Senin, 19 Maret 2012

USAI BULAN MADU



Tanggal 6 februari lalu saya kembali bekerja sekaligus mengakhiri bulan madu yang sudah berlangsung selama tiga bulan. Seperti kebanyakan mama bekerja lain. Saya diliputi perasaan tak tega dan khawatir meninggalkan si kecil terutama Khalif yang baru berumur 2 bulan setengah. sekitar satu minggu sebelum saya kembali bekerja saya bicara pada Azka bahwa liburan panjang saya tidak lama lagi berakhir. Mama harus kembali bekerja. Azka langsung meresponnya dengan tangisan dan rengekan,”Mama jangan kerja. Mama kerjanya di rumah aja. Mama aku sedih.” Duh, makin berat membayangkan kembali kerja. Saya membesarkan hati Azka sambil memeluknya. Tak disangka satu hari menjelang hari saya akan bekerja dan saya berkata,”Mama sedih harus kerja lagi. Mama pengin libur panjang lagi.”

Azka berkata,”Mama jangan sedih. Mama nanti juga kan pulang. Nanti hari sabtu dan minggu kan libur,” kata Azka. kalimat yang hampir sama dengan kalimat yang saya ucapkan untuk menghiburnya. 

Dengan alasan tidak tega membiarkan Khalif di jaga art, mama saya bersikeras datang dan tinggal untuk sementara di rumah kami untuk merawat Khalif. Art hanya bertugas cuci-cuci dan beres-beres rumah. Mungkin karena mama saya adalah seorang full day mom dengan lima anak, dia tidak bisa dengan mudah dan tega melihat cucunya di rawat orang lain. Saya lega namun terselip perasaan tidak enak. Gak mau merepotkan mama tapi jika mama ada di rumah saya tenang meninggalkan rumah untuk bekerja. Dua minggu atau sebulan sekali mama pulang.

Tak terasa lebih dari dua bulan telah berlalu, usia Khalif genap 4 bulan.  Laporan mama yang sering saya terima setiap pulang kerja adalah,Khalif tidur siangnya sebentar karena di ganggu kaka Azka. Di ciumin, di peluk, di colek pipinya, telinga Khalif di bisikin atau kaka  Azka meloncat-loncat di tempat tidur. Aku gak ada teman, alasan Azka. Tapi sepertinya Khalif juga suka di ganggu kaka Azka. mata Khalif tidak lepas dari kaka Azka jika kaka Azka berada tidak jauh darinya.

Khalif tengah senang-senangnya tengkurep dan tidak mau digendong ala bayi, harus diberdirikan. Mungkin Khalif tengah merasai sensai yang baru dengan kedua posisi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...