Jumat, 31 Oktober 2014

Melempar dan Menangkap Bola

Usia Khalifah menjelang  3 tahun, seperti biasa setiap akan bertambah umur saya  mencocokkan tumbuh kembangnya dengan buku panduan tumbuh kembang anak yang saya miliki. Untuk melihat  tumbuh kembanganya, yang sudah dilampaui dan yang harus di stimulasi. Sejauh ini kemampuan Khalifah berkomunikasi cukup baik untuk anak seusianya; bicaranya sudah lancar - tidak melalui tahap cadel - dan sudah bisa menyusun kalimat dengan baik. Ehm, mungkin itu karena saya sering membacakannya buku sejak bayi sampai sekarang.

Kekurangannya, Khalifah bisa melempar bola tapi belum terarah dan belum bisa menangkap bola dengan tepat. Khalifah bukan tak tertarik main bola, malah antusias dan selalu ikut nimbrung jika anak tetangga main bola, tapi karena belum bisa ia lebih banyak lari kesana –kemari tanpa berhasil menendang atau menangkap bola.

Belum bisa menggunting tapi ada usaha untuk bisa, jadi masih di bantu saya atau kakaknya. Sudah bisa menempel tapi belum tepat dan belum bisa mengancingkan bajunya sendiri.

Cukup banyak juga ternyata pe –er saya dan itu semua ternyata berhubungan dengan kemampuan motorik halusnya. Saya akui untuk hal-hal itu, saya jarang menstimulasinya. Keterampilan motorik halus adalah kemampuan melakukan gerakan kecil yang menggunakan jari-jari tangan, tangan dan pergelangan tangan.

Keterampilan motorik halus penting karena mendukung keterampilan fisik dan mental lainnya. Misal, saat bermain balok, kemampuan motorik halus yang baik akan membuat anak tahu susunan balok yang ingin dibuatnya.

Untuk motorik kasarnya sendiri seperti berlari, melompat  dan menaiki anak tangga sambil berpegangan sudah cukup baik.

Perkembangan setiap anak berbeda satu sama lain tapi umumnya mengikuti satu alur waktu yang pasti. Misal, untuk bisa berlari dan melompat range usia biasanya antara 24-30 bulan.

Jika terlambat beberapa bulan padahal sudah di stimulasi mungkin perlu bantuan psikolog atau dokter anak. Disinilah pentingnya pertumbuhan dan perkembangan anak dipantau secara rutin sehingga dapat dideteksi jika terdapat gangguan pertumbuhan dan perkembangannya.

Mengancingkan baju, melempar dan menangkap bola terlihat sepela ya  tapi sebenarnya gerakan yang dibutuhkan untuk melakukan itu rumit  lho untuk anak usia 2 sampai 3 tahun, jadi perlu stimulasi dan latihan . Karena melempar dan menangkap bola membutuhkan keseimbangan tubuh, bergerak tepat waktu dan membutuhkan koordinasi tangan dan mata yang baik. Sama seperti halnya mengancingkan baju yang memerlukan koordinasi mata, jari-jari dan tangan.

Untuk latihan mengancingkan baju, saya pakai boneka yang dipakaikan baju bekas Khalifah yang berkancing.



Sementara untuk latihan melempar dan menangkap bola saya biasanya meminta bantuan Kakaknya atau Abinya (panggilan Khalifah untuk Papanya).



Lengkapi dengan Nutrisi

Stimulasi tanpa dukungan nutrisi hasilnya tidak akan optimal. Karena saat kita menstimulasi si kecil rangkaian sinaps di otaknya akan berkembang dan semakin kompleks, untuk itu sel-sel dalam otak perlu nutrisi.

Selain itu nutrisi juga merupakan salah satu kebutuhan fisis biologis anak yang sangat penting selain kebersihan lingkungan, pengobatan, olahraga, bermain dan pola pengasuhan yang asah,asih dan asuh.
Berikut adalah tiga kebutuhan dasar anak;

  1. Kebutuhan fisik-bilogis yaitu memberikan nutrisi dengan ASI di 6 tahun pertama kehidupannya. Pemberian makanan juga bagian dari stimulus karena melatih otot pencernaan, melatih keterampilan makan dan melatih anak melakukan rutinitas.
  2. Kebutuhan kasih sayang dan emosi yang dimulai sejak dalam kandungan yaitu dengan menciptakan rasa aman, memberi contoh, perhatian, penuh kegembiraan. Stimulasi yang tercipta dapat merangsang kecerdasan multiple, semakin bervariasi stimulasi, makin kompleks hubungan antar sel.
  3. Stimulasi dini dapat merangsang otak kiri (logika, matematika, tata bahasa dan membaca), otak kanan (imajinasi, kreativitas, seni, musik dan bernyanyi), kecerdasan multiple (kerjasama otak kanan dan kiri).

                                                                  

8 komentar:

  1. eh aku coba juga deh yang mengancingkan baju ke bonka

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak biar luwes dan melatih kesabaran plus konsentrasi

      Hapus
  2. Ibunya aktif controlingnya, ya.

    BalasHapus
  3. Mak Rina rajin banget ya mencocokkan teori & praktek. Semoga menginspirasi para mahmud :))

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...