Selasa, 20 Mei 2014

Koleksi Museum untuk Koneksi Masa Lalu, Kini dan Nanti

(Alhamdulillah, masuk juara  favorit di sini )
International Museum Day 
Tanggal 18 mei lalu adalah hari museum Internasional atau Internasional Museum Day artinya pada tanggal yang sama seluruh dunia merayakannya termasuk Museum Nasional Indonesia yang merupakan anggota dari Internasional Council of Museums (ICOM) sebuah organisasi non pemerintah dan merupakan komunitas museum internasional.  International Museum Day waktu hampir  bertepatan dengan hari jadinya Museum Nasional Indonesia yang ke 236.


Hari yang menurut saya istimewa, karena mengingatkan masyarakat termasuk saya akan pentingnya keberadaan museum. Terlebih sebagian masyarakat Indonesia memilih mengisi liburan atau weekend dengan mengunjungan ke museum masihlah asing. Itu terlihat saat saya mengunjungi beberapa museum bersama keluarga. Baru empat  museum yang sudah kami  kunjungi  dan karena anak-anak kami masih berusia balita museum yang kami kunjungi barulah museum –museum yang sekiranya dekat dengan dunia mereka sehingga mudah mereka pahami dua diantaranya museum yang memajang  replika sebuah ikan besar dan dinosaurus. Harapannya mereka menjadi terbiasa dan suka  saat diajak ke museum lagi, termasuk ke museum nasional yang sudah masuk dalam daftar eduwisata yang akan kami kunjungi. 

Menurut saya ada dua hal yang membuat masyarakat kurangnya berminat mengunjungi museum;
 1. Masyarakat kurang paham pentingnya mengunjugi museum.
2. Museum di nilai eduwisata yang kurang menarik untuk anak-anak  karena  monoton.

Itu juga yang saya rasakan saat mengajak anak-anak ke museum, kalau tak pandai bercerita ini itu mengenai objek yang dilihat, bisa dipastikan mekeka ingin segera pulang. Ada juga ruangan museum yang kurang menarik karena pencahayaan yang kurang sehingga terkesan suram dan menakutkan.

Umumnya anak-anak dan pelajar hanya mengunjungi museum saat acara yang diwajibkan sekolah untuk ikut.

Mengedukasi pentingnya mengunjungi museum dan membuat acara kunjungan ke museum menarik sebagai sebuah wisata keluarga, dengan memasang iklan di media massa, karena banyak masyarakat yang tidak tahu beragam kegiatan yang ada di museum. Dan dengan menyediakan jasa tur guide gratis, untuk setiap pengunjung jika diminta. Mengadakan berbagai event dan workshop secara periodik artinya tidak hanya saat hari besar museum. Dan ini saya lihat sudah dilakukan beberapa museum salah satunya MuseumNasional Indonesia yang secara kontinyu mengadakan beragam acara dari lomba menggambar, workshop sampai crafting. Dan dalam rangka memperingati hari jadinya kegiatan yang diselenggarakan bertambah banyak.



Mengenal lebih dekat Museum Nasional Indonesia
Sejarah singkat
Museum Nasional  Indonesia didirakan pada tahun 1778, berawal dari sekelompok intelektual Belanda mendirikan lembaga ilmiah dengan nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen , (Royal Batavia Society of Arts and Sciences ) [ 2 ] badan swasta ini memiliki tujuan mempromosikan penelitian di lapangan di bidang seni dan ilmu pengetahuan , terutama dalam sejarah , arkeologi , etnografi dan fisika , dan menerbitkan berbagai temuan.

Selama masa pemerintahan Inggris di Jawa, Letnan Guberbur Sir Thomas Raffles menjadi direktur perkumpulan ini. Dan karena jumlah koleksi bertambah, pada tahun 1862 pemerintah Hindia-Belanda memutuskan membangun gedung museum baru di lokasi yang ada sampai sekarang yaitu jalan Merdeka Barat no 12.  Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1868.

sumber gambar wikipedia.org
Museum ini dikenal juga dengan sebutan museum gajah karena ada Gedung Gajah karena ada patung gajah dari perunggu di halamannya. Patung ini merupakan dari dari Raja Chulalongkorn dari pata tahun 1871. Dikenal juga dengan sebutan museum arca karena banyaknya arca yang dipajang di sana dari berbagai periode (tahun dan jaman berbeda). Dan museum ini dibuka secara resmi pada tahun 1868.

