Jumat, 20 September 2013

Pro Kontra Mobil Murah

Mau urun obrolan akh, mumpung masih hangat, mobil murah pabrikan terkenal lauching di even   IIndonesia International Motor Show (IIMS) 2013 yang digelar sampai 29 september.



Kebijakan mobil jelas memicu pro kontra. Pertama, belum lauching mobil murah aja  jalanan macet apalagi nanti. Kedua, subsidi BBM yang kemungkinan membengkak. Untuk menghindari efek kedua, pemerintah membuat peraturan, mobil murah menggunakan BBM non subsidi, caranya meminta pabrikan mobil murah menseting mesinnya dengan mesin yang cocok menggunakan BBM non subsidi. Kalau mobil murah maksa pake BBM bersubsidi maka kemampuan mesinnya tidak maksimal. Untuk mengurangi kemacetan, pemerintah masih membenahi transportasi masal  (udah lauching mobil murah masih membenahi?)

gambar diambil dari www.metrotvnews.com
Menurut saya ini peraturan agak aneh,  secara mobil yang harganya menengah saja sekelas avanza misalnya, hampir gak ada yang pake pertamax (selama pengamatan tiap ngisi bensin), mobil 250 cc masih ada yang nakal pake premium. Bahkan mobil  yang harganya 1M ini  tanpa malu-malu minum premium, saya baca di sini

Logikanya, mobil murah pasti dibeli orang kelas menengah yang pas-pas an, pasti ga bisa nafas donk beli pertamax. Kalau begitu sama saja dengan kalimat,’orang pas-pas an dilarang nyaman’.  Lha, iya lha wong jaman sekarang mobil itu kebutuhan, secara transportasi masal jauh dari nyaman dan mahal.
Alangkah adil dan lebih baiknya jika kebijakannya subsidi BBM dihapuskan saja dan dialihkan ke angkutan masal (teknisnya ya dipikirin lah). Sehingga orang bisa tetap memiliki mobil tapi hanya digunakan pada keadaan tertentu (jarak jauh, darurat dan mudik), selebihnya menggunakan transportasi masal.

Mobil sebagai kebutuhan

Sebagai keluarga muda, dengan dua anak balita terasa memiliki mobil itu karena kebutuhan, terutama saat akan berkunjung ke rumah ortu atau mertua, saat mudik, anak sakit dan hujan dan jarak tempuh jauh lainnya.
Mengingat transportasi massal kurang ramah terhadap anak-anak dan balita. Walaupun di komuter dan transjakarta sudah disediakan tempat duduk khusus untuk ibu hamil dan membawa anak, selain jumlahnya kurang juga masih banyak penumpang lain yang tanpa malu menggunakan fasilitas ini dengan  (pura-pura) tidur - pengalaman.

Disediakan gerbong khusus di komuterline gak terlalu ngaruh, karena malah beberapa perempuan lebih kejam alias gak mau ngalah karena merasa sama-sama perempuan kali ya. Jadi biasanya jika saya bepergian membawa si kecil naik komuter  memilih gerbong campuran karena jika kursi khusus penuh, biasanya para kaum adam langsung memberikan tempat duduk, entah malu atau kasian.

Kenapa ada kebijakan mobil murah?

“Ini yang salah pemerintah, kok ngeluarin kebijakan mobil murah?” saya pernah menggerutu seperti itu saat terjebak dalam kemacetan. Lha, belum keluar mobil murah aja, macetnya setengah mati toh!?
“Karena ini menggerakkan ekonomi. Kelas menengah terus tumbuh,  daya beli naik, dan mobil jadi kebutuhan.  Industri otomotif itu banyak menyerap tenaga kerja, industri yang bergerak dari hulu ke hilir. Bertambah produksi penyerapan tenaga kerja besar,” jelas miswa. “Dan  kendaraan bermotor seperti mobil membayar 5 jenis pajak saat terjadi transaksi termasuk pembuatan SIM dan STNK. Pajak-pajak ini yang jadi masukan uang negara. ” Lalu miswa menyebutkan ke 5 jenis pajak itu (tapi lupa nanti saya tanya miswa lagi, dua minggu ini dia sibuk jaga lapak di IIMS).

“Tapi ya makin macet.”
“Nah itu dia, harusnya dibarengi kebijakan lain, misal, BBM bersubsidi di hapus. Agar semua orang tetap punya mobil tapi gak setiap hari digunakan, untuk sehari-hari pake transportasi masal. Pajak progresif diperketat, jalanan di tambah ke samping kanan kiri atau atas. Gimana gak macet, pertambahan jalan pertahun 1 persen, jumlah kendaraan bermotor pertahun naik 10%.”

Manggut-manggut.


