ya hahahha tapi itulah yang membuat dunia kuliner  selalu menarik  dan bisa terus bertambah keragamannya, tak habis jadi bahan pembicaraan dan untuk dicoba tentunya.

Untuk membuktikannya pada teman-teman di sini, berikut saya capture gambar dendeng hasil pencarian dari google. Serupa tapi tak sama kan? Soal rasa, seperti kata orang lain tangan lain rasa, kalaupun ada persamaannya tidak persis banget.




Kandungan Gizi
Karena terbuat dari daging sapi tentunya dendeng balado kaya akan protein, tapi sebesar apa kandungannya, tergantung cara pengolahannya karena protein akan berkurang melalui proses pemasakan.

Jika dilihat dari proses pemasakannya, menurut saya  yang paling bagus  kandungan gizinya adalah dendeng balado yang di masak dengan cara di jemur atau di asap lalu di bakar atau digoreng. Karena kandungan protein akan berkurang jika diproses cukup lama dengan cara di rebus.

Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk jaringan baru dan merupakan nutrisi untuk otak. Daging juga mengandung zat besi yang berfungsi meningkatkan metabolisme dalam tubuh dan kekebalan tubuh. Kandungan mineral lain dari daging sapi adalah selenium dan zink. Mineral dalam tubuh berfungsi dalam proses metabolisme. Kandungan vitamin B kompleks membantu konsentrasi dan daya ingat. Sedangkan omega 3 membantu fungsi jantung dan sistem saraf.

Kandungan gizi bumbu dan rempah
Selain, kandungan protein nilai gizi dari dendeng balado ini di dapat dari bumbu dasar yang menambah citarasanya, yaitu bawang merah, cabai, tomat (tapi tidak semua bumbu balado memakai tomat), dan rempah seperti daun salam, laos, dan serai.

Bawang merah adalah sumber frukto-oligosakarida, zat yang bisa menekan pertumbuhan bakteri berbahaya di usus besar. Bawang merah juga mengandung vitamin C, beberapa mineral seperti zink, kalsium, besi, mangan, magnesium dan potasium. Mineral penting dalam proses metabolisme tubuh.
Rasa pedas cabai berasal dari zat yang di sebut capsaicin, yang berdasarkan penelitian bersifat analgesik, anti karsinogenik dan dapat mengurangi kadar kolesterol.

Selain itu cabai juga mengandung Vitamin C dan  Vitamin A yang bersifat antioksidan, Vitamin B-kompleks dan sejumlah mineral seperti besi, magnesium, dan kalium. 

Senyawa antioksidan dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang merupakan pemicu penuaan dini atau kanker.

Tomat mengandung mineral seperti thiamin, vitamin B6, fosfor dan tembaga. Selain itu tomat kaya dengan karotenoid yang merupakan antioksidan.

Rempah umumnya mengandung senyawa yang bersifat aromaterapik yang menjadikan masakan harum selain itu senyawa aromaterapik memiliki fungsi untuk kesehatan seperti anti radang dst.




Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jelajah Gizi 3

http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Jelajah-Gizi-3-Makanan-Daerah-Yang-Mendunia


referensi tulisan 
manfaat.co.id
artikel pak Bonda Winarno
majalah Ummi
www.femina.co.id

Sabtu, 10 Oktober 2015

Internet cepat untuk Mama Cerdas #GoForIt

Digital Mommy




Suatu malam saat sedang asik browsing dan ngeblog (saya biasa melakukan aktivitas ini malam hari - saat anak-anak tidur), tiba-tiba listrik mati, setelah di cek ternyata voucer listrik habis. Panik? Enggak dong, tinggal ambil smartphone, klik mobile banking, pilih menu m-payment pilih publik/utilitas, lakukan transaksi, dalam waktu sepuluh menit, listrik menyala. Simple bukan?

***
Senin pagi beberapa waktu lalu, saya di kejutkan dengan deringan telepon dari suami yang sejam lalu pamit ngantor.
“Ma, laptop ketinggalan, gimana ya? Ada meeting lagi jam 9. Bisa anterin  gak?”
“Tenang, nanti Mama anterin, gak sampai satu jam nyampe kok.”
“Di anterin pake apa?”
Saya tersenyum, mengambil smartphone, pilih aplikasi transportasi publik yang sudah saya dowload sebelumnya.  Tak sampai sepuluh menit seorang ‘kurir’ datang, wajahnya persis foto yang muncul di layar aplikasi tanpa ragu saya mempercayakan mengantar laptop suami padanya.
Tak sampai satu jam pak suami kembali menelpon dengan suara sumringah.
“Terima kasih ya Mam,  idenya hebat.”
Hidung mama kembang kempis kegeeran hahaha.

