Kamis, 31 Oktober 2013

Tampil Keren dan Produktif ala Urban Mama

Pengen Keren dan Modis

Saya orangnya konvensional, cari aman, gak punya nyali untuk tampil beda termasuk dalam hal penampilan, tapi itu dulu. Sekarang udah berubah tapi dikit.   Contoh sederhananya, dulu pilihan pakaian saya tidak lepas dari warna coklat dan kream, mau pake warna terang takut terlalu jreng, takut gak pantas dsb. Sekarang pakaian saya berwarna-warni.



Selain ingin tampil beda dan modis (asli gak modis) juga katanya nich dari buku-buku self help yang saya baca keberanian dan rasa percaya diri itu tercermin dari penampilan, artinya jika ingin berubah  mulai dari hal kecil salah satunya berani merubah penampilan, tapi tetap dalam koridor yang gak menyalahir aturan donk. Sebagai muslimah ya tetap harus pake hijab. Dan tampil beda dari biasanya selain lebih fresh di mata orang, fesh juga untuk diri sendiri.

Begitupun saat memilih membeli notebook. Kalau dulu, gak terpikir punya notebook selain hitam  dengan alasan warna hitam itu netral  - alasan yang gak nyambung sebenarnya, emang mau dimatching in sama apa ya. Kini selalu berharap bisa ganti notebook yang keren bukan hanya warna juga tampilan dan fiturnya. Tapi bukannya gak bersyukur lho kalau saya berkeinginan punya notebook baru, warna  silver, tipis dan ringan, agar bisa lebih mobile. Memangnya  mau kemana nenteng-nenteng notebook sekarang kan dah kerja di rumah? Sok sibuk ya? *tutupmukapakebuku*

Produktif kapan dan dimanapun

Empat bulan lalu saya suka bawa notebook ke kantor, tapi bukan untuk mengerjakan pekerjaan kantor , karena di kantor sudah tersedia pc. Jadi biasanya sepulang kerja saya nongkrong dulu satu jam atau dua jam, di foodcort mall (info tambahan, kantor tempat saya bekerja satu-satunya pabrik farmasi yang berada di pusat kota – dekat mall tak sampai 1km) untuk mengerjakan orderan artikel atau ngejar lomba blog yang mepet deadline. Maklum kalau di rumah, pasti direbutin anak-anak dan bapaknya.

Sejak bulan juli lalu saya memutuskan resign dari tempat kerja. Belajar dari dua kali pengalaman cuti hamil saya tahu resiko kerja di rumah yaitu ada rasa bosan dan jenuh. Jadi me time sangat penting. Berbeda dengan saat saya masih kerja, bisa me time kapan saja. Apalagi akhir bulan, suka lupa ngontrol waktu me time, saking asiknya cuci mata dan pilih-pilih diskonan.

Karena ke luar rumah sendiri sukar, biasanya saya menyiasati waktu me time di tengah kegiatan. Misal saat ke dokter antriannya kan lama, biasanya anak-anak sama bapaknya  di play groud saya online sambil nunggu giliran dipanggil. Atau dalam perjalanan, saat anak-anak tidur, suami fokus nyetir, saya asik online. Atau saat anak-anak asik main, saya online di samping mereka – tapi alternatif terakhir ini sulit karena biasanya mereka ngerecokin walaupun udah di kasih game di pc.


Sst, mama lagi stres dengan setumpuk referensi  dan besok deadline

Me time yang produktif tentunya, baca buku atau ngeblog. Dan sebagai ibu muda perkotaan saya mau dong tampil keren termasuk bawa notebook keren kemana-mana. Bukan karena warnanya yang beda juga tampilan fisiknya dinamis, ringan, tipis dan memiliki fitur lengkap.

Duh, kesannya sok sibuk banget ya. Tapi beneran lho segala sesuatu kalau mau diseriusin termasuk ngeblog, memang sibuk. Selain posting rutin dan share untuk menaikkan rating  dengan harapan  dilirik sebuah produsen untuk posting iklan,  ikut lomba blog yang hadiahnya bikin ngiler, gadget keren atau uang tunai jutaan rupiah, nulis buat solo album (buku) dan  orderan artikel harus tetap dikerjakan dengan kualitas terbaik agar orderan terus datang, diselingi hunting narsum ke rumah sakit-rumah sakit.

