Minggu, 24 Maret 2013

TMII, Inspirasi Peradaban Bangsa



Salah satu hal yang membuat saya antusias mengikuti kegiatan kopdar dan gathering komunitas blogger reporter bersama TMII adalah boleh membawa anak karena dengan begitu saya bisa sekalian mengenalkan si kecil Azka Zahra pada kekayaan budaya bangsanya. Walaupun kelak dia akan belajar dalam buku teks ajaran sekolah tapi dengan melihat langsung beragam artepak, prasasti dan hasil kebudayaan negaranya yang beraneka ragam, si kecil akan mudah memahami.

Ide membuat taman yang berupa replika mini dari negara Indonesia, di cetuskan oleh istri mantan Presiden RI kedua Tien Soeharto dan diresmikan tahun 1975. Keunikan TMII yang memadukan unsur budaya tradisional dengan budaya kekinian yang modern dan dinamis, membuat tempat wisata ini mudah menjangaku beragam pengunjung dari beragam kalangan dengan satu pesan TMII sebagai wisata dan cagar budaya yang menginspirasi peradaban bangsa.

Perpaduan budaya kekinian yang modern dan dinamis bisa dilihat dari museum-museum ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di TMII. Seperti museum listrik dan  anjungan teater keong mas.

Dilengkapi dengan beragam arena hiburan yang membuat pengunjung berusia anak-anak bisa menikmati tanpa didera kebosanan.
Dihari-hari libur dan hari besar lainnya, di anjungan-anjungan daerah maupun di panggung-panggung seni sering digelar beragam atraksi seni budaya yang menarik. Antara lain adalah Paket Acara Khusus yang  menampilkan beragam aspek dan corak seni budaya daerah, baik dalam bentuk pergelaran seni ataupun upacara adat, lengkap dengan sajian makanan khas, kerajinan tangan, serta berbagai potensi pariwisatanya.



Lebih dekat dengan TMII

Tepat tanggal 20 April mendatang TMII menginjak usia 38 tahun.  Direktur museum-museum TMII Arif Sugiyono dalam kata sambutan pembukaan acara Museum DiHatiku bersama komunitas Blogger Reporter, menyebutkan bahwa dalam lima tahun ini TMII terus berbenah diri melakukan revitalisasi dalam hal pelayanan atau servis excelent. Salah satu museum yang sudah direvitalisasi adalah museum Asmat yang menelan biaya 2.5 M. Hal ini sejalan dengan pencanangan TMII sebagai Outmented Reality Miniatur Park Indonesia. Jumlah museum yang ada di TMII saat ini ada 16 buah, di tambah dengan rencana pembangunan museum Batik Nusantara dan museum Laksamana Cheng Ho. 

Dalam rangkaian ulang tahun TMII yang ke 38 ini pula diadakan beragam acara dengan thema  Taman Mini Indonesia Indah ‘museum di hatiku’ sebagai inspirasi peradaban bangsa. Thema yang mempresentasikan bahwa TMII akan penjadi inspirasi bagi generasi mendatang dengan kekayaan budaya yang diwariskan nenek moyang bangsa ini. 

Salah satu museum yang mempresentasikan  keberagaman kebudayaan Indonesia adalah  museum  Indonesia. Museum ini terdiri dari tiga lantai dengan ratusan koleksi  artepak kebudayaan.





Dari pakaian tradisional, kriya, dan adat istiadat yang dipresentasikan dalam bentuk manikem.





Teknologi Informasi dan TMII

TMII adalah milik bersama masyarakat Indonesia, penegasan yang berkali-kali di katakan arif Sugiharto, ini untuk menekankan bahwa tanggung jawab pelestarian TMII ada si setiap individu masyarakat Indonesia.
Pelestarian sendiri menurut Arif Sugiyono adalah memelihara dan memanfaatkan keberadaan TMII

Mempromosikan  TMII sebagai tempat wisata dan cagar budaya bangsa adalah salah satu langkah yang paling mudah, mengingat sebagaian besar masyarakat Indonesia  adalah mengguna internet dan jejaring sosial teraktif. Hal ini membuat Indosat sebagai salah satu perusahaan jasa telekomunikasi mengembangakn jaringan wifinya di TMII, dan saat ini sudah lebih dari 90 titik tempat di TMII bisa diakses dengan layanan indosat superWIFI. Seperti diunggapan direktur M2 dari Indosat yaitu bapak Prayogi dalam sambutan acara komunitas blogger reporter dan TMII 



Kamis, 14 Maret 2013

"Kuis Seven Days by. Rhein Fathia"



Andai diberi waktu selama tujuh hari untuk jalan-jalan gratis kemanapun, maka saya akan melanjutkan perjalanan rohani bersama mama saya dari beribadah haji (amin semoga impian ini terapai dengan kondisi mama masih sehat dan segar bugar) dengan menghabiskan tujuh hari itu di beberapa negara di Eropa. Alasan saya mengajak mama karena beliaulah saya bisa menjelajahi dunia melalui buku dan memiliki ilmu dunia dan akhirat.


Negara yang mungkin tidak ada dalam bayangan mama untuk dikunjungi. Impian mengajak mama ini terinspirasi dari bukunya  99 Cahaya di Langit Eropa  reviewnya bisa dilihat di blog saya yang lain yaitu di sini.   Saya akan mengajak mama menginap di  Wina mengunjungi benteng dan musieum yang jadi saksi ekspansi Turki Otonom ke Eropa namun harus kalah dengan menanggung malu.

Panglima Perang Turki Kara Mustafa Pasya

Perjalanan dilanjutkan  ke kota  Paris dan menghabiskan dua hari di sana.
Menapaki kebesaran islam masa lalu di museum Lovre dan melihat langsung Axe Historique atau jalan kemenangan yang membuat garis lurus ke Mekkah.


Museum Lovre

Jalan Kemenangan


Dua hari berikutnya ke Madrid – Spanyol mengunjungi Menara Mezguita dan Istana Alhambra.


Ratusan tahun silam menara ini mengumandangkan adzan kini lonceng gereja




istana alhambra
 
Sisa dua hari akan saya habiskan di Turki.  Mengunjungi  Hagia Sophia, simbol kejayaan islam dan nasrani.
sejarah membuat tempat ini pernah menjadi mesjid dan gereja kini menjadi museum
Semoga impian itu terwujud ya, Ma. Love U full


postingan ini dikutsertakan dalam 
"Kuis Seven Days by. Rhein Fathia" di http://www.rheinfathia.com/



Senin, 04 Maret 2013

Keamanan Rumah

*Postingan Promo :)

Keingintahuan si kecil mendorongnya untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, terutama dalam rumah. Jangan heran jika dia memancat teralis jendela, membuka dan mengeluarkan isi laci kitchen set,  lemari pakaian dan banyak tempat lain. Melarangnya ini itu hanya akan membuatnya frustasi dan berujung pada keengganan dan takut untuk mencoba hal baru. Biarkan si kecil bereksplorasi di rumah  dengan syarat pastikan keamanannya.

Empat point penting yang perlu diingat:

1. Biasakan mengembalikan secepatnya barang yang telah digunakan ke tempat semula terutama benada-benda tajam seperti gunting dsb.


2. Tidak menunda membersihkan atau melap lantai yang kotor atau licin.

3. bersihkan rumah dari debu secara teratur dengan penyedot debu.

4. Pilih steker listrik yang aman dan memiliki penutup.


Artikel lengkap saya ini  bisa di baca di AyahBunda edisi 5 tahun 04-17 maret 2013





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...