Sabtu, 20 Desember 2014

Menulis Resensi dengan Hati

Di acara Festival Pembaca Indonesia dua minggu lalu saya ikut beberapa workshop yang diadakan di sana, salah satunya, workshop menulis resensi dengan hati yang di gagas komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI).  Narasumbernya Helvy Sinaga dan Truly Rudiono, keduanya adalah pentolan BBI.

Resensi dan Review sebenarnya sama saja hanya berbeda istilah. Dan biasanya tiap media masa memiliki penamaan yang berbeda untuk rubrik ini.

Namun resensi dan sinopsis adalah dua hal yang jauh berbeda. Sinopsis adalah ringkasan/abstraksi yang bertujuan memberikan garis besar tentang isi buku. Sedangkan resensi adalah perpaduan ringkas antara pembahasan, penilaian, saran dan kritik terhadap isi buku.

Jumat, 12 Desember 2014

Menjelajah Tomohon

Berwisata ke Manado, tak lengkap jika tak mengunjungi Tomohon. Kota ini terletak sekitar 23 km dari Manado. 

Jam menunggu angka 12.30 ketika kendaraan yang kami tumpangi meluncur menuju Tomohon. Hawa sejuk mulai terasa begitu kendaraan yang kami tumpangi melalui jalan menanjak dan berliku. Rasa ngantuk mulai menerjang terlebih perut kami baru saja diisi  menu seafood khas Manado yang menggoyang lidah, ikan woku belanga. Tapi melewatkan pemandangan sepanjang perjalanan rasanya rugi karena berwisata ke sini bagi saya adalah  kesempatan sangat langka. Sisi kanan dan kiri jalan di rimbunin pepohonan, melewati hutan dan perkebunan cengkeh, kami temui pula beberapa rumah makan dan deretan kios sederhana penjual buah-buahan.

Senin, 08 Desember 2014

Belanja Hemat dengan Kupon Diskon

Berselancar di dunia maya tanpa buka-buka online shop itu seperti ada yang kurang. Penasaran pengen liat produk baru, penasaran dengan penawaran terbaru yang nongol di timeline medsos, cari-cari barang diskonan, atau memang mencari barang yang sedang dibutuhkan.

Belanja Online Lebih Hemat
Pilihan berbelanja online saat ini sepertinya hal yang lumrah ya karena lebih efektif dan efisien. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, jarak tempuh ke suatu tempat yang secara matematis  hanya 30, dalam praktiknya bisa sampai 2 jam. Yap, ini Jakarta yang terbiasa macet.
Jadi belanja online  bisa menghemat; hemat waktu dan biaya transpormasi (bensin).

Ngomongin belanja tanpa diskon seperti makan sayur tanpa garam, bener gak? Apalagi buat ibu rumah tangga yang bisa dibilang punya insting hemat dan irit.  Buktinya, kalau belanja sayur di abang-abang yang lewat depan rumah atau di pasar tradisional pasti nawar, selisih 500 perak pun rasanya sudah girang banget. Kalau belanja di toko, nyarinya pasti diskonan atau by one get one free syukur-syukur beli satu barang dapat hadiah gratis lebih dari satu barang. 

Kupon Diskon 15%-70%
Kabarnya baiknya kini ada website penyedia kupon belanja online gratis. Ya, beneran gratis. Gak perlu pake daftar pula, tinggal klik, dapat deh kupon diskonnya. Besarnya diskon bervariatif dari 15% sampai 70%. Jadi triple hemat kan? Hemat waktu, biaya transformasi dan diskon produk. 

Di mana mendapatkannya?
Adanya di iPrice Coupons Indonesia sebuah website yang menyediakan kode kupon online dan info promo dari berbagai toko online ternama dan terpercaya seperti Zalora, Lazada dan Qoo10. Kode-kode kupon ini membantu para pengunjung toko online mendapatkan diskon tambahan ketika berbelanja. Iprice Coupons bukan hanya ada di Indonesia juga Malaysia, Hong Kong, Singapore, Thailand, India dan Filipina.

Bagaimana Mendapatkannya?
Buka website iPrice Coupons Indonesia  akan tampak tampilan seperti ini;



Di side bar, ada pilihan  toko online yang kita minati berikut info promo terbaru dan kupon diskonnya, tinggal pilih.
   
Jika mengklik ‘Ambil Penawaran’, akan membawa langsung ke halaman toko online yang sedang mengadakan promo, tinggal pilih deh barang yang disukai dengan harga promo.

Jika mengklik ‘Dapatkan Kodenya’, akan ada pop up berisi kode kupon untuk mendapatkan diskon belanja. Kode kupon ini bisa digunakan saat akan konfirmasi pesanan. Masukkan kodenya lalu klik gunakan, potongan harga akan di dapat sebesar yang tertera dalam kupon.



Beneran gratis dan tanpa biaya administrasi apapun.  Asikkan?

iPrice Coupons, belanja senang, dompet terkendali.

Selasa, 02 Desember 2014

Buah Keikhlasan Seorang Istri

Kembang Desa

Perempuan itu tidak menyangka, pernikahan kedua kalinya berujung persis sama dengan pernikahan pertamanya, perceraian. Lebih tepatnya ia di ceraikan dengan alasan tidak kunjung hamil. Padahal sungguh, ia berharap pernikahan keduanya akan menjadi bukti bahwa tidak ada yang salah dengan rahimnya. Doa-doa panjang sudah ia panjatkan agar di pernikahan keduanya, seorang bayi akan bersemayam di rahimnya.

Kakak sulung sekaligus pengganti ibunya itu memeluknya erat-erat. Getar suaranya menandakan bahwa dia tengah menahan tangis.

Sungguh yang ia inginkan adalah keheningan dan sendiri.  Meraba-raba rahasia Tuhan atas takdirnya. Akh, tapi bagaimana jika sebenarnya kedua mantan suaminya yang salah dalam hal ini bukan rahimnya, seperti dugaan kakak lelakinya.

Walaupun menyandang status janda dua kali, perempuan itu tetaplah dianggap kembang desa. Masih di kagumi kecantikannya.  Kesantunan dan kewibawaan yang terpancar dari dirinya membuat orang sekampung hormat. Orang  bilang, ia mewarisi kewibawaan bapaknya.

Jika saat perawan banyak pemuda yang datang untuk menyuntingnya,  kini para lelaki beristri yang ingin menjadikannya istri kedua dengan cara yang sah. Pada jaman itu, adalah hal biasa seorang suami kaya dan terhormat memiliki istri lebih dari satu.

Benarkan ada seorang lelaki yang benar-benar mampu bersikap adil? Benarkah ada seorang perempuan yang rela dan seikhlas-ikhlasnya di madu? Sebagai seorang perempuan yang pernah menikah ia tahu perihnya cemburu. Sakitnya rasa rindu jika tak berbalas. Ia tidak bisa membayangkan jika berada di posisi seorang istri yang di madu. Ia tidak mau merusak rumah tangga orang. Beberapa orang cukup legowo saat lamarannya ia tolak tapi ada satu yang terus mengejar dan memaksanya. Atas saran kakaknya bersembunyi untuk sementara waktu di rumah kakak lelakinya di kota B. Ia tak menapik keinginan untuk menikah lagi tapi yang ia harapkan bukan untuk menjadi istri kedua.

Minggu, 30 November 2014

Buku dan Secangkir Kopi

Sebagai pecinta buku dan menggilai membaca, membaca tanpa interupsi di temani potongan cemilan dan kopi adalah sesuatu yang luar biasa untuk saya. Kemewahan itu  biasanya saya nikmati di malam hari atau menjelang pagi, saat anak-anak dan suami terlelap tidur.