***
Hari minggu, si kaka merengek minta di bikinkan kue bola coklat karena semalam habis di bacakan buku berjudul kue bola coklat.  Padahal mamanya ini tidak jago bikin kue,  walaupun suka praktik kue seringnya yang itu – itu terus. Yang simple dan anti gagal. Dan kue bola coklat belum pernah praktik dan belum tahu resepnya.

Jumat, 09 Oktober 2015

Berakhir pekan di Padjadjaran Suites Resort

Liburan adalah saatnya rehat sejenak dari rutinitas, menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, khususnya anak-anak dengan Abinya, family time, karena setiap hari pergi pagi pulang malam, otomatis waktu bersitatap dengan anak-anak terbatas.

Liburan menginap di Bogor apa tidak takut kejebak macet? Mood liburan kan  bisa kandas gara-gara macet. Tidak takut macet donk karena tempat kami menginap agak jauh dari hiruk pikuk kota dan tak jauh dari hotel ada beberapa tempat wisata asik, yang pastinya di sukai anak-anak.

Yap, kami menginap di Padjadjaran Suites Resort and Convention Hotel Bogor yang terletak di Kompleks Bumi Nirwana Residence, tak jauh dari kaki gunung salak. Di BNR ini terdapat dua tempat wisata terkenal yaitu The Jungle sebuah water park besar dan tepat sekitar 500 meter dari Padjadjran Suites Resort ada JungleFest, arena bermain anak-anak. Asik kan. 

tampak depan
Rencananya subuh dari Tangsel, sampai di Bogor pagi dan berenang di The Jungle, siang cek in hotel lalu istirahat. Sore ke JungleFest, habis isya dinner. Sayangnya urusan kantor pak suami tak bisa kompromi, hari jumat pulang malam sehabis meeting maraton. Gak kuat jika harus berangkat pagi, nyetir pula.

Akhirnya kami berangkat siang dan sampai di hotel sekitar pukul satu, pihak hotel  menyambut kami dengan ramah dan sigap mengantarkan barang bawaan kami yang lumayan banyak. Beginilah kalau liburan bawa anak-anak, walaupun sehari bawaannya banyak hehehe.

Rabu, 07 Oktober 2015

Terlalu bersih tidak, ya?

Tulisan terbaru di majalah ayahbunda edisi terbaru, no 20 edar minggu ini. Tema utama yang diangkat majalah AB edisi ini mengenai kebersihan. Ada 92 tips bersih sehat, bonus card cara mandi untuk si kecil, tips menghadapi 'serangan' hewan kecil yang kadang  berkeliaran di rumah seperti lalat, laba-laba, tikus, tunga, kecoak dsb. Ada juga rekomendasi alat kesehatan keluarga yang sebaiknya di miliki.

Lalu fakta dan mitos seputar kesehatan, seperti mengenai makanan untuk anak yang di tiup atau dikunyahkan orangtua, istilah belum 5 menit untuk makanan jatuh, main lumpur, makanan kadaluarsa dsb.

Oh ya seperti biasa tampilan artikelnya eye catching, baik warna, penempatan maupun susunannya. Membaca jadi tidak membosankan. Artikel di tulis dengan gaya bahasa ringan, singkat dan padat.

fakta dan mitos seputar kebersihan

gambar cover edisi 20 

Selasa, 06 Oktober 2015

Menjalin relasi dengan kartu nama

kartu nama baru :)
Awalnya merasa kurang butuh kartu nama dengan label blogger dan penulis lepas, walaupun sejak dapat orderan nulis jadi kontributor lepas,  Pak suami menyarankan untuk punya kartu nama. Tujuannya untuk membuka peluang lebih banyak orderan nulis. Siapa tahu ketemu orang media  yang butuh penulis lepas saat ikut workshop atau seminar, tinggal kasih kartu nama.

Tapi merasa nulisnya masih belajar dan belum banyak, rencana bikin kartu nama maju mundur.

