Jumat, 16 Mei 2014

[Dare To Dream] place for our kids

Kasus pelecehan dan kejahatan seksual yang terjadi pada anak-anak saat ini sangat mengkhawatirkan, tidak berlebihan jika sebagian orang melihatnya sebagai kasus darurat nasional, karena kejahatannya terjadi dilingkungan yang harusnya aman untuk seorang anak yaitu sekolah, rumah dan lingkungan sekitar rumah.

Baru-baru ini, beredar (di tag di sejumlah media sosial)  foto atau penggalan percakapan mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan baby sitter atau menimpa anak yang ditinggal ibu dan bapaknya bekerja. Tanggapannya beragam dan reaktif, beberapa menyudutkan ibu bekerja. Walaupun saya sudah pensiun menjadi ibu bekerja sejak tahun lalu, ‘perang’ argumen antara ibu bekerja dan tidak, membuat saya senewen.  Peran terbaik seorang ibu di rumah? Belum tentu bagi sebagian kaum ibu. Setiap ibu memiliki alasan berbeda ketika memutuskan tetap bekerja setelah memiliki anak. Mari kita tengok para pekerja garmen dan pabrik divisi packing yang sebagian besar karyawannya perempuan, apa yang mereka kejar materi untuk menjadi kaya? Dengan penghasilan pas-pasan mereka hanya ingin membantu suami membiayai kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Kasus kejahatan dan pelecehan seksual yang terjadi saat ini adalah pe-er bersama.  

Berangkat dari pengalaman sebagai ibu bekerja dan kadang khawatir meninggalkan anak di rumah, impian saya  memiliki day care (impian sejak saya memiliki anak dan kembali bekerja) alias penitipan anak dengan harga terjangkau dan memiliki program yang jelas alias berkualitas. Tujuannya agar anak-anak tumbuh dan berkembang dengan maksimal dan aman walaupun di tinggal ibunya bekerja.


Saya sempat survey ke beberapa day care, saat bekerja dulu, ada yang bagus tapi harganya fantastis, belum lagi jam buka dan tutupnya yang tidak cocok. Buka jam  7 padahal saya harus berangkat ke kantor setengah tujuh untuk menghindari macet, tutup jam 5, padahal baru jam setengah lima saya bubar kantor.
Ada yang harganya biasa tapi saya lihat sepanjang hari tv kabel menyala, koleksi buku minim, tempat tidur tidak sesuai jumlah anak.

Memang harga berbanding lurus dengan kualitas. Agar tetap terjangkau, saya mungkin akan menerapkan strategi subsidi silang. Jadi setiap sabtu minggu, day care berubah menjadi tempat kursus anak-anak, perpustakaan umum, yang keuntungannya untuk menutupi biaya day care atau mencari sponsor.


Semoga impian saya terwujud ya, ada dana dan bertemu tempat yang cocok karena saat ini tempat tinggal saya ‘belum menetap’ setelah memutuskan tinggal mendekati kantor suami.

“I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS”

1 komentar:

  1. aamiin :D semoga impiannya segera terlaksana agar semakin banyak anak dan orangtua yang tertolong ^^
    terimakasih sudah ikutan give awaynya :D dare to dream!

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...