Saya termasuk orang yang tidak puas membaca buku tanpa memilikinya, beberapa penulis saya koleksi bukunya. Saat masih kerja, saya bisa sepuasnya membeli buku setiap abis gajian. Pasca resign harus bersabar menunggu honor menulis baru bisa membeli buku. Sebenarnya suami berbaik hati, selalu menawari membeli buku setiap kami mengajak anak-anak ke toko buku sebulan sekali, tapi saya tolak kecuali satu buku yang benar-benar menggoda.

Karena sebagai pengelola keuangan keluarga saya tahu betul donk nominal yang tersisa untuk beli buku. Jika sampai pengeluaran ovey budget  saya juga yang pusing, uang harus cukup sampai akhir bulan toh heuheu.

selera buku saya dan suami berbeda

Hidup adalah pilihan
Dan sepertinya budget jajan buku harus dikurangi lagi karena sudah ada pemberitahuan cicilan rumah naik, gaji art harus di naikkan sebagai imbas kenaikan harga bbm. Budget menepis bahkan mungkin tidak ada, sementara  wish list buku/e-book yang ingin di baca dan dibeli bertambah, sakit nya tuh di sini – tunjuk koleksi buku di rak-.  Jadilah saat ini   prioritas hanya membeli buku anak-anak,  kecuali ada diskon besar-besaran atau buku murah di pameran buku.

Tapi mengeluh dan ngedumel gak akan menyelesaikan masalah. Masalah  harus memicu lebih produktif, begitu kata orang bijak. Jadilah saya mulai mensiasati agar tetap bisa membaca dan memiliki buku baru setiap bulan, minimal satu buku secara gratis atau membeli buku tapi modal kembali.

Dan ini tips ‘hemat’ membeli buku ala saya

Pertama, selektif membeli buku baru. Selektif sesuai kebutuhan, selera pribadi dan selera publik.
Kalau saya membeli buku parenting jelas alasannya pasti untuk up grade pengetahuan dalam hal pengasuhan si kecil. Kalau soal novel selain hiburan juga cara saya belajar menulis fiksi. Ya, setelah ratusan novel di baca mau donk punya buku sendiri hehe. Jadi bukan sombong  kalau saya memilih novel yang di tulis penulis yang sudah mapan, alasannya ya itu tadi, sebagai media belajar.

Kedua, resensikan dan kirim ke media yang memberi imbalan honor. Di sinilah pentingnya selain memilih buku sesuai kebutuhan dan selera pribadi juga buku yang sekiranya di minati banyak orang.
Menulis resensi biasanya saya lakukan menjelang dini hari, karena itu waktu yang saya miliki setelah seharian mendampingi anak-anak di temani  kopi Nescafe 3 in 1.

kopi panas plus bku baru menjadikan semangat baru

Walaupun bapak saya pecandu berat kopi tapi saya baru akrab dengan kopi setelah masuk dunia kerja. Kenapa? Karena saat kecil saya mencicipi kopi bapak dan rasanya tidak enak. Setelah dewasa tahulah saya kenapa kopi bapak tak enak, karena selera bapak kopi pahit.

Berawal dari kebiasaan rehat di pantry kantor jam 10 pagi, icip-icip kopi yang di buat teman jadilah tertular karena efeknya cukup membangkitkan semangat dan mencairkan suasana.

Alhamdulillah, beberapa kali  resensi di muat, modal beli buku kembali malah sekian kali lipat dari harga buku, bonus lain dapat kiriman buku baru dari penerbit yang bukunya kita resensikan.

Tidak semua buku yang saya resensi di muat di media. Pilihan terakhir ya  posting di blog pribadi yang khusus berisi resensi buku, share di media sosial tak lupa mention penerbit atau penulisnya. Jika beruntung saya mendapatkan kiriman buku gratis dari penerbit atau penulis.  Asik kan... asik kan.... 

 buku gratis dari penerbit yang sempat saya foto

Ketiga, jika buku yang kita resensikan di posting di blog lalu di share dan mention penerbit dan penulis tapi ga dapat reward apa-apa, tetap tidak rugi kok. Karena membeli dan membaca  buku/e-book adalah investasi untuk diri agar lebih berdaya dan melejitkan potensi diri.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Story Competition #DIBALIKSECANGKIRKOPI


twitter : @rinasusanti
facebook : rina susanti

Kamis, 27 November 2014

Pemenang GA every mom has a story

Sedikit kebingungan menentukan pemenang karena semua cerita menarik dan menginspirasi. Dan inilah lima cerita menarik pilihan saya.

Cerita menarik ke 1
Cerita menarik ke 2

Cerita menarik ke 3
Cerita menarik ke 4
Cerita menarik ke 5

Karena ada tambahan hadiah dari donatur berupa hijab dan rompi, maka cerita menarik 3 dan 4 mendapat tambahan hadiah, cerita ke 5 pun mendapat tambahan :)

Pemenang mohon mengirimkan alamat untuk mengirimkan hadiah, melalui inbox fb atau ke rina_fam@yahoo.com dan sertakan no tlp ya..

Mohon maaf jika banyak kekurangan dalam GA pertama saya ini. 

Kamis, 13 November 2014

Menerbangkan Imajinasi Anak

Asiknya bermain peran
kolaborasi Barbie Violin dan Azka :)
Saat pertama kali Azka Zahra bisa menggunakan gunting, hampir semua bonekanya ada bekas guntingan. Antene boneka kepik lenyap, bulu boneka beruang sebagian botak, tak terkecuali rambut atau baju boneka Barbienya. Tapi yang paling membuat saya kaget adalah saat ia memotong rambut adiknya, sehingga hampir botak di beberapa bagian.

Saat saya tanya kenapa ia memotong bulu atau rambut boneka dan adiknya, dia hanya menjawab, “Pura-puranya aku  salon.”

Kali lain ia pernah mewarnai muka bonekanya dengan lipstik dan menaburinya dengan bedak, adiknya yang saat itu berusia dua tahun tak luput dari sasaran Azka. Khalifah diberi kumis dan cambang dengan krayon hitam. Kalau dia sedang bereksplorasi dengan  listik atau bedak dia selalu berkata,”Aku mau kayak tante Irna, pintar dandan.” Saya selalu ingat ekspresi Azka saat pertama kali melihat tantenya menggoreskan pencil alias dan maskara, bengong dengan mata tak berkedip.

Selasa, 11 November 2014

Obsesi

Tulisan di tolak media sudah biasa (dalam hati tetap pedih hehe) dengan atau tanpa alasan alias berbulan-bulan tak ada kabar. Kalau di tolak dengan alasan tidak boleh ada dua tulisan (dua nama) dalam satu tahun di media tersebut, sakitnya tuh di sini – nunjuk dompet.

Kejadiannya sudah berminggu-minggu lalu tapi selalu teringat-ingat kalau istilah orang sunda mah neuteuli. Sambil menunggu tahun depan dan kabar dari media lain (ngarep dimuat) saya mau sedikit cerita mengenai komentar saat fiksi saya (akhirnya) tembus Femina.

Senin, 10 November 2014

Learning by doing

Cinta kebagian moto :) 
Jika saya ada acara di hari sabtu minggu, entah itu kopdar, ikut talkshow atau workshop , biasanya suami dan anak-anak ikut serta, minimal mereka menunggui di tempat lain sampai saya selesai.
Seperti saat bedah buku Mommylicous di    radio Sindo  Fm, grup MNC beberapa waktu lalu. Dari rumah saya memang sudah berniat mengajak Azka ke ruang siaran sementara  suami dan  Khalifah menunggu di luar.

Mba Arin pun datang bersama keluarganya, dan seperti saya, Mba Arin mengajak Cinta - putri sulungnya yang kelas 4 SD, masuk ruang siaran. 

Alasan mengajak Azka karena ingin memperkenalkan Azka pada sesuatu yang baru.
Jadi sebelum hari H saya sudah membicarakan dengan Azka soal ‘ikut mama siaran di radio’. Saya jelaskan juga pada Azka apa dan seperti apa Radio.

