Jumat, 07 Februari 2014

Writing Contest : Surat untuk Stiletto Book

Pertama kali kenal dirimu saat ada audisi A Cup A Tea (ACOT) For Single Mother dan membaca bukunya beberapa bulan setelah terbit menyusul buku ACOT for Complicated Relationship yang kemudian saya review di sini (dua tahun lalu).

Sebuah penerbit baru yang mendedikasikan diri menerbitkan buku fiksi atau nonfiksi  yang berkaitan dengan dunia perempuan, menurut saya adalah pilihan yang berani mengingat  pasar buku di tanah air tidaklah terlalu besar (menilik minat baca dan daya beli yang masih rendah) jadi membuat segmen khusus sama dengan memperkecil jumlah konsumen bukan?  Pilihan yang sekaligus membuat dirimu unik dan cukup mencuri perhatian di tengah puluhan penerbit buku. Tapi tentu bukan karena itu kamu memutuskan mengkhususkan diri terlebih pada misi membuat para perempuan pintar dan berdaya. Memberi  pemahaman   baru, bahwa perempuan seksi itu yang smart, yang suka baca buku.

Jujur saja,  awalnya agak kecewa dengan tinta dari bukumu yang pertama saya baca (ACOT For Single Mother dan Complicated Relationship ), tintanya kurang merata ketebalannya sehingga tampak tak rapih. Tapi kemudian saya pikir inilah caramu (mungkin) menekan ongkos produksi, harga buku menjadi terjangkau dan bisa bersaing dengan buku-buku penerbit mapan.

Seperti kata sebuah pepatah Don’t  Judge Book From The Cover, so saya melupakan soal tinta dan kertas dan menikmati setiap lembar bukumu. Terlebih seiring waktu kualitas fisik buku membaik. Itu terlihat dari buku-bukumu selanjutnya sebut saja buku Ladies Journey, ACOT For Writer (yang saya suka gambar covernya) dan buku Don’t Worry To Be A Mommy (DWTBM).

Saya selalu memantau setiap audisi untuk seri ACOT, sayangnya belum ada kesempatan ikut serta karena temanya belum pas dengan ide yang ada di kepala.

Kisah dalam  seri ACOT sangat  menginspirasi, walaupun ada beberapa cerita yang  monoton gaya penuturannya, kebanyakan dimulai dengan latar belakang atau cerita diri si penulis, kurang to the point jadi bagian inspiratif (inti cerita atau konflik) kurang tereksplorasi.

Setelah seri ACOT,  saya berkenalan dengan buku Don't Worry To Be A Mommy (DWTBM). Kebetulan saya kenal (sok kenal maksudnya heheh karena sama-sama pernah mejeng di majalah ayahbunda, bedanya meta menjadi cover majalah saya kontributor lepas) Meta Hanindita.  Meta mengirimi  bukunya untuk saya review dan langsung saya posting di sini. Saat membaca buku ini, rasanya saya ingin memutar waktu ke belakang, saat saya melahirkan anak pertama, sehingga saya bisa lebih mudah melalui masa-masa ibu baru yang sempat membuat bingung dan stres.

Dari buku Meta, saya jadi tahu jika kamu menerbitkan genre momlit atau mom literature, buku-buku yang mengkhususkan diri pada segmen para ibu. Genre yang menunjukkan kalau dirimu makin konsen dengan misi membuat para perempuan smart.  Kalau boleh usul, bagaimana kalau seri momlit dibuat kemasan yang khas, entah dari pemilihan warna, ukuran buku atau ilustrasi cover yang khas, kenapa? Karena saya lihat antara buku DWTBM dan Anakku Sehat Tanpa Dokter, secara kualitas fisik (bukan isi ya) atau tampilan buku berbeda. Tapi ini sebatas ide saya lho, untuk membedakan juga dengan seri momlit yang diterbitkan penerbit lain.




Bulan oktober dan november 2013 lalu saya mengikuti lomba review yang diadakan dirimu dan dua kali menang! Hampir tak percaya. Koleksi buku saya  bertambah, beberapa bukumu yang sudah saya memiliki terlebih dahulu, saya berikan pada teman dan sahabat. Kemenangan ini membuat saya lebih bersemangat dan percaya diri mereview buku termasuk bukumu. Seperti bukumu yang ini dan  ini, bukumu yang  lain siap menyusul J

hore ini lho hadiah dari lomba resensi stiletto book 

Suatu hari saya berharap kita berjodoh J . Buku saya diterbitkan dirimu atau dirimu meminta saya menulis buku. Saya sudah mengisi form  untuk penulis non fiksi lho *kedipkedip*

By the way, semoga seiring bertambah usia, dirimu menjadi penerbit besar yang buku-bukunya selalu dinanti pembaca karena berkualitas dan tetap konsen membuat perempuan Indonesia Smart dengan melek baca tulis.


Salam sukses,


Rina Susanti

 rina_fam@yahoo.com
@rinasusanti

tulisan ini diikutsertakan dalam kontes menulis surat untuk StilettoBook

7 komentar:

  1. Stiletto book..namanya unik,sukses ya mbk^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih...stiletto nama model sepatu :)

      Hapus
  2. dapat dua kali lomba mba jadi hadiahnya double :)

    BalasHapus
  3. huwahhh...semoga yg ini juga menang ya Rin ;)

    BalasHapus
  4. Wah hadiah review dari stiletto keren juga Mak.
    Rupanya sering menang ya Mak.
    Semoga kali ini menang lagi...

    BalasHapus
  5. I love your blog
    followed
    http://minimaysi.blogspot.co.uk/

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...