Mengenal koleksi yang ada di Museum Nasional Indonesia
 Koleksi yang ada di museum Nasional  digolongkan menjadi empat;
  1. Prasejarah. Koleksi zaman prasejarah berupa fosil tengkorak homo sapiens yang di temukan di wilayah Indonesia. Selain itu ada batu kampak, senjata kuno dan alat-alat dari batu.
  1. Numismatik dan Keramik. Keramik yang dikoleksi berkisar antara jaman Majapahit dan merupakan merupakan koleksi keramik dari Cina, Jepang, Vietnam dan negara asia lain.  Ditemukan keramik Cina dari berbagai dinasti yang berkuasa di Cina. Penelitian menunjukkan bahwa orang Cina berlayar ke India melalui Indonesia sedini Han Barat periode ( 205 SM sampai 220 Masehi)
  1. Etnography. Koleksi etnography berisi berbagai benda yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari  termasuk artepak yang digunakan untuk beragam upacara adat masyarakat Indonesia dan diatur sesuai lokasi geografis. Termasuk di dalamnya harta berharga milik kerajaan jaman dahulu.
sumber fb museum nasional Indonesia
  1. Arkeologi adalah penemuan arkeolog ada yang berupa harta benda seperti emas atau artepak. Salah satu penemuan arkeolog yang berharga adalah patung Prajnaparamita yang merupakan dewi kebijakan. Arkeologi yang menunjukkan bagaimana perhiasan dan ornamen berharga di kenakan pada tubuh. Selain itu ada juga harta timbunan Wonoboyo yang terbuat dari emas.

sumber wikipedia.org
Museum Nasional koneksi dari masa lalu untuk masa kini dan masa mendatang
Kini museum nasional berumur 236 tahun, rentang waktu yang cukup panjang, bagaimana museum ini terus melakukan penelitian di bidang ilmu pengetahuan, seni dan budaya dan bisa terlihat  melalui koleksinya yang terus bertambah. Dan seyogyanya bertambahnya koleksi di barengi dengan bertambahnya kesadaran akan pentingnya kehadiran dan mengunjungi museum di masyarakat.

Apa pentingnya mengunjungi museum? Museum adalah media edukasi belajar sejarah, seni dan budaya. Dua cabang  ilmu pengetahuan yang acap kali diabaikan karena dinilai tidak terkait erat dalam kehidupan keseharian.

Padahal sejarah, kebudayaan dan seni adalah batu bijakan untuk sebuah bangsa menjadi maju dan besar. Mengutif perkataan bung Karno; Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.

Dalam pemahaman saya, sebuah bangsa akan bergerak maju dengan perpegang pada sejarah bangsanya. Artinya, dia akan belajar dari sejarahnya bagaimana menjadi besar. Pengambil hal positif dari masa lalu untuk kemajuan bangsanya dan belajar dari kesalahan masa lalu agar tidak terulang.

Selain teks tertulis, sejarah bisa di pelajari dari benda peninggalan masa lalu. Saksi bisu masa lalu ini menceritakan banyak hal secara tersirat dengan jujur. Mungkin kita pernah dengar kalimat; Sejarah tergantung penguasa. Walaupun sejarah tidaklah bisa seratus persen dirubah tapi  pada beberapa hal memang bisa di manifulatif. Namun dengan adanya bukti berupa benda atau artepak sejarah tidak mudah di rubah demi kepentingan penguasa atau satu golongan tertentu.

Beberapa hal yang bisa dipelajari dari melihat koleksi museum Nasional yang membuat kita terhubung dengan masa lalu namun memajukan peradaban.