Kamis, 06 November 2014

BSD Kota Mandiri yang Dinamis dan Inovatif

Weekend di BSD
Dengan alasan untuk keefektipan waktu dan tentu saja pengeluaran, agenda  rutin belanja bulanan kami satukan dengan family time, jadi biasanya kami rekreasi sebelum belanja atau sesudahnya. Rekreasi simple seperti berenang, anak-anak main di play ground atau sekedar jalan-jalan  di sekitar mall. Jadi untuk urusan belanja bulanan kami memilih tempat yang all in one; ada atau dekat dengan toko buku, musholanya nyaman, banyak pilihan untuk kuliner dan  nyaman untuk si kecil.  Agar tak bosan juga, kami biasanya mengunjungi hypermarket yang berbeda, dengan catatan tak jauh dari tempat kami tinggal, Ciputat, kalau tidak ke arah Jakarta Selatan pasti Serpong tepatnya BSD.

Selasa, 04 November 2014

Mesjid di Ketinggian 2000 Meter

foto dipinjam dari www.islamicboard.com
Mesjid ini jauh dari kota tempat saya tinggal tapi kami selalu mampir ke sini setiap perjalanan pulang atau pergi mudik ke Bandung lewat jalan puncak. Ya, walaupun jalan tol Cipularang pilihan yang effisien dalam hal waktu tapi perjalanan lewat puncak itu memiliki keasikan tersendiri; udaranya sejuk, pemandangan alamnya dan tentu saja wisata kulinernya; banyak pilihan dari yang harga mewah, standar sampai murah meriah.

Tapi jika weekend atau hari libur, harus siap mental dengan kemacetan yang bisa menghabiskan waktu lebih dari 6 jam, seperti yang pernah saya alami.

Ok, balik lagi ke mesjid. Menurut data yang saya dapat dari sebuah sumber, mesjid ini berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Wow. Yap, mesjid ini berada tepat di kawasan Puncak Bogor. Dan menurut sumber ini pula, mesjid dibangun pada tahun 1997 dan diprakarsai oleh Gubenur Jabar saat itu, R. Nuriana.

Mesjid itu tak lain dan tak bukan adalah Mesjid At Ta’awun, terlatak persis di samping jalan raya puncak Bogor.

Jumat, 31 Oktober 2014

Melempar dan Menangkap Bola

Usia Khalifah menjelang  3 tahun, seperti biasa setiap akan bertambah umur saya  mencocokkan tumbuh kembangnya dengan buku panduan tumbuh kembang anak yang saya miliki. Untuk melihat  tumbuh kembanganya, yang sudah dilampaui dan yang harus di stimulasi. Sejauh ini kemampuan Khalifah berkomunikasi cukup baik untuk anak seusianya; bicaranya sudah lancar - tidak melalui tahap cadel - dan sudah bisa menyusun kalimat dengan baik. Ehm, mungkin itu karena saya sering membacakannya buku sejak bayi sampai sekarang.

Kekurangannya, Khalifah bisa melempar bola tapi belum terarah dan belum bisa menangkap bola dengan tepat. Khalifah bukan tak tertarik main bola, malah antusias dan selalu ikut nimbrung jika anak tetangga main bola, tapi karena belum bisa ia lebih banyak lari kesana –kemari tanpa berhasil menendang atau menangkap bola.

Belum bisa menggunting tapi ada usaha untuk bisa, jadi masih di bantu saya atau kakaknya. Sudah bisa menempel tapi belum tepat dan belum bisa mengancingkan bajunya sendiri.

Selasa, 28 Oktober 2014

Sentilan di Hari Blogger

Tgl 27 November di tetapkan sebagai hari blogger nasional. Sebegitu pentingkah blogger sehingga di tetapkan hari nasionalnya? Menurut saya sendiri penting, karena itu artinya ada pengakuan terhadap keberadaan citizen journalism atau jurnalis warga. Tidak sekedar pengakuan tentunya tapi perlindungan berpendapat dan hak cipta.

Senin, 20 Oktober 2014

Bincang Buku di V book club Radio

Salah satu rangkaian promo  buku duet saya dan Arin Murtiyarini adalah bedah buku di Radio. Pertama, di V book club Radio (tgl 5 September lalu), rubrik V book club ini ada setiap hari jumat jam 1 siang sampai jam 2 siang. Tentunya di sertai kuis berhadiah buku yang di bedah. Segmen V radio adalah  perempuan dan mommy muda perkotaan .  (bukan) kebetulan penyiar yang mendampingi kami bedah buku pun seorang mommy berputri satu, Indy Natalia.

Pertama ketemu di studio kami langsung merasa klop lho. Ehm, mungkin salah satu penyebabnya kami punya banyak kesamaan. Rasa excited sebagai Mommy, cinta keluarga setengah mati  tapi mencintai pekerjaan juga. Ehm, tergantung bagaimana kita menyikapinya. It's Complicated?!
Jutaan mommy mengalami hal yang sama tapi bisa enjoy. Dan ternyata Mommy Indy Natalia seorang blogger juga, bisa di intip di sini blognya. 

Di sela sesi on air kami ‘curhat’, soal rengekan anak, kemacetan yang bisa menghabiskan 4-5 jam perjalanan, bayangkan jika waktu itu bisa direduksi dan dialihkan untuk keluarga. dan tentu saja kami tertawa bersama karena begitu kesamaan yang lucu dan heboh sebagai mommy.

Jadi apa sih buku Mommylicious ini? Seperti judul kecil yang tertera di buku ‘Catatan Dua Mama, Beda Rasa Kaya Warna’.

Yap, walaupun kami bersahabat dan pernah sama-sama dalam posisi ibu bekerja, majalah parenting yang kami baca sama, ternyata pola asuh yang kami terapkan  berbeda, kami berbeda pendapat dalam beberapa gaya pengasuhan. Perbedaan pendapat yang tidak membuat kami saling mengklaim paling benar.

Salah satu contohnya, saya memilih art untuk mengasuh si kecil saat bekerja, Arin memilih daycare. Kami sama-sama enjoy dengan pilihan kami walaupun tentu saja selalu ada kisah huru hara dan harunya. 

Bagi kami menjadi ibu bukan perkara, apa pilihan anda, tapi menyediakan tenaga, waktu dan pikiran untuk tumbuh kembang si kecil.

Bisa dibilang inilah salah satu kelebihan buku kami, bercerita jujur tentang keseharian kami sebagai mama dengan beragam pilihan tapi kami menikmatinya. Karena jadi mama itu delicious.

Beberapa cerita (sekitar 6) dalam buku ini pernah di muat di majalah Parenting Indonesia rubrik Cerita Mama dan Nuansa Perempuan majalah Ummi. 

It's a long, long journey...
Have a great experience of being a mother
It's mommylicious  (hal 171, catatan Mama Arin)


Senin, 13 Oktober 2014

Kidzania, Memperkenalkan Masa Depan Melalui Replika Kota

Pertama kali mengajak putri kami Azka Zahra ke Kidzania saat usianya 3 tahun (kini 6 tahun).  Ide awalnya dari suami yang mendapat rekomendasi dari teman kantornya . Katanya, edukatif banget dan si  kecil jadi tahu seperti apa profesi/pekerjaan  orang dewasa yang kelak akan ia jalani.

Saya sendiri ‘kenal’ Kidzania dari iklan di TV, dengan adegan yang paling berkesan adalah beberapa anak-anak mengenakan jas dan topi pemadam kebakaran tengah menyemprotkan air ke sebuah gambar gedung yang sedang terbakar. Wah, tempat main apaan tuh? Pikir saya waktu itu. 

