Sabtu, 25 Februari 2012

Digital Diary


 Alasan saya ngeblog karena saya suka menulis. Menulis apa saja. Walaupun mulai ngeblog sejak kuliah tapi rasanya lebih bersemangat setelah punya anak padahal waktu yang dimiliki untuk menulis sangat terbatas, malam hari saat anak-anak dan suami tidur, sementara siang hari saya bekerja.  

Menuliskan kejadian sehari-hari yang saya lalui bersama si kecil dan tumbuh kembang mereka. Tulisan yang kemudian membuat saya belajar menjadi smart mama agar bisa bijak menghadapi pertanyaan dan ulah si kecil dengan terus meng up grade pengetahuan soal parenting. Belajar sabar dan toleran menghadapi ulah dengan keinginan saya  yang selalu ingin rumah rapih, bersih dan safety, tidak ada genangan air yang bisa membuat si kecil terjatuh, tidak ada adegan atau gerakan berbahaya yang membuatnya jatuh atau kejedot – padahal saya tahu dari ekplorasi itu si kecil belajar banyak hal dan saya yang harus sabar dan sigap menghadapinya. Jadi bisa dibilang menulis blog bagi saya menjadi semacam cermin untuk saya bisa menilai, sudah sejauh mana pembelajaran saya sebagai seorang mama dan istri. Sudah bertambahkan kesabaran saya? Apakah saya cukup bijak merespon tingkah polah si kecil? 

Dan tentu saja posting-posting foto narsis hehehe   Mungkin ini yang disebut dalam kalimat ‘of all the right of woman, the greatest is to be a mother’. Walaupun begitu saya tidak melupakan rambu-rambu ngeblog. Rambu-rambu yang membuat privasi dan keamanan keluarga kami tetap terjaga. 

Pertama kali membuat blog lebih didominasi rasa exiced sebagai mama baru namun seiring berjalannya waktu, lebih-lebih dengan seringnya blog walking, berkunjung dan membaca blog orang, saya mulai merasakan ngeblog bukan sekedar menuliskan rekaman kejadian tapi sharing.  

Lebih dari itu saya merasa blog jadi perekat hubungan keluarga kecil kami.  Dengan kembali membuka blog, melihat foto dan membaca tulisan mengenai kebersamaan kami, saya jadi mengingat satu hal, kami pasangan yang cocok dan kami adalah tim. Dan tentu saja saya ingin catatan di  blog ini jadi kenangan indah untuk si kecil kelak.

Dari ngeblog saya memiliki banyak teman baru sehobi. Membuat obrolan kami seolah tiada habisnya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Perempuan” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

6 komentar:

  1. Ngeblog memang mengasyikkan ya mbak. Bisa 'bertemu' dengan banyak teman dari berbagai daerah, bisa belajar dari pengalaman2 mereka. keep blogging mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba...mbak ikutan gak event ini...

      Hapus
  2. Wah itu foto anak2nya ya mbak... setuju mbak blog kita akan menjadi warisan bagi mereka kelak :D catatan2 ttg tumbuh kembang mereka dan kasih yg mereka dapat semoga mempengaruhi sikap mereka nanti :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...