Bareng teman-teman Kelompok Emak-Emak Blogger

sok sibuk kan? Itu baru saya yang sekelas blogger pemula, apalagi blogger dan penulis profesional pasti lebih sibuk dan lebih butuh notebook keren.

Kenalan dengan Acer E1 Slim series

Ngomongin notebook keren, katanya Acer Indonesia mengeluarkan Acer E1 Slim series. Notebook dengan dimensi 30% lebih tipis dari notebook sekelasnya, lebih ringan juga hanya 2.1 kg. Pas buat saya yang kecil. Ergonomis di tenteng ke mana-mana, gak bikin pegel.


Bukan hanya itu, walaupun tipis fiturnya lengkap, ada DVD-RW –nya, pas buat saya yang suka nonton. Yang pasti saya suka monitor LED nya yang sebesar laptop, 14 inci. Gak bikin otot mata tegang karena luas pandang sesuai.

Ada beberapa  Acer E1 Slim series yaitu Aspire E1-470 dan Aspire E1-470G, spesifikasi lengkapnya bisa dilihat di sini. Yang terbaru dari  Acer E1 Slim series adalah Acer Aspire E1-432, keunggulannya menggunakan  prosesorIntel 4th Gen terbaru atau Haswell.  Membuat prosesor bekerja dengan sangat efisien yang memungkinkan daya tahan baterai hingga 6 jam.  Dan prosesor ini sudah terintegrasi dengan IntelHD jadi tampilan multimedia lebih tajam terlebih dengan dukungan resolusi monitor LEDnya 1366x768 px. 

Oh ya   Acer E1-432 dilengkapi port LAN (RJ-45) dan wirelss adafter Acer Nplify 802,11b/g/n, jadi bisa memanfaatkan jaringan wifi dimanapun karena sekarang banyak fasilitas publik sudah dilengkapi wifi.  Dan bisa dowload film atau game karena memiliki harddisk SATA 500GB.

Tipis, ringan dan fitur lengkap, mudah di bawa ke mana-mana, jadi kapan dan di manapun tetap produktif dengan tampilan tetap keren ala urban mama.

mau yang ini, keren dan terkesan futuristik


 Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) danAcer Indonesia.


Minggu, 27 Oktober 2013

my family my inspiration

Selamat hari Blogger Nasional buat semua blogger. Mau sedikit cerita awal mula ngeblog sampai akhirnya ketagihan dan punya beberapa blog .

Mulai kenal blog waktu kuliah tingkat akhir (2002-2003), isinya gak jauh dari curhat gak jelas berhubung  teman-teman kayaknya udah bosan dengerin curhat saya soal penelitian tugas akhir, dosen pembimbing, jomblo dan sederet perasaan ‘merasa’ menderita lainnya hahaha

Diitambah lagi beberapa teman dekat sudah pada lulus ... saya kapan lulus? Kapan punya pacar? Kalau lulus mau ngelamar kerja kemana?  Yap, galau tingkat akut. Untunglah jaman itu gak ada sosmed macam facebook dan twitter jadi kegalauan masih bisa dikontrol.

Beres kulih dan kerja, merasa gak perlu curhat. Walaupun masih jomblo liat rekening tiap bulan bertambah sangat cukup jadi hiburan hehehe. Malming ya cari baju diskonan, nongkrong di toko buku alternatif, atau nonton musik keroncongan....sebenarnya sich sambil ngarep di gebet  *barungakusetelah10thn*

Masuk usia 26 dan masih jomblo mulai gelisah.  Tanpa disangka seorang teman memperkenalkan temannya eh setahun kenalan langsung nikah.  Entah kenapa pas punya anak, seperti keingetan buat ngeblog. Mungkin rasa excited ibu baru yang rasanya pengen semua orang tahu ‘ini lho anak saya’, ‘lucu kan?’  Padahal faktanya bukan hanya anak kita yang lucu tapi semua anak. Tapi boleh donk narsis heheh

Yang pasti rasanya jadi ibu itu luar biasa, melihat dan menuliskan keseharian mereka di blog membuat saya belajar banyak hal selain sebagai cara saya mengabadikan masa kecil anak-anak. Masa yang dalam lima tahun ke depan hanya bisa saya ingat sebagai potongan – potongan fragmen yang tak jelas dan tumpang tindih.