Kemudian dari teman kantor yang mengantar anaknya ke sana (acara dari sekolah) saya jadi tahu keseruan di Kidzania.  Katanya, anak di kenalkan pada dunia profesi dan pekerjaan. Miniatur kota untuk  memperkenalkan anak-anak pada kehidupan di masa depan ketika mereka di tuntut mandiri. Anak-anak jadi tahu dan bisa merasakan seperti apa rasanya jadi petugas pemadam kebakaran (saya langsung teringat iklan TV Kidzania),  jadi tahu bagaimana berita di koran di buat dan seperti apa siaran di stasiun TV hingga akhirnya bisa kita tonton.  Di sana juga anak jadi mengenal bagaimana mendapatkan uang yaitu dengan bekerja atau membuat sesuatu.

Rabu, 08 Oktober 2014

Melindungi Senyum dan Harapan si Kecil


Awalnya, saya berbeda pendapat dengan suami perihal dana pendidikan untuk anak-anak kelak. Saya memilih menginvestasikan sebagian penghasilan untuk mencicil emas sebagai tabungan pendidikan kedua anak kami, Azka dan Khalifah. Dengan prediksi Azka masuk kuliah 15 tahun lagi, harga emas sudah setara dengan biaya kuliah saat itu. Bandingkan dengan asuransi, dari hitungan agen asuransi yang tak lain teman kantor saya, 15 tahun mendatang klaim asuransi yang di dapat kecil. Sedangkan suami berpendapat harus berasuransi karena ada nilai proteksinya.

Karena kami sama-sama ‘keukeuh’ dengan pendapat kami, akhirnya pembicaraan asuransi tertunda dan niat mencicil emas pun tidak  terlaksana karena uang gaji selalu hampir tak tersisa sampai tanggal gajian berikutnya tiba. Kalau penghasilan kami berlebih mungkin tak masalah, asuransi iya, mencicil emas juga iya.



Rabu, 01 Oktober 2014

GA Every Mom Has A Story

...Dulu, kami saling menguatkan saat nyinyiran soal ibu bekerja itu datang. entah dari status facebook atau tulisan blog teman yang terbaca oleh kami. sebentar lagi situasi akan berubah, kami akan berada pada 'kubu' yang berbeda. Inilah saatnya kami membuktikan komitmen bahwa kami saling menghargai dan menyemangati (hal 158, Farewell Dua Mama, catatan mama Arin, Mommylicious)

Klaim merasa pilihannya paling benar, adu pendapat bahkan dengan kalimat saling nyinyir antara Ibu bekerja dan Ibu di rumah, bukan isu baru dan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sikap yang tak bijak di media sosial membuat isu ini mudah terprovokasi. Pemicunya biasanya jika ada kejadian malang yang menimpa seorang anak. Saat heboh kasus JIS, beberapa Ibu  di media sosial men share dan memposting di blog kisah-kisah tragis seperti penganiayaan dan  pelecehan seksual yang dilakukan oleh art/babysitter pada anak yang ditinggal orangtuanya bekerja. Beberapa kasus sudah sangat lama dan kebenarannya diragukan. Jika maksudnya mengingatkan tak perlu membuka atau menutup dengan kalimat  yang menyudutkan :)

Kasus penganiayaan bayi di daycare beberapa waktu lalu, memancing juga sentimen serupa. Pada saat bersamaan screenshot percakapan dua Ibu di mana salah satu Ibu menyayangkan keputusan temannya yang memilih menjadi Ibu di rumah karena bergelar sarjana, di share banyak Ibu di media sosial. Akibatnya....no one ever wins!

Selasa, 30 September 2014

Anak Berkemauan Keras di rubrik Leisure Buah Hati Koran Republika

Alhamdulillah sharing parenting di rubrik buah hati leisure republika selasa hari ini adalah tulisan saya. Terprovokasi emak-emak blogger lain yang sering dimuat di sana, akhirnya tgl 27 sept 2014 mencoba kirim, tak di sangka dua minggu berikutnya langung dimuat. Tahu di muat karena di metion mak Ika Koencoro di fb, duh thank u banget ya mak Ika

Jika teman-teman mau coba kirim ke saya gampang kok, tulis pengalaman pengasuhan anak sebanyak  300  kata ke email leisure@rol.republika.co.id   jangan lupa sertakan sedikit data diri, foto dan no rekening (kabarnya ada honornya, ga besar tapi lumayan bisa beli buku dan ngebakso heheh)

Berikut tulisan versi sebelum diedit redaktur leisure

Mengendalikan Anak Berkemauan Keras
Beberapa anak akan mengalami masa tantrum, keadaan di mana anak akan mengamuk karena keinginannya tak dikabulkan. Namun seiring usia, tantrum anak akan berkurang hingga akhirnya paham bahwa tidak semua keinginannya bisa terpenuhi. Dengan catatan, orangtua menanganinya dengan tepat dan konsisten.

Tapi bagi kami, saya dan suami, butuh waktu cukup lama untuk putri kami Zahra, mau menerima bahwa tidak semua keinginannya bisa kami penuhi.

Senin, 22 September 2014

Liputan Female Daily Blogger Workshop #part1

'your blog is your message to the world make sure it's inspiring'

Masih terasa efek excited ikut Blogger Workshopnya Female Daily, sabtu 20 september 2014 di ArtOtel. Narasumbernya Wow. Ilmu yang di dapat luar biasa. Tapi ada sedikit sesal, karena saya mendaftar saat injuri time, tak kebagian kelas menulisnya L.

By the way, saya akan coba tulis apa yang saya dapat kemarin di sini, semoga bermanfaat.
Acara di buka tepat waktu karena peserta datang on time, pertanda acara ini ditunggu banget dan bikin excited.  Dibuka oleh Hanifa Ambadar dan Affi Assegaf selaku CEO dan Co-Founder dari Female Daily. Dua perempuan yang disatukan karena kesamaan passion; blog, fashion  dan beauty sehingga lahirlah ide membangun situs Female Daily disusul kemudian oleh Mommies Daily. Para mommy di kota besar pasti sudah familiar dengan situs ini bahkan menjadi anggotanya, bahkan rajin kirim tulisan ke sana. Saya termasuk yang rajin kirim tulisan ke Mommies Daily tahun 2010-an dan dimuat terus di share di fb dan blog *narsis*.

Jumat, 19 September 2014

#WisataBuku ke Lawang Buku


Bagi saya mengunjungi toko buku yang tak biasa (bukan tokbuk yang berada di mall dengaan AC full), kalau di Bandung dikenal dengan istilah toko buku alternatif, memiliki keasikan tersendiri.

Jika ke Bandung kadang saya menyempatkan diri membeli buku di tokbuk alternatif. Seperti saat mudik lebaran kemarin, saya mengunjungi salah satu tokbuk (lebih tepat jika dibilang kios daripada tokbuk) yang berada di lantai dasar baltos (Balubur Town Square) yang bernama Lawang Buku , mall di samping layang jalan arah pasteur.

Kamis, 18 September 2014

Ke museum geologi Bandung

Saat mudik lebaran kemarin, saya mengajak di kecil ke museum Geologi di Bandung, kunjungan yang kedua, saat kunjungan pertama di akhir tahun 2013, semua foto terhapus tak sengaja (nangis bombay waktu itu hikshiks), kunjungan kedua agustus lalu pas kebetulan ada koleksi baru, yaitu replika fosil Gajah Purba alias mamooth.

Museum ini terletak di jalan Diponegoro no 57 Bandung, tak jauh dari Gedung Sate, salah satu ikon kota Bandung yang merupakan tempat dinas Gubenur Bandung. Jarak dari Gedung Sate sekitar satu kilometer.
Berbeda dengan kunjungan pertama, kali ini kami berkunjung saat hari kerja dan jam sekolah, jadi museum relatif sepi, hanya ada beberapa pengunjung jadi terasa tenang dan santai menikmati semua koleksi plus mengabadikannya.


Museum ini cukup menarik bagi anak-anak karena banyak replika fosil binatang yang familiar dengan anak-anak seperti, tyranosaurus atau tyrex, gajah, banteng dan binatang laut. Ada juga fosil  tengkorak manusia purba. 