Sampai, mengalami   beberapa kejadian yang  membuat menyesal tidak punya kartu nama. Misal, saat ikut workshop nulis dan yang duduk di sebelah (baca di kartu peserta yg tersemat di bajunya) editor majalah F. Waktu itu tulisan saya belum tembus satupun ke sana, walaupun sering ngiirim. Jadilah ngebet pengen kenalan, ya siapa tahu kalau ada orang dalam, walaupun  belum tentu di muat (karena yang menentukan kualitas tulisan) minimal dapat jawaban kalau  di tolak, ga menggantung alias tanpa kabar, di muat atau di tolak?

Jadilah memberanikan diri kenalan. Obrolan pun mengalir... bla...bla....obrolan di akhiri dengan dia memberi saya kartu nama seraya meminta kartu nama saya.

Senin, 05 Oktober 2015

Blog, dari curhat sampai pekerjaan

Peluang dari ngeblog


Dapat duit dari blog? Ehm, saya ga pernah kepikiran itu waktu pertama kali ngeblog. Walaupun tahu ada google ads tapi karena gagal paham caranya, ya sudahlah, toh niatnya ngeblog buat nulis curhat. Lalu  sekitar tahun 2011, untuk pertama kalinya   saya mendapat  penawaran kerjasama dari sebuah agen medsos. Lumayan bikin shock seneng, apalagi harga penawaran di  approve. Tapi berhubung saya bukan blogger keren penawaran seperti itu jarang, begitupun undangan reportase. Tapi tetap semangat ngeblog donk, karena niatnya buat curhat dan  sharing. Berbagi tips atau referensi buku bagus (selera saya), curhat juga (tetep) dan lain-lain. Harapannya memberi manfaat untuk pembaca, kalaupun di rasa tidak, minimal untuk bacaan santai dan hiburan hehehe.

Mencoba peluang dapat materi dari kontes blog masih sering gagal. Tapi semangat ngontes blog belum luntur donk, masih terus mencoba.

Saya percaya usaha dan kejujuran tulisan (bukan hasil kopas dan bohong) dapat menciptakan peluang entah berbentuk materi atau hal lain yang menguntungkan yang tidak bisa diukur materi seperti persahabatan dan pengalaman. Salah satunya pengalaman berlibur dan  bermalam di hotel bintang 4 sekeluarga, dengan kapasitas sebagai blogger. Untuk ukuran blogger biasa seperti saya, bagi saya  itu wow banget. Kalau persahabatan, tak terhitung, makin banyak teman dan sahabat di mana-mana.

Minggu, 04 Oktober 2015

Piknik ke Pantai

Piknik itu...
Bagi saya, piknik itu berarti; nge-charge energi, mencari inspirasi dan ide, mempererat bonding dengan anak-anak dan suami, mencoba melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda, waktunya rileks, melupakan sejenak kesibukan rutin yang berputar di urusan rumah dan me time. Me time di tengah anak-anak dan suami, ya ga mikirin masak apa hari ini dan ga perlu beresin rumah hehehe.

Untuk anak-anak piknik berarti saatnya belajar dan melihat hal baru, belajar percaya diri di tempat baru, belajar berinteraksi di lingkungan baru dan semuanya di lakukan sambil bermain.

Dengan alasan itu  piknik penting untuk saya dan keluarga. Jadilah kami mengagendakan piknik rutin, untuk piknik keluar kota di luar jabodetabek setahun sekali saat anak libur sekolah – yaitu ke Bandung sekalian menginap di rumah Ibu - banyak tempat wisata murah dan edukatif yang bisa dikunjungi salah satunya dan masih menjadi favorit anak-anak adalah ke museum Geologi karena ada kerangka Tyrex. Piknik dalam kota minimal sebulan sekali yang  seringnya sekalian olahraga, misal ke taman kota (Tangsel) sekalian lari pagi atau piknik di kolam renang sekalian berenang (jadi biasanya saya memilih kolam renang biasa bukan water bomm). Pikniknya dapat, sehatnya dapat. Dana yang di keluarkan pun relatif murah, di tambah lagi biasanya saya membawa bekal dari rumah, jadi kalaupun di sana jajan sedikit.