Ngeblog membuat kemampuan menulis saya terasah, mendapat banyak teman baru sesama blogger. Karena kemampuan menulis saya terasah akhirnya tulisan cerita tentang keseharian saya bersama anak-anak dimuat di media massa. Karena MP tutup saya hijrah ke blogspot.

Yang tak pernah di duga sich ternyata, ngeblog bisa jadi pasif income dari mulai ikutan lomba blog yang hadiahnya keren-keren sampai tawaran postingan iklan produk. Walaupun saya lebih sering kalah di ajang lomba blog, walaupun hanya sekali dapat orderan ngiklan, tapi ngeblog tetap semangat donk karena keluarga kecil saya  yang menginspirasi  untuk terus nulis di blog.  Buat saya menulis di blog sama dengan mengabadikan orang-orang yang dicintai. 

my family my inspiration




*344 kata

Kamis, 24 Oktober 2013

Saat Menunggu Jadi Lebih Produktif

Notebook untuk si Aktif

Pilihan memiliki notebook karena fleksibel, bisa menulis-ngeblog dimana dan kapanpun.  Lebih-lebih setelah gabung dengan Kumpulan Emak-Emak Blogger, ngeblog makin semangat.

Saat di rumah, tidak perlu selalu harus duduk manis di meja kerja, bisa di bawa ke kamar, meja makan bahkan  sambil menunggui  si kecil tidur malam – jadi siap kalau dia merengek minta susu.


tempat favorit nge 'notebook' di meja makan :)


Bisa mobile juga, alias dibawa bepergian.  Biasanya saya membawa  notebook jika berurusan dengan pekerjaan sebagai penulis lepas sebuah majalah bertema parenting. Menemui narasumber (narsum) yang kebanyakan berdomisili Jakarta. Saat menemui narsum biasanya saya datang  setengah jam lebih awal, untuk menyiapkan diri membaca ulang materi yang akan di diskusikan. Tapi alih-alih tepat waktu  seringnya molor lebih dari 1 jam, bahkan sampai 3 jam karena narsum tiba-tiba menerima tamu yang lain rekan kerjanya sesama dokter untuk diskusi, mahasiswa yang minta bimbingan, visit pasien dsb.  Waktu menunggu tak terduga itu yang biasanya saya habiskan di temani notebook.


artikelnya satu halaman, nunggu dokternya 3 jam :)

Beberapa narsum memang bisa dihubungi (wawancara) melalui telepon,  tapi narsum dengan profesi dokter, sejauh ini selalu ingin wawancara secara langsung, dengan alasan khawatir ada kesalahan persepsi sehingga penjelasan yang saya tulis dan sampai ke pembaca tidak sesuai dengan maksud yang dijelaskan narsum.

Tapi membawa notebook  ke mana-mana bagi saya kerja keras. Karena cukup berat dan harus selalu saya tenteng (dalam tas geblok) selama perjalanan karena saya pengguna transportasi massal. Menumpang komuterline atau busway, sampai terminal atau halte baru naik taksi *tips irit*. Ditambah tubuh saya yang kecil, notebook  3  kg jadi cukup berat.

Sejak itu terbersit keinginan memiliki notebook yang lebih tipis dan ringan,  agar mudah dibawa kemana-mana jadi bisa lebih produktif.

Simple dan Efisien

Tentunya isi tas saya tak hanya notebook, selain dompet, ada beautycash, mukena, buku, notes tempat pinsil dan sebotol air mineral. Tak heran jika tas terpakai maksimal dan menggembung. Kalau notebook lebih tipis, selain tidak memakan banyak tempat di tas juga  ringan.  Bagi saya sendiri gak bikin pegel punggung.  Sehingga saya bisa mengganti  waktu meluruskan punggung (karena pegal) saat tiba di tempat tujuan atau saat menunggu komuter line dengan membaca buku.

sesak

Anytime Anywhere

Notebook lebih tipis dan ringan tentunya lebih ergonomis, mudah dan nyaman di bawa kemana-mana atau saat diletakkan di pangkuan ketika digunakan, dalam kendaraan misalnya, dengan catatan tidak sambil nyetir sendiri ya J.