Lengkapnya bisa di baca di sini 

Kamis, 11 September 2014

Melestarikan Jamu Memperkaya Ilmu Pengetahuan

Jamu sebagai ‘resep’  warisan

resep jamu beras kencur
Jamu kemasan yang selalu masuk dalam daftar belanja bulanan kami adalah jamu untuk penangkal masuk angin. Perjalanan ke kantor pergi pagi pulang malam, kerap membuat suami merasa tak enak badan, badan pegal dan masuk angin. Saya pun yang terbiasa begadang untuk menikmati me time, kadang dilanda masuk angin. Dengan pertimbangan jika sering mengkonsumsi obat modern hanya untuk meredakan badan yang pegal-pegal, khawatir memberi efek buruk pada organ tubuh lain seperti ginjal, kami memilih mengkonsumsi jamu.

Inilah yang membedakan jamu dengan obat modern, jamu yang dibuat dari bahan-bahan alam cenderung tidak memiliki efek samping berat pada organ tubuh lain. Sedangkan kekurangan jamu atau obat herbal, daya penyembuhnya yang tidak se 'cespleng’* obat modern. Ini mungkin karena jamu atau obat hermal masuk ke dalam tubuh dan di proses metabolisme tubuh seperti halnya makanan jadi butuh waktu.

Rabu, 10 September 2014

AB Edisi Ulang Tahun

Tulisan terbaru saya di majalah AyahBunda edisi minggu ini no 18, tgl 8 sept - 21 sept 2014, mengenai masalah yang dirasakan di seputar perut saat hamil dengan narasumber ahli dokter Mariza yustina SpOG, praktik di RSIA Hermina Ciputat Tangsel.

AB edisi special ulang tahun ini harganya hampir dua kali dari edisi biasa tapi artikelnya juga banyak dan komplit jadi sesuai.



Sabtu, 06 September 2014

Dari Lab ke (Nu)Hijab



'Bertemu' teman kuliah di grup WA, membuat saya jadi tahu banyak kabar profesi teman kuliah yang ternyata banyak yang tidak berkutat di laboratorium. Tapi yang konsisten dengan kimianya pun tidak tanggung tanggung lho, levelnya sudah pada manager, beberapa jadi peneliti dan melanjutkan kuliah sampai S2 dan S3 di luar negeri. Proud of you, temans.

Yap, walaupun kami lulusan kimia murni (unpad 98 – gak terlalu penting disebutin sih tapi siapa tahu pembaca blog ini ada yang satu almamater - toss), beberapa jadi guru (perempuan semua), praktisi pendidikan (bukan sekedar guru), pemilik franschise bimbel terbesar, kepala sekolah, membuka bisnis pemotongan sapi halal, peternakan kambing, manager di bank swasta (ada beberapa), pengusaha rendang kemasan, pimred sebuah situs berita online terbesar dan pertama di Indonesia, redaktur koran,  yang jadi irt seperti saya, ada juga heheh.

Beberapa profesi di luar jalur kuliah membuat saya takjub, kok bisa ya?!

NuHijab

Jumat, 29 Agustus 2014

Kade, bisi tisoledat tina biwir

Tanpa menyebutkan asal daerah, dari logat bicara, orang sudah bisa menebak kalau saya orang sunda. Gak heran karena saya lahir, besar dan tumbuh dalam budaya Sunda di Bandung. Sempat belajar jaipongan tapi gak tamat, sempat belajar kecapi waktu aktif di lises (lingkung seni sunda) Unpad tapi hanya beberapa sesi latihan karena ternyata tidak mudah hehe. Tapi saya bukan orang sunda tulen lho, Ibu saya asli Wlengi, sebuah kota kecil di Jawa Timur.

Tisoledat biwir
Beberapa ungkapan atau peribahasa sunda familiar di telinga saya karena sering diucapkan nenek dalam  obrolan keseharian, seperti ungkapan; kade, tisoledat tina biwir (hati-hati, terpeleset dari bibir). Ungkapan ini kependekan dari peribahasa:


Minggu, 24 Agustus 2014

Aksi Sehat 5 Menit

Sehat dengan Gizi Seimbang

Konsep 4 sehat 5 sempurna sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Konsep yang merupakan pedoman gizi seimbang. Yaitu bahwa makanan yang kita konsumsi sehari-hari haruslah mencakup 4 jenis makanan yaitu makanan pokok yang merupakan sumber karbohidrat seperti nasi, gandum atau umbi-umbian. Lauk sebagai sumber protein yaitu telur, daging ayam, daging sapi dan ikan. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral dan disempurnakan dengan segelas susu.


Sayangnya , walaupun konsep 4 sehat 5 sempurna sudah dikenalkan sejak anak-anak duduk di bangku sekolah dasar bahkan taman kanak-kanak,  sebuah riset menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah – buahan masyarakat Indonesia sangatlah rendah. Hanya 35kg/kapita/tahun, bandingkan dengan orang Jepang 150kg/kapita/tahun.

Senin, 18 Agustus 2014

Bantu Stimulasi si Kecil dengan StimuLearn



Masa pertumbuhan si kecil adalah tahap terpenting dalam hidupnya. Dalam periode ini, si kecil butuh stimulasi dan interaksi orang tua untuk mengasah kemampuan kognitifnya.

Karena kesibukan beberapa orangtua memiliki waktu yang terbatas untuk mendampingi dan menstimulasi tumbuh kembang si kecil. Pda saat bersamaan orang tua tidak mau kehilangan momen berharga untuk melihat perkembangan si kecil.

Nestle Dancow menghadirkan StimuLearn yaitu program parenting edukatif yang dirancang untuk membantu orangtua berinteraksi dengan si kecil serta menstimulasi proses belajar dan eksplorasinya.


StimuLearn dirancang khusus oleh Nestle Research Center dengan dukungan ASQ (Ages and Stages Questionnaire) – spesialis perkembangan anak.

Minggu, 17 Agustus 2014

Rendang Yang Rasanya Nendang

Makanan terlezat di dunia
Berbicara soal rendang, sepertinya tidak ada orang Indonesia yang tidak kenal makanan yang satu ini. Makanan khas Sumatra Barat ini, sempat di nobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia hasil survey CNN. Info lengkap klik di sini.

Rasanya memang luar biasa (penyuka rendang pasti sepakat dengan ungkapan saya ini), harum dan rasa rempah-rempahnya yang meresap dalam setiap keratan dagingnya membuat makanan ini kaya cita rasa.

Rendang selalu mengingatkan saya pada masa-masa awal menikah. Beberapa bulan setelah menikah saya di ‘training’ tante suami, Mama Riska, memasak rendang dan beberapa resep khas padang lain seperti dendeng balado basah. Alasannya sudah bisa di tebak, sebagai istri orang padang ya saya harus bisa membuat rendang.


Tapi walaupun sudah bisa memasaknya saya lebih suka membeli rendang daripada harus membuatnya. Untuk satu kilo daging dibutuhkan waktu pengadukan sampai benar-benar menjadi rendang selama 2 jam! Dan mengaduknya tidak bisa di tinggalkan karena bisa-bisa air santannya menempel dan mengerak di dasar wajan.

Rendang Nendang
Ini kali ketiga saya memesan rendang bermerk Rendang Nendang. Walaupun berproduksi di Bandung tapi dibuat oleh orang asli padang. Pesanan bisa satu hari sampai lho untuk wilayah Jabodetabek.

Selasa, 12 Agustus 2014

Mendampingi Tumbuh Kembang si Kecil agar Optimal

menyimak uraian para pakar
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti sebuah sesi parenting dengan nara sumber Psikolog Ratih Ibrahim, dokter spesialis anak Soedjatmiko dan dokter spesialis gizi klinik Fiastuti Witjaksono dengan tema perkembangan anak. 

Tema yang pas untuk saya sebagai mama dari putra putri berumur enam dan dua tahun setengah.