Piknik paling berkesan; eksplorasi si kecil dengan low budget
Tahun lalu kami piknik ke pantai, walaupun bukan piknik ke pantai yang pertama kali tapi kali ini lebih berkesan. Pertama, piknik kali  ini mengajak serta Khalif  (waktu pertama kali piknik ke pantai, baru formasi satu alias baru punya anak satu). Kedua, melihat ekspresi mereka yang antusias memberi kesan tersendiri untuk saya. Mereka  berdua nampak enjoy bereksplorasi. Ketiga, ini piknik dadakan dengan low budget tapi menyenangkan dan puas.

Saking antusiasnya, begitu kami sampai di pantai tengah hari, anak-anak minta langsung main walaupun matahari bersinar terik dan pantai lenggang. Setelah dua jam di pantai, akhirnya kami paksa mereka pulang ke penginapan dengan janji sore ke pantai lagi.


tengah hari menantang langit *hadeuh*

Rabu, 30 September 2015

Best moment Kaka

Hari minggu lalu, pertama kalinya Kaka berenang sejauh lebih dari 20 meter tanpa jeda, bahkan nampak enjoy dan cengengesan penuh kemenangan (mungkin bangga).

Waktu itu Abinya hanya mengajak Azka  barengan berenang, dan surprise karena Kaka bisa menyamainya.  Jadi postingan ini dalam rangka mengabadikan best moment Kaka.  Hanya penting untuk saya hehehe.

Cerita di balik
Saya memang ingin anak-anak bisa berenang sedini mungkin salah satu alasannya biar tinggi badannya ga kayak mamanya ini hahaha. Pada keadaan dan hal tertentu suka minder tapi dalam batas wajar, ga sampai mengurung diri atau frustrasi hehehe. Manusiawi toh karena manusia sukanya yang sempurna. Tapi pada beberapa keadaan  pernah di untungkan dengan tinggi badan yang saya miliki ini.

Alhamdulillah, pas beli rumah (nyicil kpr maksudnya) dapat fasilitas gratis   klub olahraga selama satu tahun, jadilah Azka yang waktu itu berumur sekitar 1  tahun hampir seminggu sekali kami ajak berenang. Setelah masa gratis habis, Kaka suka menangih minta berenang, kami pun mengadendakan maksimal sebulan sekali mengajak berenang. Sebulan sekali rupanya tidak membuat Azka puas, jadilah di umur 5 tahun lebih, kami mengleskan Azka berenang , seminggu sekali.

Senin, 28 September 2015

CitraRaya Tangerang, perumahan idaman dengan fasilitas lengkap

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya akan menjadi bagian dari warga Tangerang, sampai sekitar hampir setahun lalu, pak suami pindah kerja dan berkantor di kawasan bisnis yang terletak di Tangerang, otomatis membawa saya dan anak-anak pindah tempat tinggal.Wawasan dan mindset saya mengenai kota Tangerang pun berubah, terlebih setelah saya ‘menyusuri’ sebagian kota Tangerang baik secara langsung maupun melalui internet.

Suatu kali pak suami pernah berseloroh,”Ke depannya bisa jadi pusat bisnis dan perkantoran,  karena Jakarta sudah terlalu crowded. Akses ke bandara juga lebih dekat.” Tak lama kemudian dia tertawa,”Lha, kantor saya aja di sini sekarang.”

Tangerang adalah kota yang potensial, terlihat dari infrastruktur yang tengah dan sudah dibangun maupun hunian atau perumahan yang sudah diintegrasikan dengan kawasan bisnis, pendidikan, kesehatan dan wisata, seperti Perumahan CitraRaya Tangerang.  

Jumat, 25 September 2015

Teman wanita sepanjang usia

Artikel saya di majalah Ayahbunda yang edar minggu ini no 19 21 september - 4 0ktober 2015, tentang hormon dan pembalut, keduanya bernarasumber dokter SpOG.



Karena menulis soal hormon, saya jadi tahu banyak mengenai hormon termasuk baru menyadari ternyata hormon berperan dalam siklus  perempuan, dari mulai pubertas, prakonsepsi, kehamilan, menyusui dan menopause. Selain hormon juga berperan dalam kecantikan dan mood. Hormon apa saja dan bagaimana memicu hormon ini agar keluar, bisa di baca di majalahnya. Maaf ya temans ini memang postingan promosi dan dokumentasi hehehe



Tulisan mengenai pembalut adalah serba serbi pembalut, dari macamnya, fungsi dan dampaknya untuk kesehatan reproduksi dan cara merawat daerah intim.