Rabu, 18 September 2013

Baby Blues atau bukan sih...

Baby blues atau depresi ringan biasa dialami oleh ibu baru dan akan sembuh dengan sendirinya. Tapi tak perlu terburu-buru menyalahkan baby blues ketika marah dan bete hanya karena hal-hal sepele, karena bisa jadi itu hanya sekedar stres yang disebabkan oleh kelelahan.

Bagaimana membedakannya? Artikel lengkapnya ada di majalah AyahBunda edis minggu  ini no 19 hal 60 tulisan saya dengan  narasumber dengan Muhammad Rizal, Psi., psikolog di lembaga terapan Universitas Indonesia, edisi spesial ulang tahun, isinya komplit 'merayakan jadi ibu' dan eye catching banget.







Jumat, 06 September 2013

Mewujudkan Indonesia Baru bersama Pertamax

Belajar dari Kebesaran Sejarah

Beberapa dari sekian banyak alasan saya bangga menjadi bangsa Indonesia adalah karena negara ini lepas dari penjajah dan merdeka bukan merupakan hadiah dari penjajah tapi perjuangan dari generasi ke generasi selama tiga setengah abad. Dan pernah menjadi bangsa yang besar karena keberaniannya untuk tidak memihak saat dunia ideologi terbelah menjadi dua kubu. Blok barat dan blok timur

saksi bisu kebesaran Indonesia masa lalu
foto diambil dari www.bandungtourism.com
68 Tahun Merdeka

Kini setelah  68 tahun merdeka,  pertumbuhan ekonomi Indonesia terus membaik, jumlah kelas menengah terus meningkat hingga delapan tahun ke depan dan  kemiskinan berkurang. Tak heran  jika kemudian  Indonesia dinilai sebagai merupakan market yang menjanjikan, seperti yang diungkapkan salah seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia. Kenyataannya bisa terlihat dari bertambahnya produk dan brand global yang masuk dan berinvestasi di Indonesia tak terkecuali industri otomotif walaupun macet masih menjadi kendala.  

Namun ada pernyataan yang cukup menggelitik, menurut sebuah riset  guncangan ekonomi  global tidak akan membuat ekonomi Indonesia terpuruk, ancaman justru datang dari dalam yaitu karena  korupsi dan birokrasi. Pada kenyataannya memang, kasus korupsi seperti tak pernah usai, begitu pun birokrasi yang belum sepenuhnya bersih dari KKN. Belum termasuk masalah penegakan hukum yang memihak pada yang lebih berkuasa,  tidak disiplin, pembangunan yang tidak merata, wakil rakyat yang bekerja tidak mewakili rakyat, masalah-masalah yang kerap membuat sebagian masyarakat gagap dan pesimis ketika ditanya, “Cinta dan bangga berbangsa  Indonesia?” 

Tapi  semua masyarakat berteriak berang ketika satu tarian, corak batik, satu pulau, diakui milik negara tetangga. Api nasionalisme seperti tersulut seketika. Semua mengaku cinta Indonesia. Semoga rasa itu  bukan sekedar euforia tapi karena memang inilah perasaan mendasar bahwa sebenarnya kita semua  cinta Indonesia, hanya kerap di buat gagap dengan banyaknya persoalan di negeri ini terutama kasus korupsinya.

Potensi untuk Indonesia Baru

Indonesia memiliki banyak potensi dan modal dasar untuk bisa maju dan bersaing di dunia, sebagai pemain bukan sekedar menjadi market.  Indonesia baru yang bersih dari KKN.  Tiga potensi yang dimiliki diantara ; keanekaragaman budaya,  keindahan alam dan kekayaan alam, dan senyum optimis dan penuh harapan anak-anak Indonesia.   Potensi yang seharusnya membuat cinta, bangga menjadi bangsa Indonesia dan berpartisipasi aktif untuk bersama-sama menjadikan Indonesia Baru yang bersih, adil dan kemakmuran merata.
senyum dan harapan anak Indonesia
foto dokumentasi pribadi

keindahan dan kekayaan alam Indonesia
foto dokumentasi pribadi

kekayaan budaya Indonesia
foto dokumentasi pribadi

Salah satu bentuk mengolah keanegaraman  budaya dengan cinta adalah melestarikan dan mengenalkannya pada generasi muda dan anak-anak.  Senyum optimis dan penuh harapan anak-anak Indonesia akan hilang jika tak dirawat dengan cinta kasih. Mengolah kekayaan alam dengan cinta dilakukan dengan membuat produk yang ramah lingkungan agar tak menyisakan warisan berupa polusi untuk generasi mendatang.