Investasi waktu, hati, tenaga dan pikiran untuk si kecil
Point yang menarik sekaligus menjadi reminder untuk saya adalah mengenai investasi waktu, hati, tenaga dan pikiran untuk anak, gagasan Ratih Ibrahim.

Pilihan kata investasi sendiri bukan tanpa alasan lho, ini menegaskan bahwa betapa berharganya waktu yang orangtua gunakan bersama si kecil. Investasi waktu, hati, tenaga dan pikiran untuk anak sama dengan investasi untuk tumbuh kembang yang optimal.

Jadi Mama itu rasanya....

Di Gramedia Botani Square Bogor
Alhamdulillah, impian untuk bisa menulis buku, terbit dan mejeng di toko buku gramedia se Indonesia akhirnya terkabul walaupun bukan 'solo album'. Di tulis berdua Arin Murtiyarini, mama yang sama-sama suka menulis dan bertemu di dunia maya. Bagaimana kami bertemu, bersahabat lalu menulis buku ini? ceritanya di buku #mommyliciuos 

Tgl 11 agustus kemarin resmi buku kami terdistribusi di gramedia seluruh pulau jawa

Jumat, 18 Juli 2014

Pekan Nuzul Qur’an di Mesjid Assakinah

Ini adalah foto yang diambil tgl 13 Juli lalu di mesjid perumahan tempat saya tinggal, di Ciputat Tangsel.  Tidak seperti tahun sebelumnya, peringatan nuzulul Qur’an tahun ini selain diisi buka bersama warga, ceramah  dan santunan anak yatim piatu juga malam final dan penyerahan hadiah dari beragam lomba yaitu lomba hapalan surat pendek untuk tingkat TK Besar sampai kelas 3 SD, hapalan surat pendek tingkat kelas 4 SD sampai SMP, dan lomba dai cilik. Pesertanya hanya warga perumahan yang juga murid-murid pengajian sore hari  di mesjid ini. 

Azka putri kami menjadi salah satu pesertanya. Tapi yang di depan itu bukan foto Azka ;)


“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”



Kamis, 17 Juli 2014

Hari Pertama Sekolah

Hari senin lalu timeline medsos di dominasi status dan foto hari pertama sekolah anak-anak. Saya termasuk mama yang excited di hari senin itu karena itu hari pertama Azka jadi murid sekolah dasar. Saking excitednya gak sempat bikin status di FB. Selain excited rempong sih penyiapkan dua anak siap ke sekolah, yap karena Khalifah juga di ajak serta. Seminggu pertama sekolah saya mengantar jemput Azka. Minggu selanjutnya sehabis lebaran naik jemputan. Karena ini hari istimewa Abi nya Azka pun cuti biar bisa mengantar Azka ke sekolah.




Sepulang sekolah dan tiba di rumah Azka tidak mau melepas seragam rok sekolahnya, bahkan sampai sore hari dan kami memutuskan berbuka di luar rumah.


Semoga semangat belajarmu tak padam ya, Nak...jadi pembelajar sepanjang hayat.

Minggu, 13 Juli 2014

Menghapus Stigma dan Diskriminasi Penyakit TB

Stigma penyakit TB
Penyakit menular identik dengan kemiskinan karena penyakit ini rentan menyerang orang dengan tingkat ekonomi rendah. Kenapa? Karena kemiskinan menyebabkan kualitas makanan yang dikonsumsi rendah dan ini berpengaruh pada daya tahan tubuuh. Daya tahan tubuh rendah rentan tertulari penyakit.
Karena kemiskinan rumah tempat tinggal menjadi tidak layak-sirkulasi udara dan sinar matahari tidak baik-, yang mengakibatkan kuman penyakit ‘betah’ tinggal di sana dan menulari penghuninya.

Kemiskinan juga menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan, sehingga mereka tidak tahu apa yang menyebabkan tertular dan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika tertular.

Dan stigma itu pulalah yang melekat dengan penyakit menular TB. Padahal faktanya, TB juga menyerang anak dan balita dengan tingkat ekonomi cukup baik hal itu karena daya tahan tubuh mereka lemah.
Stigma TB dan kemiskinan yang begitu lekat membuat sebagian orang merasa gengsi saat di duga tertulari TB sehingga diagosa terlambat.

TB juga lekat dengan stigma penyakit  kutukan, akibat di teluh, tidak bisa disembuhkan dan mematikan. Stigma ini mengakibatkan orang yang menderita TB pesimis bisa sembuh. Sikap pesimis yang membuat mereka bermalas-malasan minum obat karena menurut mereka tidak akan sembuh.

Diskriminasi terhadap penderita TB
Stigma yang buruk memunculkan sikap diskriminasi masyarakat terhadap pasien TB. Pasien TB di kucilkan, dijauhi bahkan dipecat dari pekerjaannya. Diskriminasi yang secara tidak langsung memiskinkan penderita TB. Diskriminasi  juga akan  penderita TB pesimis bisa sembuh, sehingga mereka lalai minum obat lalu timbul penderita TB resisten obat. Efek besar dari stigma dan sikap diskriminasi terhadap TB adalah penyakit TB akan menjadi lingkaran masalah yang tidak pernah tuntas. Padahal menuntaskan penyakit TB adalah  pe-er besar yang harus dilakukan dengan dukungan dan partisipasi masyarakat.



Meluruskan Informasi tentang TB
Stigma dan diskriminasi ini muncul karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai TB. Makin kurang pengetahuan masyarakat terhadap TB, akan makin kuat stigma dan diskriminasi negatif terhadap TB.

Meluruskan informasi seputar TB bukan hanya tugas petugas kesehatan tapi semua masyarakat yang tahu agar deskriminasi tidak terjadi di masyarakat.

Hal-hal yang perlu di luruskan mengenai penyakit TB antara lain;
    1. TB dapat menular kapan dan pada siapa saja, baik orang miskin maupun tidak. Sehingga penting menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
    2. TB bukan penyakit kutukan atau akibat teluh tapi disebabkan bakteri.
    3. TB dapat di sembuhkan dengan mengkonsumsi obat secara teratur.
    4. Untuk bisa sembuh dari TB tidak mahal karena obat tersedia gratis.
    5. Pentingnya keberadaan PMO
    6. Penderita TB sebaiknya menggunakan  masker.
Meluruskan stigma dan deskriminasi terhadap TB
Meluruskan stigma dan deskriminasi terhadap TB dapat dilakukan dengan cara tanpa menggurui dan cara ini biasanya lebih diterima. Seperti misalnya menjadikan TB bahan diskusi di sela kegiatan arisan atau pengajian ibu-ibu. Bekerja sama dengan  posyandu untuk mendatangkan petugas kesehatan dari puskesmas dan memberi penerangan mengenai TB  karena TB rentan terhadap anak dan balita.

Dengan semakin baik dan benarnya pengetahuan masyarakat mengenai TB, kondisi akan berbalik, masyarakat menjadi semakin tahu, tidak takut, stigma dan diskriminasi makin berkurang hingga akhirnya hilang. Yang timbul kemudian adalah rasa simpati dan empati yang membuat penderita TB optimis untuk sembuh dan memiliki harapan masa depan yang sama dengan orang sehat dan masyarakat menjadi lebih peduli pada sekelilingnya termasuk dalam hal menjaga kebersihan lingkungan dan dirinya.

referensi tulisan:
www.tbindonesia.or.id
www.depkes.go.id
www.blog.tbindonesia.or.id

Kamis, 10 Juli 2014

SAVE THEM

Penyoblosan untuk memilih presiden usai dilakukan dan perhitungan suara untuk menentukan pemenang masih berlangsung. Dunia maya,khususnya sosmed, masih hiruk pikuk dengan status capres salah satu pemicunya penayangan hasil quick count dua stasiun TV hasilnya berbeda secara significant.

