Senin, 07 April 2014

Catatan Hati Pengantin

Walaupun suka menulis dan ingin bisa menulis dengan baik, saya tidak tertarik ikut kursus atau workshop kepenulisan walaupun gratis walaupun online. Untuk online malah saya gak minat karena waktu online saya gak bisa diprediksi kecuali tengah malam saat anak-anak tidur . Karena saat anak-anak melek gak bisa konsen online, pasti dicerokin.

Sampailah di  tahun 2012, saya melihat iklan di fb mengenai workshop kepenulisan yang diadakan Asma Nadia dan tertarik untuk ikut. Bukan workshop pertama yang diadakan Asma Nadia dan saya pernah juga baca iklan itu beberapa waktu sebelumnya, tapi dulu tak tertarik. Yang membuat tertarik bukan iming-iming tulisan yang menarik akan dibukukan (karena antologi tidak terlalu membuat saya ngebet- lebih ngebet nulis untuk dikirm ke media karena honornya jelas hehehe) ingin tahu rahasia kesuksesan Asma Nadia.

Workshop diadakan sabtu minggu, sempat galau juga karena itu jadwalnya family time – saat itu saya masih kerja kantoran jadi weekend itu sesuatu banget kalau dihabiskan sendiri. Tapi suami mendorong untuk ikut saat saya utarakan keinginan ikut. Jadilah dengan sedih haru (lebay) saya meninggalkan anak-anak.

Intinya seperti nasehat semua penulis, harus-wajib sering baca, sering latihan nulis hehe. Referensi tulisan ‘bukan hanya dari buku dan interaksi dengan orang juga film-film berkualitas yang ‘wajib’ di tonton.

Workshop menulis kedua yang saya ikuti gratisan yang diadakan majalah femina, ulasannya di sini. Workshop menulis ketiga dengan mentornya Maggie Tiojakin (nov 2013) walaupun bayar cukup mahal  tapi puas, ulasannya bisa dilihat di sini. Itulah enaknya workshop dengan narsum yang mumpuni, uang dikeluarkan sepadan. Dan rasanya sudah cukup ikut workshop nulis saatnya action!  Ini masih kurang action.

Tak di duga, dua tulisan saya masuk antologi seri Catatan Hati Asma Nadia terbaru yang judulnya Catatan Hati Pengantin. Pertanyaan selama ini saya pun terjawab. Bagaimana  orang-orang bisa masuk antologi Asma Nadia? Oh, ternyata harus ikut workshopnya dulu atau aktif di komunitas bisa menulis  tapi gak menjamin di muat juga lho.



Isinya bisa di tebak!Yap, suka dukanya tahun-tahun pertama pernikahan.

10 komentar:

  1. hm, berhubung belum menikah jadi tak tahu aku ttg suka dukanya pengantin

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukunya pas di baca untuk yang belum menikah mba :) biar siap dengan suka dukanya heheh

      Hapus
  2. Asma Nadia itu komunitas besar yg memiliki cabang ya, Mba?.

    Saya punya teman tuh di Garut, Blogger juga. Namanya Asma Nadia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. asmanadia itu penulis :) buku2nya best seller. salah satu bukunya yang difilmkan judulnya emak ingin naik haji. dia punya komunitas rumah baca namanya asmanadia juga, dipelosok-pelosok. mungkin salah satunya yang di garut itu.

      Hapus
  3. pingin belajar tapi belum pede gabung :)

    BalasHapus
  4. Setujuuu..saatnya action. Ditunggu bukunya mba rina terbit. Siap2 mborong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh kapan ya punya solo album....waktunya rebutan sama nulis kontes nich hahaha

      Hapus
  5. saya masih menjadi penikmat saja mak untuk karya2 bunda asma nadia, untuk gabung ke komunitasnya belum pede..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga gak gabung ke komunitasnya mba hanya ikut workshopnya

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...