Wish List

Impiannya, bisa memiliki salah satu notebook Acer E1 Slim series, dimensinya 30% lebih tipis dan berat 15% lebih ringan, hanya 2.1 kg. Walaupun  dimensinya lebih tipis tapi bisa membuat lebih  produktif karena fiturnya lengkap termasuk adanya DVD-RW –nya, karena biasanya notebook dengan dimensi lebih tipis dan ringan menghilangkan fitur ini.  Bagi saya ketersediaan DVD-RW penting agar bisa nonton kapan dan di mana pun, termasuk saat menunggu. Karena jika di rumah waktu menonton yang sering 'dikorbankan' , padahal menonton proses produktif lho jika yang ditonton berkualitas.

30% lebih tipis . gambar di ambil dari sini 


Acer E1-432 adalah salah satu seri dari Acer E1 Slim series generasi terbaru ini dilengkapi port LAN (RJ-45) dan wirelss adafter Acer Nplify 802,11b/g/n, jadi bisa memanfaatkan jaringan wifi dimanapun dan kebetulan hampir semua rumah  sakit yang saya kunjungi untuk menemui narsum (dokter) sudah dilengkapi  Wifi, jadi bisa browsing, selain sosmed tentu up grade pengetahuan parenting dan info buku baru,  bahkan dowload film karena memiliki harddisk SATA 500GB (jika narsum molor sampai lebih dari 2 jam)  tanpa perlu membawa modem lumayan hemat kan J.

Penggunaan prosesorIntel 4th Gen terbaru atau Haswell pada Acer Aspire E1-432 membuat prosesor bekerja dengan sangat efisien yang memungkinkan daya tahan baterai hingga 6 jam.  Jadi tak perlu khawatir drop sebelum ketemu colokan  jika sudah full di charge di rumah.

Monitor LED nya berukuran  14”,  saya tidak perlu menyempitkan pandangan atau membungkukkan badan saat menggunakan notebook ini untuk beragam aktivitas terutama menulis. Monitor ukuran kecil yang artinya tidak sesuai dengan luas pandang akan membuat mata berakomodasi lebih kuat  dan ini mengakibatkan mata menjadi cepat lelah.  Jika mata sudah lelah otomatis keinginan berlama-lama di depan komputer terlebih menulis jadi hilang. Yang timbul malah rasa ngantuk.

Dengan notebook  lebih tipis dan ringan, saya jadi bisa lebih produktif karena bukan hanya waktu menunggu narsum yang bisa saya manfaatkan secara maksimal juga saat menunggu kaka Azka les musik sambil nulis untuk update blog atau orderan artikel. Maklum saya masih gagap kalau nulis di tab, kagok kalau istilah orang sunda mah. Biasanya kalau pergi dengan anak saya tidak membawa notebook karena berat jadi nambah rempong karena bawa tas si kecil juga.

kalau notebooknya tipis gak seberat ini kayaknya :P
(waktu ikut acaranya blogger reporter, bawa notebook buat lomba blog ditempat)

Berharap kenyaman mengetik di notebook Acer E1-432  karena  model keyboardnya chiclet, membuat saya lupa waktu hingga bisa menulis puluhan halaman hingga bisa merampungkan calon buku solo.  Amin J

Spesifikasi lengkap Acer E1-432 bisa dilihat di sini.

tampilan slim dan premium


Notebook tipis dengan fitur lengkap biasanya mahal, tapi harga Acer E1 Slim series dari Acer Indonesia ini cukup kompetitif bahkan sangat murah jika membeli sampai akhir bulan ini (31 Okt 2013) karena mendapatkan garansi full service dan sparepart selama 3 tahun. Harga Acer E1 Slim series terbaru yaitu Acer E1-432 Rp. 4.749.000,-

saya suka yang warna silver, lebih elegan :)
gambar diambil dari sini


Minggu, 06 Oktober 2013

Petualangan di Malam Hari (Pemenang utama Momen 15 Menit Sariwangi periode 2)

Si kecil Azka Zahra (5y7m) menyebutnya petualangan, kami menyebutnya quality time. Energi kedua anak kami Azka Zahra dan Khalifah Ahsan (1y7m) seperti di charge ketika Papanya sampai rumah setiap pulang kerja. Rasa kantuk dan lelah mereka seolah menguap. Jam menunjuk di angka 7 malam ketika papanya sampai rumah. Dengan serta merta Azka mengajak Papanya dan saya menemaninya main di pekarangan rumah dengan alasan untuk perpetualangan. Dengan senter keduanya  melihat sudut-sudut taman yang gelap dan rimbunan tanaman, terkagum-kagum dengan bentuk bulan yang selalu berubah, kedipan bintang dan kelelawar yang kadang menyambar jambu di pekarangan rumah kami. Siang hari panas matahari begitu terik sehingga anak-anak enggan lama-lama main di pekarangan.