Kalau selama ini saya tidak pernah pasang status atau berkomentar soal capres sama sekali bukan sok bijak (teringat status seorang teman). dan saya yakin banyak teman di sosmed yang memilih diam seperti saya bukan karena sok bijak. Lagi pula untuk apa membuat pencitraan sok bijak, seleb sosmed juga bukan  :p.

Tapi ya begitulah semua sensitif dan esmosi, termasuk saya.

Hiruk pikuk berita capres yang mendominasi semua kanal internet membuat kita lupa dan baru ngeh sekarang kalau untuk kesekian kalinya Palestina di bombardir Israel. Termasuk saya, yang mengabaikan sebuah pesan di hp bahwa bertanggal 28 Juni 2014 bahwa  pemboman sudah berkali-kali di lakukan pada bulan itu di Palestina. baru ngeh setelah mendapat pesan lagi pada tanggal 3 Juli. Saya ga pernah nonton tv jadi agak kudet hehhe

sumber foto antara
Buat teman-teman yang mau update perihal Palestina dan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza bisa mengakses www.mer-c.org atau invite BB nya di 2ABB91D5 termasuk info no rekening untuk donasi tentunya atau klik page nya di FB ini

Selain Mer-C ada beberapa lembaga kemanusian terpercaya yang menyalurkan bantuan kemanusian ke Palestina seperti ACT , PKPU dll.  Dan menurut saya sebaiknya jika berdonasi disalurkan pada lembaga-lembaga terpercaya.

sumber republika online
Sekilas Tentang MER-C
MER-C atau Medical Emergency Rescue Committee adalah organisasi sosial kemanusian yang bergerak dalam bidang kegawardaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela dan mobilitas tinggi.

Organisasi ini dibentuk di Jakarta 14 Agustus 1999, oleh sekumpulan mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu konflik di Maluku. Seiring waktu organisasi ini berkembang, dan memberikan pelayanan medis untuk korban perang dan konflik kekerasan di luar batas negara Indonesia. Palestina hanya salah satunya.

Sejarah Panjang konflik di Palestina
Palestina mempunyai sejarah panjang bagi  agama Yahudi, Kristen dan Islam. Dan hingga hari ini bisa dikatakan Palestina lah negara dengan konflik yang paling panjang.

Bagaimana ini bermula dan berkonflik?
Sejak 4000 tahun lalu orang Kanaan sudah hidup di Palestina. Sebagian Nabi diturunkan di sini. Diantaranya adalah nabi Ibrahim AS.Ibrahim AS meninggalkan putranya Ismail di mekkah (yang dari keturunannya kemudian lahi nabi Muhammad SAW). Sedangkan Ishaq, putranya yang lain tinggal di Palestina. Ishaq mempunyai putra bernama Ya’qub yang di sebut Israil (Bani Israil – bani berarti suku yang kemudian di sebut bangsa Yahudi).

Ya’qub di karunia anak bernama Lawe (berketurunan nabi Musa, Harun, Ilyas dan Ilyasa), Yahuza (berketurunan nabi Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya dan Isa) Yusuf (nabi Yusuf), dan benyamin (berketurunan nabi Yunus). Saat negeri Palestina dilanda kelaparan, keluarga Ya’qub hijarah ke Mesir (saat itu Yusuf menjadi penguasanya). Pada masa Mesir di kuasai Fir’aun, mereka ditinda, lalu Musa membawa mereka kembali ke Palestina. Di Tanah ini Musa menerima wahyu.

Bangsa Yahudi mencapai kejayaannya pada masa nabi Daud AS dan nabi Sulaiman AS. Mulai abad ke 7-SM, bangsa Yahudi mulai mendapat serangan dari Persia (Iran), Babilonia dan Mesopotamia (Iran). Lalu pada 64-SM Romawi menguasai Yerusalem (al-Quds).

Nabi Isa muncul membawa ajaran baru, yang disebut agama Nasrani atau kristen dan berhasil menanamkan pengaruhnya di Palestina.

Kontak awal Palestina dan Islam terjadi saat nabi Muhammad SAW ber Isra Mi’raj (lihat surat al isra (17) ayat 1). Yang di maksud masjidilaksa di sana belumlah berupa mesjid seperti sekarang (masjid al Aqsa baru di bangun pada masa kekuasaan Dinasti Umayah).

Setelah nabi wafat, Islam berekspansi ke luar Semenanjung Arabia dan Palestina di taklukan untuk pertama kalinya pada masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq. Kemudia Islam di Palestina hidup berdampingan dengan damai dan aman dengan agama-agama yang ada sebelumnya yaitu Yahudi dan Kristen.

Saat Paus Urbanus II menyerukan perang Salib, Palestina berkali-kali menjadi kancah peperangan, namun Palestina tidak berhasil ditaklukan.

Sampai pada tahun 1517 sultan Salim I menaklukan Palestina dan selama 400 tahun Palestina berada di bawah kekuasaan Usmani Turki, berakhir pada tahun 1917/1918 ketika Inggris merebut kawasan Bulan Sabit (Fertile Crescent).

Saat berbagai bangsa silih berganti menyerang Palestina, sebagian besar bangsa Yahudi pergi meninggalkan negaranya dan menyebar (ber diaspor) ke seluruh dunia.  Perubahan drastis terjadi pada abad 18-20. ketika pertumbuhan bangsa Yahudi meledak dan mengalami penindasan di Eropa. Salah satu penindasan ini disebabkan karakter bangsa Yahudi sendiri yang tertutup dan individualis.

Ide Negara Yahudi
Tahun 1896 Theodore Herzl menerbitkan sebuah buku yang berjudul Negara Yahudi (Der Judenstaat) yang berisi seruan membentuk negara Yahudi di Palestina. Dari sini jugalah muncul paham Zionisme.


Pada Perang Dunia I, Inggris yang berada di pihak sekutu melalui menteri luar negerinya Arthur James Balfour mengeluarkan Deklarasi Balfour (2 November 1917) yang isinya memberi dukungan bagi terbentuknya National Home bangsa Yahudi di Palestina.

Saat NAZI menguasai Eropa, gelombang pengungsi bangsa Yahudi ke Palestina semakin besar dan dukungan mendirikan negara Israel semakin meluas.

Pada 19 November 1947, PBB membagi wilayah Palestina menjadi dua, yaitu negara Arab dan negara Yahudi. Usul di terima bangsa Yahudi namun di tolak bangsa Arab.  Perang pecah dan pada tahun 1948 Negara Israel di proklamasikan dengan ibukota Yerusalem.

Presiden Mesir yang pernah memerintahkan serangan terbuka pada Israel.
Konflik internal di Mesir yang melibatkan Ikhwanul Muslimin menyebabkan Anwar Sadat terbunuh  
Sejak itu konflik terus muncul, karena dari waktu ke waktu, negara Israel terus memperluas wilayah kekuasaannya, wilayah yang dimiliki bangsa Palestina mengecil, akses  bangsa Palestina sempit karena harus melalui pintu-pintu wilayah pemukiman Israel yang ketat.

Berbagai perundingan damai sudah pernah di lakukan, diantaranya Camp David (1978) untuk mengakhiri perang Arab – Israel. Konferensi Timur Tengah  di Madrin oktober 1991. Tahun 1993, perjanjian damai Palestina – Israel di tandatangani di Washington DC. Tahun 1994 di Cairo Mesir di tandatangani otonomi Palestina di Jalur Gaza. George W Bush, saat  memimpin Amerika menggagas rencana ‘Road Map’ untuk menciptakan perdamaian di kedua negara.

Dan konflik ini akan terus berlangsung selama Israel terus membangun pemukiman dan tembok perbatasan yang di jaga ketat untuk warga negaranya dengan mengambil wilayah Palestina dan memata-matai seluruh warga Palestina. Bukankah kita juga akan melakukan perlawanan  jika wilayah negara kita diambil secara paksa oleh bangsa lain .

Semoga Allah SWT memberi kekuatan untuk saudara kita di Palestina dan melunakkan hati-hati orang Yahudi, agar konflik berakhir. 