Saya optimis Indonesia Baru yang lebih baik, disiplin, kemakmuran merata dan bersih  akan terwujud, karena masih ada ratusan sarjana muda yang bersedia mengabdikan dirinya ke pelosok nan jauh terpencil untuk menginspirasi anak sekolah dasar agar tercipta pemerataan perubahan dan kemajuan. Muncul pemimpin yang bersih dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat dan munculnya komunitas-komunitas yang melakukan gerakan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik di berbagai bidang.

komunitas-komunitas membangun


Walaupun begitu  kita semua harus  turut aktif  berpartisipasi mewujudkan Indonesia Baru, karena tanpa partisipasi semua masyarakat Indonesia. Indonesia Baru tak akan cepat terwujud padahal persaingan global bergerak cepat.

Partisipasi mewujudkan Indonesia Baru

Partisipasi mewujudkan Indonesia Baru dapat dimulai dengan melakukan  hal-hal kecil yang kerap kita abaikan dan menularkannya pada orang terdekat, keluarga bahkan anak kita. Seperti mengenai disiplin, taat peraturan dan membuang sampah pada tempatnya.

Membuat gerakan masal  menjadikan disiplin mentaati peraturan sebagai budaya.  Kenapa harus dilakukan secara masal, karena beberapa ketidakdisiplinan dilakukan birokrasi yang jika dilawan segelintir orang dengan cara tidak KKN, akan sukar terwujud. Contoh sederhananya banyak sekali, diantaranya pembuatan surat ini itu.

Menumbuhkan semangat nasionalisme sejak dini pada anak-anak dengan cara sederhana, seperti mengenalkan keanekaragaman budaya, sikap toleransi terhadap perbedaan, mengenalkan lagu kebangsaan dan daerah.

Bergabung dan atau mendukung  komunitas-komunitas sosial yang melakukan gerakan nyata untuk perubahan Indonesia yang lebih baik entah itu bidang sosial, budaya atau ekonomi. 

Menggunakan produk dalam negeri  karena dengan menggunakan produk dalam negeri berarti turut membantu gerak perekonomian nasional. Namun bukan berarti anti produk global dengan menolak keberadaan mereka. Kehadiran produk dan brand global seharusnya menjadi pemicu agar produk atau brand local meningkatkan kualitasnya agar bisa berekspansi menjadi produk atau brand yang mengglobal.

Menggunakan produk dalam negeri salah satunya dengan cara penggunaan Pertamax. Kenapa?  

Pertama ; Pertamax adalah  produk pertamina, salah satu BUMN yang menjadi lokomotif perekonomian negara, dengan menggunakannya berarti kita turut menggerakkan ekonomi negara sehingga terjadi pembangunan yang berkesinambungan.


Kedua ; Penggunaan pertamax mengurangi polusi. Pertamax terbukti  menghasilkan gas buangan karbon dioksida lebih sedikit di banding BBM lain. Ini berarti penggunaan pertamax mengurangi polusi gas karbon dioksida yang disinyalir penyebab terjadinya efek rumah kaca yang mengakibatkan suhu bumi meningkat. Pertamax juga tidak mengandung timbal yang merupakan logam berat berbahaya jika terpapar pada manusia. Paparan timbal pada manusia dari bahan bakar melalui air tanah yang tercemari, seperti sumur tanah dan sungai.

Pertamax menerapkan teknologi ecosave yang menghasilkan pembakaran sempurna pada mesin sehingga mengurangi polutan beracun seperti carbon monoksida atau NOx.  Mesin kendaraanpun berkerja lebih tahan lama dan irit.

Turut mengurangi polusi karena udara dan lingkungan bersih  membantu tubuh sehat jiwa raga sehingga bisa berpartisipasi dan berprestasi  untuk membangun Indonesia Baru. Berarti juga kita turut serta mewariskan udara dan lingkungan bersih untuk generasi penerus Indonesia Baru, anak-anak.
gambar di ambil dari sini

Ketiga ; Pertamax merupakan BBM Non Subsidi. Menggunakan Pertamax menunjukkan kepedulian terjadinya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Karena subsidi BBM  dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat golongan kurang mampu. 

Keempat ; Kesadaran penggunaan pertamax pada kelas menengah akan memunculkan kesadaran untuk tidak segan dan malu menggunakan transportasi publik pada keadaan atau situasi tertentu, ini tentu mendukung program pemerintah mengenai perbaikan sistem transportasi masal untuk mengurangi kemacetan. 
Awalnya mungkin menyiksa jika tidak biasa tapi jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi?

Saatnya tak hanya menggerutui dan menuntut tapi berpartisipasi dalam  membangun Indonesia Baru yang lebih baik, makmur dan bersih. Mari belajar dari para pahlawan kemerdekaan yang tak pernah bertanya apa yang sudah negara berikan pada mereka tapi apa yang sudah mereka berikan untuk negara.