Petualangan Azka dan Khalif :)
Ternyata sangat membahagiakan melihat imajinasi keduanya, ini membuat saya belajar, betapa banyak cara sederhana, sepele dan tanpa bayar untuk membuat mereka bermain sekaligus belajar dan berinteraksi dengan alam.  Kedua si kecil kami akan berceloteh riang,  diselingi pertanyaan Azka mengenai fenomena alam yang dilihatnya.  Menjawab rentetan pertanyaan Azka yang kadang ajaib, seperti siapa yang menciptakan bintang? Saat di jawab Tuhan, balik bertanya siapa Tuhan? Laki-laki atau perempuan? Di mana rumahnya? Atau pertanyaan sederhana, kenapa teh aku boleh manisnya sedikit? Kenapa mama gak suka teh pake gula? Pertanyaan yang membuat saya dan suami menjadi teman diskusi dan sama-sama belajar,  untuk menyiapkan jawaban pertanyaan anak-anak yang kerap tak terduga.

Tak jarang keduanya membuat kami tertawa atau terkagum-kagum, karena berebut menunjukkan ‘kebolehan’ atau kemampuan baru mereka pada Papanya. Seperti misalnya,”Mewarnai aku tadi di sekolah dapat bintang lima,” seru Azka. sementara Khalif menyenandungkan lagu burung kakatua dengan terputus-putus atau memanggil-manggil kami untuk mencari perhatian.

Ditemani secangkir teh hangat membuat suasana bertambah hangat dan nyaman, sehingga lebih seringnya kami enggan beranjak kalau saja tidak ingat bahwa anak-anak harus segera tidur. Kebersamaan itu juga membuat kami lebih lekat karena kami memiliki waktu bersama.

Alhamdulillah, menang :) bisa juga di baca di sini


Kamis, 03 Oktober 2013

A Creative Writing Master Class with Maggie Tiojakin

Saya merasa sangat beruntung bisa ikut  NARASI GRAMEDIA :  A Creative Writing Master Class with Maggie Tiojakin yang diadakan Gramedia tgl 28 sept lalu, walaupun untuk itu harus nunggu satu bulan karena sesi pertama penuh.

Ini bukan workshop offline menulis berbayar pertama yang saya ikuti dengan pemateri  penulis yang bukunya luar biasa  tapi rasanya ini yang paling berasa dan mengena ilmunya.  Atau mungkin karena teori menulis hal baru untuk saya jadi terasa excited maklum lebih dari 15 tahun hidup saya di jejali teori dan rumus kimia. *Jadi kapan nulisnya? Ikut kursus terus. Nah itu dia berharap dengan ikut kelas ini bisa menuangkan ide dan imajinasi dengan lancar karena biasanya tersedat tak sampai di halaman sepuluh*.

Acara ini berlangsung selama 5 jam, jadi yang saya tulis di sini tidak semuanya ya point-point pentingnya saja,  dari apa itu cerita dan creative writing.

Selama ini kebanyakan orang menganggap cerita atau fiksi hanya hiburan. Karena cerita fiksi kerap diidentikkan dengan fantasi dan kebohongan.  cerita yang baik bukan sekedar hiburan tapi medium komunikasi  yang mengantarkan pesan.

Mengutip katanya Maggie,“Cerita adalah cara kita mengabadikan budaya hidup, dengan memahami proses bercerita, otomatis kita akan menjadi pencerita yang lebih baik.”

Dan fiksi adalah bentuk cerita yang paling jujur. Imajinasi adalah manifestasi pikiran, iman serta ketakutan. Tiga hal yang membentuk pribadi manusia (Winter Dream, Maggie Tiojakin, 2010)

Tidak ada cerita/fiksi jelek, yang ada hanya dua cerita bagus dan cerita luar biasa. Cerita luar biasa ini yang biasanya tak lengkang jaman enak di baca walaupun usia ceritanya sudah puluhan bahkan ratusan tahun, sebut saja cerpen-cerpennya Anton Chekov atau O. Henry,  kalau dari lokal ada penulis Pram, Ahmad Tohari, SGA yang karyanya sudah terbukti melintasi jaman...silahkan menambahkan, yang saya sebutkan itu hanya penulis fav saya.

