Selasa, 01 November 2011

Making More Health *

Play is the beginning of knowledge; Untuk tumbuh kembang si kecil lebih sehat
Berapa jam sehari yang dihabiskan si kecil (balita) untuk menonton setiap harinya? Apakah hari si kecil (pagi-pagi) dimulai dengan menonton tv?  Menonton tv di pagi hari memang bisa dibilang solusi efektif untuk meredakan kerewelan atau rajukannya yang melarang Mama dan Papa untuk bekerja. 

Saya sempat merasakan itu tapi untunglah tidak  berlangsung lama terlebih setelah saya mengikuti seminar parenting yang salah satu isinya menyebutkan bahwa menonton sehari lebih dari 3 jam untuk anak-anak dan balita bisa mengurangi konsentrasi belajarnya hingga setengahnya. Tv atau menonton memang berkontribusi juga untuk perkembangan si kecil  jika sesuai porsinya.Ehm tapi awalnya bukan hal mudah juga menerapkan disiplin jam menonton pada si kecil dan menggantinya dengan bermain tapi pasti bisa asal konsisten.


Bermain bagi seorang anak adalah proses pembelajaran  dan tidak harus selalu identik dengan alat berupa mainan seperti boneka, mobil-mobilan, lego  dsb. Saya termasuk Mama yang ‘gerah’ jika mendengar sebutan/label  nakal  pada seorang anak kecil (batita dan balita). Sebut saja misalnya karena seorang anak tidak mau diam, pengen hujan-hujanan, menyobek buku dsb. Itu proses explorasinya yang artinya dia belajar. Bermain bisa juga dengan cara melibatkan si kecil dalam kegiatan keseharian Mama  atau Papa dengan cara yang fun, membiarkannya berimajinasi, bermain dengan teman sebaya atau membacakannya buku. 

Untuk mengalihkan perhatian si kecil dari rajukannya ‘mama atau abi gak boleh kerja’ saya mengajak si kecil membantu menyiapkan sarapan sambil mengkomunikasikan apa dan kenapa  kita sarapan. Jadinya lebih repot dan berantakan; meses yang tumbah, roti yang gosong dsb dan itu kadang membuat saya kesal tapi cepat-cepat saya tanamkan dalam hati itulah proses dia belajar  - sayang untuk moment tyang satu ini saya tidak terpikir untuk membuat fotonya karena ‘riweuh’ .

Saya pikir, terciptanya pertemuan yang bermutu berkorelasi dengan kuantitas waktu, Itu sebabnya kami selalu menunggu-nunggu waktu weekend, karena artinya kami memiliki waktu lebih panjang bersama si kecil. Bermain yang biasa kami lakukan adalah melibatkan si kecil dalam beragam aktivitas keseharian; berkebun (nyabutin rumput liar, beres-beres pot bunga dsb), ke pasar atau tukang sayur, menemani abinya mencuci mobil dan sesekali ke tempat wisata atau arena bermain.


Interaksi ini memberikan banyak hal positif selain menjadikan si kecil memiliki ‘ilmu pengetahuan baru’, juga menstimulasi beberapa kecerdasannya seperti kecerdasan linguistik (karena terjadi komunikasi dua arah)), kinetik (dia bergerak aktif), interpersonal (belajar menjalin hubungan sosial), intrapersonal (belajar mengendalikan diri) dan natural (mengenal fenomena alam). Dan yang lebih penting adalah kebersamaan itu membuat bonding antara kami dan si kecil  lebih erat.  Play is not a luxury. Play is a necessity.

 *Tulisan ini dikutsertakan dalam lomba 'Making More Health' dikantor yang hadiah utamanya paket eduwisata sekeluarga senilai 15 juta...eehm...semoga dapat ya...

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...