Rabu, 10 April 2013

Noda dan Kebuah Kenangan


Bos galak adalah satu dari 42 cerita dalam buku Cerita Di Balik Noda terbitan gramedia, cerita yang menjadi pembuka dalam buku ini sekaligus yang paling meninggalkan kesan mendalam untuk saya.

Bukan hanya ceritanya yang mengharu biru yang membuat saya terkesan tapi pesan tersirat yang disampaikan cerita ini sangat menyentuh. Membuat ingatan saya mundur ke belakang, mengingat setiap noda yang pernah dibuat si kecil Azka (4y11m) dan reaksi saya saat itu. Untunglah saya tidak pernah memarahi Azka karena noda yang mengenai pakaian atau pakaian tubuhnya hanya  sempat menampakkan gurat kekesalan yang kini saya sesali.  


Bos galak mengkisahkan seorang bos perempuan yang galak bernama Elsi. Karena sikapnya itu bu Elsi tidak disukai bawahannya. Sampai suatu hari, Rani, salah satu karyawan barunya, membuat ide untuk memberi kejutan saat hari ulang tahun bu Elsi. Ide itu disetujui karyawan lain walaupun awalnya mereka keberatan karena takut bu Elsi marah. Pesta kejutan ulang tahun untuk bu Elsi berhasil dan tanpa diduga tangan Rani yang tengah memegang kue oleng dan kue jatuh mengenai baju bu Elsi. Bu Elsi tidak marah malah tertawa. Lalu bu Elsi bercerita jika Dino, anaknya yang meninggal saat berusia 10 tahun karena kanker, delapan tahun lalu, sering melakukan hal itu. Menumpahinya dengan makanan bahkan dengan kue ulang tahunnya sendiri.




Judul Buku          : Cerita Di Balik Noda
Penulis                 :  Fira Basuki
Penerbit              : Gramedia
Tahun                   : Januari 2013
Tebal                     : 234 hal
 

Saya ingin seperti bu Elsi, tersenyum saat mengenang noda anaknya. Atau sebaliknya, si kecil Azka akan senang atau malah memiliki cerita berkesan saat mengenang noda yang pernah dibuatnya karena saya tidak memarahinya tapi mengingatkannya akan hikmah yang dia dapat dari noda tersebut. Ya, Berani kotor itu baik!


Cerita lain yang menginspirasi saya adalah Teman Sejati (hal 227), mengenai persahabatan antara Arga dan Azha, seorang anak berkebutuhan khusus. Saat , teman sekolah bahkan orangtua teman-teman Azha melarang anaknya bermain dengan Azha dengan tulus Arga mengulurkan bersahabatan.  Arga sadar, Azha berbeda dengan dirinya sehingga ia selalu sabar dan mengalah pada Azha. Arga membela Azha yang sering dijaili dan dicubit teman-temannya.persahabatan ini membuat bangga mamanya Arga dan guru sekolahnya sekaligus menyadarkan para orangtua teman sekolahnya terharu menyadari kesalahannya.

Cerita yang mengingatkan saya untuk menanamkan sejak dini pada anak-anak, bahwa perbedaan dalam bentuk apapun termasuk warna kulit dan rambut temannya adalah karena kebesaran sang Pencipta, untuk itu dia tidak boleh memilih dalam berteman. Dan perbedaan tidak lantas membuat dirinya lebih baik dari orang lain (temannya).


Buku Cerita Di Balik Noda merupakan kumpulan cerita para ibu mengenai keseharian anak-anak mereka yang kerap bersingungan dengan noda . Cerita yang menjadi pemenang   dalam kontes Cerita Di Balik Noda    yang diadakan Rinso beberapa waktu lalu. Buku yang dikembangkan dan ditulis ulang oleh Fira Basuki, seorang penulis perempuan kenamaan yang juga seorang ibu.


Walaupun memiliki thema yang sama yaitu mengenai noda, masing-masing cerita memiliki hikmah berbeda sehingga  memberi pelajaran baru untuk pembacanya terutama orangtua. Beberapa cerita mungkin dialami juga orangtua lain walaupun dengan versi yang berbeda, termasuk saya. Kesamaan pengalaman yang membuat para orangtua yang membaca buku ini seperti membaca pengalamannya sendiri dan mengingatkan satu hal, yaitu bahwa noda atau kotor tidak selalu identik dengan kenakalan anak, kuman dan penyakit. 

Stigma yang selama ini ada di benak banyak orangtua. Stigma yang membuat orangtua mensterilkan anaknya dari lingkungan di luar rumahnya. Padahal saat anak melangkah kakinya ke luar dan berinteraksi dengan lingkungannya dia belajar dari yang dirasakan, dilihat dan didengarnya. Seperti yang bisa kita baca pada cerita-cerita dalam buku Cerita Di Balik Noda, terbitan Gramedia ini. 
Sebuah noda akan yang memberikan warna dalam hidup pada anak dan orangtua, haru, sedih atau lucu, saat mengenangnya kelak.  (rs)

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba nulis blog cerita di balik noda 

1 komentar:

  1. semoga menang lomba menulisnya ya, mak... sukses slalu.. :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...