Setiap orang bisa menulis dan menulis adalah keterampilan yang bisa dipelajari tapi ada dua hal yang tidak dimiliki semua orang atau dimiliki dengan intensitas berbeda dan berpengaruh pada kualitas tulisan yaitu persepsi (bagaimana orang melihat dunia sekitarnya termasuk nilai) dan empati (kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain – tidak mudah menjudge). Cara mengasah persepsi dan empati adalah dengan banyak membaca,  memperhatikan dan berlatih, kalau istilah Maggie, be a journalist and learn to write.

Apa sich yang menyebabkan cerita ini menjadi luar biasa? Cerita luar biasa ini umumnya mempunyai 5 hal

1.       Nilai universal – benang merah yang dimiliki setiap orang terlepas dari budaya, politik, tradisi dan keyakinan.
2.       Cerita itu mempunyai kemampuan lintas budaya, generasi dan masa.
3.       Memiliki potensi untuk berdiri sendiri terlepas dari pencerita dan platform yang digunakan.
4.       Tema luas dan tujuannya jelas.
5.       Potensi untuk memberikan arti lebih bagi pembaca.

Menulis cerita perlu rule atau aturan. Tapi seperti kata Maggie kemudian, You can break the rule but you must have standard  *maafkan kalau bahasa inggrisnya salah-salah nich –  Maggie banyak menyelipkan kalimat  dalam bahasa Inggris*. Gunanya aturan agar tulisan memiliki integritas.

Berikut 11 aturan  creative writing menurut Maggie Tiojakin

1.      Keep it simple, stupid. Cerita atau karya yang baik tidak selalu harus menjlimet bahasanya.
Kata, kalimat dan deskripsi adegan sederhana dan mudah di mengerti.
2.   Always keep the story moving. Kata Maggie, ini yang tidak banyak dimiliki penulis saat ini, cerita tidak terlihat bergerak dalam hal tempat dan situasi, tidak ada deskripsi detail yang dilakukan atau dimana  tokoh  berada ketika dialog berlangsung – gak ada juga deskripsi gesture tokoh. Gak mungkin kan si tokoh diam  kaku selama ngomong.
3.  There is nothing new under the sun. Gak ada ide baru di dunia ini yang membedakan adalah cara  menyampaiannya dan  ini yang harus dilakukan penulis.
4.      Write what u know. Riset itu penting.
5.      Writing is show business. Tulis (deskripsikan termasuk gesture) apa yang dilakukan tokoh dalam cerita  jika  sedang sedih atau gembira.
6.       You are not the smartest person in the planet.
7.       Writing is revising. Jangan lupa untuk selalu ngedit.
8.      There is no such thing as a writer block.  Writer block biasanya muncul karena banyak pikiran atau kurang   baca buku.
9.       Moral lessons are for kids. Jangan menggurui tapi biarkan pembaca menginterprensi.
10.   Be bold alias jangan malu-malu.

11.   The are no rules. Artinya You can break the rule but you must have standard.

Salah satu bahan cerita yang di bedah dalam kelas  ini adalah film Titanic. Peserta di ajak mempreteli plot, setting, alur, karakter tokoh-tokoh dalam film ini, di mana klimak, gesture tokoh (ini yang kerap terlewat di banyak penulis fiksi saat ini) krisis cerita dan jenis endingnya.

Pelajaran untuk saya, kalau nonton film jangan sekedar nonton tapi pelajari. Dan mengutip katanya Maggie Tiojakin,”Penulis bisa belajar dari berbagai platform cerita salah satunya visual art.”

gak sempat foto2 sama maggie :( karena ditunggu anak-anak dan miswa

Yang belum tahu siapa Maggie Tiojakin yuk intip di sini situsnya www.MaggieTiojakin.com.

Oh ya kabarnya, kelas ini akan rutin diadakan gramedia, diadakan lagi tahun depan dengan materi berbeda (pembahasan lebih dalam dari materi sebelumnya).  Yang berminat bisa siap-siap pantengin website atau  timeline nya GPU or Maggie Tiojakin.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...