Doa dan dana yang kita sisihkan untuk mereka adalah harapan masa depan bangsa Palestina.

Referensi Tulisan : Ensiklopedi Islam Jilid 5 Terbitan PT Ichtiar Baru Van Hoeve





Rabu, 02 Juli 2014

Femina no 26 terbit 28 Juni -04 Juli 2014

Akhirnya tulisan fiksi saya tembus Femina, walaupun bukan cerpen pertama yang dimuat di media massa tapi dimuat di Femina itu sesuatu ya...mungkin saking sering ditolaknya  jadi terasa istimewa ;p.
Kirim cerpen ke femina; panjang tulisan 1200 karakter, ke kontak@femina.co.id, oh ya tema dan karakter tokohnya jangan cengeng ya



Dan ternyata tayang juga di web nya Femina (setelah 2 bulan terbit edisi cetaknya) berikut linknya http://www.femina.co.id/waktu.senggang/fiksi/sahabat.lama/006/001/921

Minggu, 29 Juni 2014

Partisipasi Aktif Kita untuk Indonesia Bebas TB

Ini ada tulisan ketujuh mengenai TB, tulisan-tulisan sebelumnya bisa di baca di katagori dengan sub serba-serbi Tuberkulosis .  Tema yang diangkat kali ini mengenai  peran masyarakat dalam pengendalian TB.  

Penyakit TB bukan hanya persoalan kesehatan, juga terkait persoalan sosial karena memberi dampak pada lingkungan sekitarnya yaitu bisa menularkan.  Terkait juga persoalan ekonomi, karena ada biaya yang dikeluarkan oleh penderita atau negara – jika obat gratis. Sedangkan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan dan petugas kesehatan memiliki keterbatasan. Karena itu untuk menanggulangi TB haruslah di dukung masyarakat secara aktif.

Besar kecilnya penyebaran penyakit menular terkait dengan perilaku dan pola hidup di masyarakat diantaranya kebersihan dan pola makan. TB akan mudah tertular pada orang yang tinggal di lingkungan kurang bersih dan pada seseorang dengan daya tahan tubuh lemah. Daya tahan lemah umumnya terkait dengan pola makan. Konsumsi makanan sehat lengkap dengan sayur dan buah akan membuat daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit kuat.

Karena terkait dengan perilaku dan pola hidup masyarakat maka penanggulangan penyakit menular haruslah melibatkan masyarakat secara langsung.  

Mengingat fakta bahwa  sebanyak 1/3 kasus TB masih belum terakses atau dilaporkan. Ada juga yang terlambat ditemukan sehingga saat diagnosa ditegakkan sudah dalam tahap lanjut bahkan kuman telah resisten obat sehingga sulit untuk diobati. Maka agar hal ini tidak terjadi, peran masyarakat untuk turut serta menanggulangi TB menjadi keharusan.



Penyebaran TB
Penyebaran penyakit TB sangat luas, tidak hanya di desa-desa yang identik dengan kemiskinan dan pola hidup tidak sehat, juga di kota-kota seluruh Indonesia yang notabene, sudah tahu dan sadar pentingnya pola hidup sehat. Diperkotaan TB merupakan penyebab kematian nomor 4 setelah stroke, diabetes dan hipertensi.


Partisipasi aktif untuk pengendalikan TB 

Beberapa bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mengendalikan TB diantaranya; 

1.Berbagi pengetahuan tentang TB
Hampir semua masyarakat Indonesia tahu apa itu penyakit TB, tapi sedikit sekali yang paham bagaimana TB ditularkan, bahwa TB bisa disembuhkan secara total dan obat TB tersedia gratis.

Banyak pemahaman yang salah mengenai TB di masyarakat.  Sehingga masih ada beberapa penderita TB yang dikucilkan dan merasa dirinya tidak dapat sembuh. Tugas saya sebagai bagian dari masyarakat yang menjadi lebih tahu mengenai TB setelah mengikuti kompetisi ini adalah membagi pengetahuan saya mengenai TB. Dan sudah mulai di lakukan pada saudara, kerabat, teman dan tetangga.

2. Temukan dan Sembuhkan TB
Kenyataan yang sering tidak kita sadari ketika bicara mengenai TB adalah fakta bahwa anak-anak rentan tertulari TB.  Dan banyak TB yang menulari anak-anak tidak menunjukkan gejala TB yang selama ini di ketahuinya seperti batuk selama dua minggu, demam atau berkeringat di malam hari. Seperti yang dialami salah satu kerabat saya.

Selama ini si ibu hanya mengeluhkan anaknya sulit makan, sampai kehilangan berat badan 3 kg. Berbagai cara sudah dilakukan si ibu akan anaknya mau makan tapi tidak cukup berhasil. Si anak makan hanya sekedarnya, bahkan susu pun mulai berkurang. Suatu hari si anak, terkena deman batuk dan pilek. Lalu si ibu membawanya ke dokter.  karena berat badan anak yang tidak normal alias terlalu kurus untuk ukuran anak seusianya, Dokter merekomendasikan untuk tes rontgen dan tes darah. Hasilnya di duga TB. Untuk meyakinkan Dokter melakukan tes Madox, dan hasilnya positif TB.

Hasil diagnosa ini sedikit membuat si Ibu keheranan, dari manakah sumber penularannya? Padahal lingkungan rumah bersih dengan jendela besar-besar sehingga sirkulasi udara dan sinar matahari baik.  Lingkungan sekitar rumah juga bersih dan seingatnya tidak ada anak tetangga suka batuk kalau pun ada anaknya  jarang berinterksi intens dengan anak-anak tetangga. Maklumlah tinggal di sebuah perumahan kelas menengah yang dimana anak-anak orangtua lebih suka ‘mengurung’ anaknay di rumah.

Namun penjelasan Dokter mengenai penularannya membuat si Ibu mengerti dengan banyak kemungkinan dari mana anaknya tertulari. Mungkin saat di mall, rumah sakit atau tempat publik lainnya, ada penderita TB bersin dan si kecil menghirup, atau air liurnya mengenai kursi, pegangan ekskalator yang kemudian secara tidak sengaja di pegang si anak, lalu si anak memasukkan tangannya ke mulut saat hendak makan sesuatu (tanpa cuci tangan) dan kondisi tubuh anak sedang lemah, jadilah kuman masuk dan bersarang.

Kejadian ini membuat saya lebih jeli untuk menemukan penderita TB di sekitar, menjaga dan menumbuhkan kebiasaan kesehatan pada anak-anak salah satu mencuci tangan.

3. Menjadi PMO
Keberadaan PMO atau pengawas minum obat penting karena penyembuhan TB yang cukup lama yaitu minimal 6 bulan, bisanya membuat penderita bosan, lupa atau merasa sudah sembuh (padahal belum 6 bulan). Di sinilah tugas PMO selain untuk memastikan penderita TB minum obat juga mengedukasi penderita mengenai bahaya TB jika tidak disembuhkan bukan hanya untuk dirinya tapi lingkungan sekitar.


4. Menjadi tenaga suka rela resmi melalui organisasi sosial baik di gagas pemerintah atau pun non pemerintah atau membentuk organisasi sendiri dengan masyarakat sekitar (komunitas).

Bergabung dengan organisasi atau komunitas tertentu yang kegiatannya konsen pada TB akan membuat proses sosialisasi TB lebih terarah baik kegiatan maupun sasarannya. seperti misalnya; mengadakan pelatihan untuk kader TB di setiap kecamatan, penyuluhan secara luas mengenai TB memalui kelompok yang ada di masyarakat seperti PKK, ibu-ibu pengajian dan arisan. Penyuluhan pada pasien TB secara langsung dengan melakukan kunjungan ke rumah dan kampanye melalui penyebaran pamplet.



referensi tulisan
www.tbindonesia.or.id
www.depkes.go.id
www.kompasiana.com
www.pppl.kemkes.go.id
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...