Ide saya untuk Pertamax dan Pertamina :

  1. Menambah  beasiswa pada siswa dan mahasiswa berprestasi terutama untuk siswa dan mahasiswa di daerah.
  2. Menjadi sponsor untuk acara yang di adakan komunitas – komunitas berbasis sosial yang kegiatannya positif mengarah pada perubahan Indonesia yang lebih baik.
  3. Pertamina meningkatkan mutu dan pelayanannya sehingga bisa menjadi brand yang bisa bersaing di pasar global dan melakukan ekspansi pasar ke luar negeri.
  4. Pertamina melalui program CR nya membagi pengetahuannya kepada para UKM lokal melalui  worshop atau training; bagaimana meningkatkan mutu dan pelayanan agar bisa bersaing di pasar global.
  5. Memberi award pada komunitas atau sosok yang menginspirasi lewat karya atau kerja nyata yang mengarah pada perubahan Indonesia yang lebih baik.
  6. Menjadi sponsor untuk acara yang bertujuan melestarikan budaya.
  7. Berpartisipasi aktif dalam upaya rehabilitasi dan restorasi lahan hijau.


akuisisi SPBU COCO Dago Bandung oleh Pertamina : menjadi Tuan di negeri sendiri
gambar di ambil dari sini 

 
si biru saya ini mesinnya cocok pake pertamax
struk pembelian pertamax 4 sept 2013 ( tinta print mau abis kayaknya :(



Rabu, 04 September 2013

Kopdar dan Halabihalal Emak2 Blogger

Ngeblog itu asik, menuangkan ide, gagasan atau sekedar unek-unek alias curhat dapat banyak teman baru. Ngeblog bisa juga bisa jadi lahan cari uang lho....tapi saya gak akan ngebahas itu. Saya akan nulis keseruan dan rasa excited saat ikut kopdar dan halalbihalal KEB di Dcost Seafood Restoran Plaza Semanggi, hari minggu lalu (1 sept 2013). Bukan acara kopdar pertama yang saya ikuti tapi ini pertama kali kopdar bareng KEB, semuanya emak2 jadi kebayang kan seru dan hebohnya. Heboh narsis, seru gamesnya dan kepo karena mau tahu gosip baru. Ternyata bukan gosip, Srikandi Blogger 2014 memang akan digelar dan panitianya sudah terbentuk dengan mak Haya Aliya Zaki sebagai ketuanya. Selamat mak Haya....

Acara dibuka mak Aulia Gurdi  sebagai MC disusul mak Fadlun  sebagai ketua panitia acara lalu Makpon Mira Sahid dan mak icoel  bareng makpuh makpuh (terjadi miskomunikasi antara dua makmin ini soal pelaksaan Srikandi Blogger 2014 heheh)
Dan...bisa ditebak Mak Icoel abis dicengin....heheh

Mak Aulia Gurdi

Mak Fadlun

Makpon...
miskomunikasi 
Dan ini dia foto jajaran panitia Srikandi Blogger 2014


Panitia Srikandi Blogger 2014

Abis maksi dengan menu seafood (lha iyalah ...)


Giliran makan tenang :)

Oh iya member KEB dari bandung ada yang datang lho...salut
blogger bandung plus makpon dan mak icoel  (mau donk kaosnya :))

Dilanjutkan acara games bertabur hadiah, yang gak menang pun dapat hadiah buku. Gimana gak asik dan bikin semangat. Jadilah walaupun saya gak bisa menggunakan sumpit nekat ikutan dan hasilnya bikin malu sendiri karena saya hanya mampu memindahkan manik-manik 5 dari 20.
Yang penting eksis plus dapat hadiah

Tapi di kuis berikutnya saya menang donk, aslinya sich emak2 yang lain ga ada yang maju ke depan, saya aja yang kepedean. Terlebih tergiur hadiahnya novel Mak CeritaEka yang resensinya di lombakan. Lumayan kan jadi gak usah beli kalau dapat hadiah ....hehe
Dan...saya menang, dapat novelnya plus voucher MAP 50.000

Semua emak asik sendiri untunglah anak-anak yang di bawa kreatif (kekreatifan yang pastinya menular dari emaknya) mereka mencari keasikan sendiri dan jadi akrab satu sama lain. Jadi buat emak2 yang punya anak dan suka merasa keberatan bawa anak ke acara seperti ini jangan khawatir, bawa aja asal siap mental jika ternyata anaknya gak betah dan ingin buru-buru pulang.


Akrab :)


Jam 14.00 siang, acara usai, kami foto bersama.



foto milik pribadi, utami irga, Ia laginat dan mak Dey bandung




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...