Kamis, 24 September 2015

Samsung Galaxy J5 dengan 4G LTE, akses internet cepat dan stabil

Istilah 4G LTE mungkin sudah tidak asing di dengar, baik melalui iklan atau percakapan keseharian jika tema yang di bahas seputar internet dan smartphone.  Tapi apa sih 4G LTE? 4G LTE adalah generasi keempat teknologi komunikasi mobile-internet. Yang memungkinkan akses internet lebih cepat dan stabil, kapan dan di manapun bahkan saat dalam kendaraan.

Ini tentu makin memberikan kemudahan pada setiap orang yang saat ini, menggunakan internet dari smartphone untuk banyak hal. Termasuk saya, sebagai istri dan seorang ibu, yang merasakan kemudahan dari  beragam aplikasi yang mempermudah segala urusan, dari mobile banking, aplikasi transportasi, makanan bahkan pesan tiket perjalanan. Tak perlu beranjak dari rumah semua bisa dilakukan via smartphone dan tentu harus didukung dengan akses internet yang cepat dan stabil.

Kecepatan internet cepat ini juga cukup meredakan kepanikan jika si kecil rewel dalam perjalanan di kendaraan karena macet, yaitu dengan meminjami mereka smartphone saya untuk menonton lagu atau film pendek anak-anak di youtube. Kalau jaringan lelet kadang malah menambah kerewelan terutama si bungsu. "Mama, kok gambarnya diam aja!" "Mama, mana gambarnya!".

Belum termasuk urusan pekerjaan sampingan (pekerjaan utama sebagai irt ;D) saya sebagai blogger dan penulis lepas yang harus di dukung akses internet cepat. Contoh, karena kehadiran teknologi dan media sosial, saya tidak perlu beranjak dari rumah untuk mencari dan menghubungi narasumber tulisan berupa liputan. Tinggal search dari hp, hubungi beberapa teman di media sosial, dapat kontak, langsung telepon. 

Samsung Galaxy J5 mendukung aktivitas saya
Beruntung kini saya memiliki Samsung Galaxy J5, yang sudah di lengkapi prosesor yang bisa diandalkan 1.2 GHz Quad Core sehingga dapat mengakses teknologi 4G LTE. Upload foto untuk postingan blog jadi lebih cepat. Saya pun bisa mengedit  dan mengirimkan tulisan pesanan saat menunggui si kecil les, tanpa khawatir tiba-tiba jaringan drop. 


spesifikasi yang mendukung

Browsing untuk referensi tulisan pun menjadi lebih cepat, dapat membuka beberapa web tapi lelet dan yang pasti bisa dilakukan di perjalanan atau di luar rumah di tengah aktivitas lain. Anak-anak pun bisa enjoy saat meminjam handphone mamanya ini untuk nonton youtube. Makin lengkap dengan dukungan layar super Amoled, yang membuat tampilan gambar lebih tajam dan natural. 

Kecepatan akses internet ini tentu saja, memudahkan saya mendownload  fasilitas S Lime dari Samsung Galaxy J5 yaitu gratis mendownload  puluhan media massa seperti koran, tabloid dan majalah. Caranya bisa di lihat di postingan saya sebelumnya di sini.

Ultra power saving mode mengurangi konsumsi baterai dengan cara menutup fungsi yang tidak dibutuhkan, sehingga Samsung galaxy J5 tetap aktif saat ada panggilan penting.

Singkat kata, Samsung Galaxi J5, mengabadikan dan mendukung aktivitas saya sebagai istri, ibu dua anak, blogger dan penulis lepas. Inilah momen saya, tunJukkanmomenmu dengan mencari tahu lebih jauh keunggulan dan semua fitur Samsung Galaxy J5 bisa di lihat di http://www.samsung.com/id/consumer/mobile-devices/smartphones/galaxy-j/SM-J500GZKDXID

Berbagi pengalaman mengunakan Samsung Galaxy J5 bisa pantengin akun-akuin resmi Samsung beriku ini dengan hastag #tunJukkanMomenmu.
twitter @Samsung_ID 
instagram @Samsung_id  


Tulisan ini disponsori oleh 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...