  1. Koleksi  jaman prasejarah, wilayah Indonesia ternyata sudah di huni mahluk yang di sinyalir sebagai cikal bakal manusia yaitu homo sapiens yang merupakan cikal bakal mahluk hidup berbudaya.
  2. Dari melihat koleksi etnoelogy dan archeology kita menjadi tahu nenek moyang bangsa ini   memiliki kecintaan dan kemampuan  seni dan budaya yang tinggi. Yang seharusnya membuat generasi muda kini dan nanti terpacu untuk lebih  kreatif dan imajinatif dalam hal seni. Atau menjadikan karya seni masa lalu sebagai pijakan untuk membangun kreatifitas.
  3. Dari koleksi artepak, terlihat bahwa nenek moyang kita memiliki kebudayaan yang tinggi. Beberapa tradisi budaya masih hidup sampai kini seperti beberapa tradisi di batak, bali dan daerah lain. Tradisi lokal yang penuh kearifan. Bagaimana mereka menghargai alam dan sesama manusia sehingga terjadi keseimbangan. Di beberapa daerah ada budaya larangan menebang tanpa menanam terlebih dahulu. Dan  budaya gotong royong.
  4. Koleksi keramik yang diketahui berasal dari berbagai negara asia, menunjukkan sudah terjalinnya kerja sama antar bangsa saat itu. Kerjasama yang dalam bentuk perdagangan yang kemudian terjadi proses asimilasi budaya. Salah satu kebudayaan yang sudah menjadi bagian dari budaya bangsa ini adalah kebudayaan Tionghoa.
  5. Dari koleksi arca dengan jumlah yang cukup besar dari berbagai periode (jaman) kejayaan Hindu dan Budha di Indonesia, kita bisa belajar sikap terbuka pada kebudayaan baru dari generasi masa lalu. Seperti kita tahu kebudayaan Hindu dan Budha berasal dari India dan Cina. Sikap terbuka yang membentuk corak kebudayaan baru. Dan sikap tolerasi karena pada perkembangannya kemudian agama Islam dan Kristen masuk dan kini menjadi agama mayoritas. Kedatangan kedua agama diterima  tanpa perpecahan atau peperangan. Malah masuk melalui budaya Hindu dan Budha.
  1. Koleksi yang ada di Museum Nasional tidak hanya merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Ada juga milik negara lain tapi di temukan di wilayah Indonesia atau di dapat melalui pertukaran antar peneliti. Ini menunjukkan kebudayaan sebuah bangsa tidaklah berdiri sendiri tapi merupakan proses panjang penciptaan dan asimilasi yang melewati batas geografis. Pada perkembangan modern terjadi yang disebut bentuk kerjasama.
Koleksi museum membuat koneksi
Paparan di atas sejalan dengan tema International  Museum Day tahun ini yaitu museum collections make connections  yang artinya bahwa museum adalah lembaga yang membantu menciptakan ikatan antara pengunjung , generasi dan budaya di seluruh dunia hidup .

Dan ini tentunya harus diikuti dengan kemudahan akses mengunjungi dan melihat koleksi museum, koleksi museum yang relevan dengan berbagai kepentingan masyarakat sebagai pengunjung seperti  anak-anak, pelajar, mahasiswa, peneliti dan masyarakat luas dari beragam kalangan dan umur. Artinya akses dan koleksi museum mengikuti isu – isu  perkembangan jaman dan keadaan. Jika tidak begitu bukan tidak mungkin museum akan ditinggalkan karena terlihat tak menarik dan kuno untuk dikunjungi.

salah satu bentuk workshop yang sangat menarik. sumber foto fb museum nasional
Museum Nasional Indonesia sendiri  sudah melakukan banyak terobosan untuk menarik pengunjung dan menjadi bagian dari masyarakat,  terlihat dari koleksi yang terus up date seperti terlihat di ruang ilmu pamer pengetahuan dan teknologi ini

sumber fb museum nasional Indonesia

Dan beragam kegiatan komtemporer untuk menarik mengunjung dari berbagai kalangan masyarakat, salah satunya  craft day yang sudah beberapakali diadakan.

Melalui tema koleksi museum membuat koneksi, tujuan yang  dibangun museum bukan lagi sebagai media cerita dan saksi bisu dari sejarah tapi bagaimana museum berperan dalam  pemberdayaan masyarakat, dari sejarah, budaya dan seni masa lalu untuk masa kini dan masa mendatang.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Esai Blog 236 tahun Museum Nasional Indonesia

referensi tulisan :

www.museumnasional.or.id
www.icom.museum
www.wikipedia.org
facebook museum nasional Indonesia 


8 komentar:

  1. dari museum kita jug abia mempelajari sejarah masa lalu ya mbak

    BalasHapus
  2. Sekarang anak - anak sudah terdoktrin sama gadget. Mereka jadi malas berpetualang. Ke Museum bukanlah kesengangan sepertinya, itu alasan mereka tidak pergi ke museum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak-anak tergantung orangtuanya...jadi orangtua yang harus smart, masa kalah sama anak heheh

      Hapus
  3. ceuceu seneng banget diajak ke museum... sayang, sekarang jauh kalo mau ke museum teh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ka museum geologi nya rin...anak2 saya juga paling seneng ke sana soalna ada dinosaurus

      Hapus
  4. Terakhir ke sini pas acra SB, Mba. Meski benda mati, tapi bisa brcerita ya, Mba.

    BalasHapus
  5. anak2 sekolah memang seharusnya lebih sering berwisata ke museum ya..

    BalasHapus
  6. selamat ya mak..udah juara favorit

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...